Laman

Selasa, 20 Maret 2012

Somebody to Love (Part 2)


Soo Hyun POV
Tiba-tiba saja lampu lift mati dan lift berhenti bergerak. Aku melihat kearah dimana gadis itu berdiri dalam gelap. Gadis itu hanya diam saja, dan tak mengatakan apa-apa atau jangan-jangan dia pingsan atau dia kekurangan oksigen. Semua pikiran buruk tentang dirinya berputar-putar di kepalaku membuat kepalaku sakit.
AARGGGGHHH!!!
Terdengar pekikan gadis itu saat lift sedikit berguncang, mungkin gadis ini kaget karena guncangan tadi, ku beranikan diriku untuk bertanya padanya “Gwencanayo?”, tanyaku. Ah aku lupa dia kan bukan orang korea
“Ne, Gwencana” jawabnya dalam bahasa korea, sepertinya gadis ini mengerti bahasa negaraku baguslah.
Keadaan menjadi hening, seketika tak ada lagi yang dibicarakan. Menurutku memang tak ada lagi yang akan dibicarakan.
CLLLIIIINGG!!!
Lampu kembali hidup dan lift kembali berjalan. Disaat yang bersamaan gadis itu terjatuh, aku segera
menangkap tubuh mungilnya sebelum menyentuh lantai. Kulihat wajahnya yang mulai pucat basah karena keringat dingin yang bercucuran. Sepertinya, dia masih sadar karena dia membuka matanya, saat itu juga aku menatap matanya yang bulat. Membuat jantungku berdetak dengan cepat. Perasaan apa ini?
Selang beberapa menit pintu lift terbuka, aku segera membantunya berdiri dan memapahnya keluar. “Kamarmu dimana, biar aku antar kesana?”, tanyaku dengan nada cemas
“Di kamar 208”, katanya datar
“Bukankah itu kamar yang ada di depan kamarku”,. Dia hanya mengangguk lemah menjawab pertanyaanku.
Aku berjalan menyusuri koridor hotel ini bersama gadis yang tak pernah kukenal sebelumnya. Kurasakan sesuatu yang selama ini hilang sepertinya telah kembali jika dia didekatku. Ah, apa yang kupikirkan, baru saja aku memikirkan gadis ini. aku saja tak tahu siapa dia sebenarnya.
Aku membuka pintu kamarnya dan memapahnya berjalan ke sofa coklat yang ada dikamar itu. kebetulan sekali diatas meja ada air putih dan itu kertas apa? Seperti poster drama musikal, jangan-jangan gadis ini pecinta seni sama sepertiku. Ah itu terserah dia apa urusanku.
Ku berikan air yang ada disana kepadanya, kulihat dia sangat haus karena dia meneguk air itu sampai habis tak ada sisa setets pun di gelas. Aigoo dia sangat haus sepertinya.
“Itu apa?”tanyaku saat melihat kertas itu kembali.
“Oh, itu poster untuk drama musikal sekolahku, itu adalah acara perpisahan sekolah”, katanya datar dan meraih kertas itu lalu melihatkannya padaku
“Apakah kau suka drama atau seni lainnya?”, aku tau itu pertanyaan bodoh tapi, aku penasaran
“Ya, begitulah”, lagi-lagi dia menjawab dengan nada datar
“Mm, sepertinya kita belum berkenalan. Namaku Soo Hyun. Han Soo Hyun dan namamu?”,
“Aku Sakura”, jawabnya sambil menoleh kearahku, membuat jantungku kembali berdetak lebih kencang dan nafasku menjadi sesak
“Ada apa? kenapa kamu diam?” tanyanya lagi
“Ah, tidak, apakah kau selalu menonton acara seperti ini?”, lagi-lagi pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja tanpa diperintah
“Kau lucu sekali, apakah kau selalu bertanya pada orang yang baru kau temui sedetail ini? dan aku kesini bukan untuk menonton tapi, memang aku yang bermain di drama ini”, jawabnya dengan seulas senyum di wajahnya yang mulai bewarna tak sepucat tadi
“Tidak, aku orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, apalagi urusan seorang gadis yang tak kukenal, seharusnya kau berterima kasih padaku karena telah menolongmu”. Rasakan pasti gadis ini akan tertunduk diam tak berani berkata-kata lagi
“Oke! Terima kasih telah menolongku, kalau tau sikapmu seperti ini lebih baik aku tidak menerima bantuanmu. Dan kalau kau tau saja aku paling tidak suka diremahkan oleh orang sepertimu”. Sepertinya aku salah dia bisa menjawab semua perkataanku dan parahnya lagi dia aku hanya bisa terdiam mendengar perkataannya yang meremehkanku
“Kenapa? Kau merasa terkalahkan olehku, kau tau julukan yang diberikan teman-temanku untuk ku, mereka menjulukiku Princess Evil, jadi, melawanmu itu sangat mudah bagiku” dia kembali melanjutkan kata-katanya apa? Princess evil? Dia? Pantas saja dia bisa melawanku dengan mudah.
“Aku bukan diam tapi, aku bingung denganmu kenapa kau begitu pemarah, temanmu hebat karena memberikanmu julukan Princess Evil”, dan kau tau julukan kita tak jauh beda, karena aku Prince Evil, batinku saat melihat gadis ini mulai kesal
“Kalau begitu aku akan memberimu julukan pria menyebalkan”, katanya dengan bangga
“Aku terima”, kataku yang membuat dia terdiam, kena kau gadis evil hahaha
Sesaat kami hanya bisa terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Dalam pikiranku sekarang hanya wajah gadis ini yang memenuhinya, membuatku gila karena hanya dia disini.
“Pria menyebalkan, apakah kau mau melihat penampilanku di drama musikal 2 hari lagi”, suaranya yan lembut mebuat kepalaku menoleh kearahnya
“Boleh asalkan kau yang membayarnya bagaimana?”, tantangku
“Oke! Aku akan membelikanmu tiket VVIP”, katanya dengan semangat
“Baiklah, pesan 8 buah tiket untukku. Jika, kau tak sanggup aku tidak akan datang”, kulihat ekspresinya tidak berubah malah dia tampak biasa-biasa saja
“Oke! Akan kupesan 8 tiket untukmu”, jawabnya singkat dan merogoh saku jaketnya mencari sesuatu. “Soo Hyun ssi, bisakah kau mengambilkan hpku di atas tempat tidur”. Pintanya dengan menunjukkan wajah imutnya.
Dengan reflek aku berdiri, berjalan kearah tempat tidurnya mengambil hpnya yang bewarna hitan di atas tempat tidur dan memberikannya pada gadis itu. seulas senyum kembali terukir dengan sempurna di wajahnya saat mengambil hp itu dari tanganku.
Dia menekan tombol hpnya dengan cepat, seperti hendak menelfon seseorang. Benar saja dia menelfon seseorang, siapa? Apakah pacarnya? Aku menaikan alisku sebelah melihat wajahnya saat menerima telfon itu dengan senang.
“Hallo, Bang Andrea”, katanya saat orang yang diseberang menjawab telfonnya dan lagi dalam bahasanya jadi, aku hanya diam mendengar kata-kata yang tidak kumengerti
“....”
“Apakah kau bisa memesankan 8 tiket VVIP untukku”
“....”
“Untuk temanku, kumohon, aku yang akan membayarnya, Please!”
“....”
“Terima kasih, kau memang abang yang baik”
“...”
“Ya, kutunggu, dah!!”
Dia menutup telfonya dengan bangga, sepertinya dia berhasil mendapatkan tiket yang ku minta
“Bagaimana apakah kau mendapatkannya?” tanyaku
“Tentu saja, seorang Sakura tidak mungkin tidak bisa mendaptkan apa yang diinginkannya”, jawabn ya dengan percaya diri
“oke, aku akan pulang hyungku sudah menungguku di bawah tadinya, aku ingin mengambil hpku”, kataku sambil berdiri hendak pergi meninggalkannya
“Baiklah, Gumawoyo, telah menolonhku”, katanya dengan lembut dan juga seulas senyum yang membuat jantungku berdetak dengan cepat
Aku segera pergi meninggalkan kamar gadis itu dan masuk kekamarku dengan cepat mengambil hpku yang tertinggal di sana.
Author POV
Ifa duduk didekat sofa masih dengan piama tidurnya. Dia belum bersiap-siap untuk berangkat latihan di gedung tempat Drama dilaksanakan. Liana yang sudah asyik berdandan melirik Ifa yang masih duduk dengan santai disofa.
“Ifa, ada apa? Kenapa melamun? Kau mau kita dimarahi oleh Pak Galih karena telat”, Liana mengingatkan Ifa kalau gurunya  itu orang yang disiplin. Ifa hanya diam, tak menghiraukan perkataan Liana. Liana yang merasa diacuhkan kembali melihat kearah Ifa yang posisinya tidak berubah sama sekali.
“Ifa cepat, kita harus cepat kalau tidak kita akan dimarahi olehPak Galih ”, kini Liana berjalan kearah Ifa dan menarik tangan Ifa dengan kuat agar dia mau berdiri dan cepat bersiap-siap
Ifa melihat kearah Liana yang sedang berusaha menarik Ifa agar mau berdiri. “Liana, apa yang terjadi denganku, kenapa bayangan pria menyebalkan itu selalu ada di kepalaku, apakah aku sudah gila?”. Pertanyaan Ifa membuat Liana berhenti menarik tangan Ifa dan menatap Ifa dengan bingung.
“Maksudmu?”, belum menjawab pertanyaan Ifa, Liana malah bertanya balik
“Ah, sudahlah tak usah dipikirkan omonganku barusan aku hanya sedang pusing, karena banyak virus yang menganggu pikiranku”, katanya datar dan beranjak dari sofa, meninggalkan Liana yang tidak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu.
Ifa mengambil bajunya dan pergi kekamar mandi. 5 menit kemudian dia sudah siap dengan baju kaus bewarna putih dan celana hitam selutut dengan rambut yang dihiasi sebuah bando. Dia juga menggunakan sepati kets bewarna putih dengan corak bewarna biru. Tak lupa dengan tas sandang samping yang biasa ia pakai yang isinya sudah jelas, yaitu PSP, I-pod, Headset, dan peralatan yang dianggapnya penting.
“Ayo! Kita berangkat”. Katanya dengan bangga
“Ayo!!!”, Liana juga ikut bersemangat
Ifa membuka pintu kamarnya, disaat yang bersamaan Soo Hyun juga membuka pintu kamarnya. Mereka sama-sama keluar dari kamar mereka dengan seorang teman yang berada di belakang mereka. keduanya sempat kaget dan terdiam membuat kedua teman mereka bingung melihat tingkah mereka berdua.
“Hai! Bagaimana apakah kau baik-baik saja?”, tanya Soo Hyun pada Ifa yang jantungnya sudah berdetak tidak beraturan
“Ya, seperti yang kau lihat aku baik-baik saja. Apakah hyungmu marah karena kau lama sekali?”, jawab Ifa dengan nada yang dibuatnya lebih santai
“Tidak juga”, jawab Soo Hyun dengan senyumnya yang manis yang menampakkan giginya yang rapi
“Sakura!!!”, kata salah seorang laki-laki yang berjalan bersama temannya yang tidak jauh dari tempat mereka berempat berdiri
“Naufal, tumben kau memanggilku sakura?”, teriak Ifa dalam bahasa Indo. Ifa mempunyai nama jepang yang sekaligus dijadikannya sebagai nama panggungnya ‘SAKURA’.
“Ya, karena kulihat disini ada orang lain yang pastinya memanggilmu sakura, dan ini titipan Bang Andrea untukmu”, kata laki-laki yang dipanggil Naufal itu sambil menyerahkan 8 buah tiket yang dipesan Ifa tadi malam
“Ah, terima kasih”, kata Ifa, yang membuat dua orang yang tidak mengerti bahsa mereka hanya diam mendengarkan percakapan mereka berdua
“Ini! tiket untukmu dan temanmu pas kan 8 buah”, kata Ifa yang kembali menatap wajah Soo Hyun dengan senyum manisnya
“Ternyata kau benar-benar membelikannya, gumawo”. Soo Hyun mengambil tiket yang disodorkan Ifa kearahnya
“karena aku sudah membelikan tiket ini kau dan teman-temanmu harus datang melihat penampilanku dan teman-temanku”, kata Ifa dan segera berlalu dari hadapan Soo Hyun begitu juga teman-teman Ifa yang mengikutinya.
Soo Hyun hanya diam menatap kepergian Ifa dan teman-temannya. Tapi, saat Ifa dan Naufal berpegangan tangan hatinya terasa sakit dan nafasnya tercekat. Rasanya ada cairan bening yang ingin keluar dari matanya karena tak tahan melihat itu.
Teman Soo Hyun *Shi Wu* kebingungan melihat tingkah Soo Hyun yang aneh saat menatap gadis yang bernama sakura itu. akhirnya, dia melihat cairan bening itu keluar juga dari mata Soo Hyun padahal, Soo Hyun jarang sekali menangis karena dia itu magnae yang evil di Diamond dan saat kepergian pacar Soo Hyun dia bisa menahan tangisnya tapi, kenapa dengan cewek ini dia bisa dengan mudahnya menangis? Apa yang terjadi sebenarnya?
Di pentas Ifa dan teman-temanya latihan dengan baik dan penuh semangat. Saat istirahat makan siang Ifa hanya duduk dan memakan cemilan yang dibelinya tadi di bangku penonton. Liana yang juga malas kemana-mana, menghampiri Ifa dan duduk disebelahnya.
“Fa, gimana caranya kamu bisa kenalan sama tu Han Soo Hyun?”, tanya Liana sambil mengambil cemilan yang ada di tangan Ifa
“Gimana ya? Aku juga gak tau tapi, kejadiannya malam tadi itu pun gara-gara mati lampu dan kami sama-sama terkurung di lift, lalu dia membantuku berjalan ke kamar, dan dia menemaniku sebentar”, Jawab Ifa dengan santai dan mengingat urutan kejadian tadi malam
“Oh, begitu, apakah saat terkurung di dalam lift kalian....”,
“Yak! Kau kira aku gadis apaan, enak saja kalau bicara”. Belum sempat Liana berbicara ifa sudah memotong pembicaraannya dengan cepat dan nada yang sangat kesal
“sorry, deh, aku kan cuma bercanda”. Liana meminta maaf dengan nada memohon
“Sepertinya latihan kita sudah selesai, besok akan dilanjutkan lagi karena, kalian semua sudah menguasai dan menghafal bagin-bagian kalian masing-masing, jadi, latihan diadakan hanya sampai disini saja untuk hari ini”, kata salah seorang panitia mengumumkan melalui speker
Semua orang yang ada disana segera merapikan perlengkapan mereka masing-masing. Begitu pula ifa dan anggota S.Y.P. yang lain. Setelah merapikan semua barang yang dibawa, mereka semua berpencar, pergi ketempat yang ingin mereka kunjungi.
“Kita kemana Fa?”, tanya Liana pada Ifa sambil melihat semua teman mereka sudah pergi
“Em kemana ya? Sepertinya aku ada ide, atau ikut aku”, kata Ifa sambil menarik tangan Liana
“Kita mau kemana? Aduh sakit tau jangan tarik kayak gitu”, Ifa tidak menghiraukan rintihan Liana
Mereka berdua kembali ke hotel tapi, ifa pergi ke tempat satpam yang berjaga. Dia bebicara sebentar pada satpam itu ntah apa yang dibicarakannya. Lalu, Ifa berjalan ketempat parkir motor karyawan, dia mengambil motor yang ditunjuk satpam tadi. Dia mengeluarkan motor dan menghidupkanya dengan cepat seangkan Liana mengambil helm.
Ternyata mereka berdua jalan-jalan ke pantai dengan motor PINJAMAN LAGI. Suara deburan ombak membuat hati merasa tenang mendengarnya. Membuat suasana hati yang kacau menjadi tenang kembali. Ifa menghirup udara pantai dalam-dalam dan melepaskannya dengan lembut ah, ini sangat menyenangkan menurutnya.
“Kenapa kau senyum-senyum sendiri kayak orang gila?”, tanya Liana yang merasa aneh melihat Ifa yang senyum-senyum sendiri
“Tidak, aku tidak senyum-seyum sendiri, kau tau berapa banyak orang yang sedang senyum di dunia ini, bearti aku tidak sendirian’, jawabnya santai
“kalau itu aku juga tau”
“kalau tau trus ngapain bilang aku senyum-senyum sendiri?”, Ifa balik bertanya yang disambut dengan wajah kesal dari Liana. “Kau tau kau jelek memasang tampang kayak gitu”, kata Ifa santai
“Udah yuk, pulang, dah gerah nih, mana tadi latihan dan sekarang malah panas-panasan disini”. Liana mulai bosan dan terus menerus memaksa Ifa untuk pulang
“Iya, iya, berisik banget sih”, kata Ifa yang merasa terganggu ketenangannya
***
Saat Ifa dan Liana hendak mengambil motor mereka, tampak seorang laki-laki sedang berdiri didekat sana dengan kamera tergantung di lehernya.
paparazi !”kata mereka kompak. Ifa dan Liana mundur beberapa langkah dan bersembunyi di balik pohon yang lumayan besar untuk mereka berdua. Mereka terus memperhatikan orang-orang yang ada sekitar laki-laki itu. tapi, hanya dia sendiri yang memakai menampakkan kameranya.
Setelah lama menunggu, akhirnya wartawan itu pergi dari tempat motor Ifa dan Liana, mereka berdua melihat keadaan. Sepertinya sudah aman, kedua gadis itu dengan gerakan cepat keluar dari tempat persembunyian dan mengambil motor lalu menghidupkannya dan segera saja Ifa membawa motor itu dengan cepat.
Mendengar suara motor, wartawan itu segera menoleh, hendak mengejar mangsanya tapi, dia kalah cepat dari Ifa. Dia segera memanggil ojek yang lewat dan menyuruh ojek itu mengejar Ifa dan Liana. Dari kaca spion, Ifa melihat motor yang mengejarnya dengan cepat, mengetahui itu Ifa menambah kecepatan motornya sehingga motor itu ketinggalan jauh.
Saat ifa kembali melihat kaca spion, motor itu tetap mengejarnya dengan cepat. Ifa tidak akan kalah dengan seorang tukang ojek, dia menambah kecepatannya dan menyalip kendaraan yang ramai itu dengan mudah. Tukang ojek itu tak mau kalah dan dia juga ikut menambah lecepatannya dan sepertinya dia juga lihai dalam hal menyalip seperti Ifa.
Ifa sudah melihat hotelnya didepan mata dan segera saja dia menambah kecepatannya, dan segera membelokkan motornya ke hotel, sebelum memalui gerbang hotel ifa mengangkat kacahelmnya yang menandakan kalau itu dia segera saja security mengenalnya. Dalam kecepatan yang masih sama Ifa memasuki perkarangan hotel.
Hampir saja dia menabrak 3 orang laki-laki salah satu dianta mereka adalah Soo Hyun yang sedang berjalan disana. Karena Ifa seorang pembalap handal dengan mudah dia merem motor itu, dan langsung menurunkan kakinya agar dia  dan Liana tidak jatuh.
Saat motor sudah berhenti dia bisa melihat orang yang hampir ditabraknya. Dia dan Liana turun dari motor dan melepas helm mereka lalu meletakkannya diatas motor. Saat melihat wajah Ifa, laki-laki itu sempat kaget.
“Maafkan, aku”, kata Ifa kepada ketiga orang yang hampir ditabraknya
“Kalau jalan hati-hati dong, ini malah kebut-kebutan”, kata laki-laki yang berada di sebelah Soo Hyun
“Eh, bukankah kau yang menabrakku waktu itu di cafe”, kata salah seorang laki-laki
“Iya, maafkan aku, kemaren aku menabrakmu di cafe dan sekarang aku hampir menabrakmu sekali lagi maafkan aku”, kata Ifa sambil membungkukkan badannya
“Ya, tidak apa-apa lain kali kau hati-hati, kenalkan aku Han Jun Soo”, kata laki-laki itu sambil membungkukkan badannya
“Aku Sakura dan ini temanku Liana, senang bertemu dengan kalian”, Ifa mebungkukkan badannya diikuti dengan Liana yang berdiri di dekat Ifa
“Ada apa ini, nona Ifa apakah kau tidak apa-apa?”, kata kepala pelayan dengan bahsa Indonesia dan diiringi oleh 2 orang pelayan dibelakangnya, yang membuat semua menoleh kearah pelayan itu
“Ya aku baik-baik saja, nona kalian berdua dari mana saja tuan Andrea sudah menunggu di ruang pertemuan katanya ada yang ingin di bicarakan”, jelas kepala pelayan itu pada Ifa dan Liana
“Baiklah, kami segera kesana. Soo Hyun ssi, Jun Soo ssi, dan..”
“Panggil saja aku Gyum”kata pemuda itu
“dan Gyum ssi, aku duluan”, kata Ifa dan pergi meninggalkan ketiga laki-laki yang ada disana dan ketiga pelayan yang mengikuti mereka dari belakang
“Tunggu”, kata Soo Hyun yang membuat ketiga pelayan itu berhenti sedangkan Ifa dan Liana sudah jauh di depan para pelayan itu sehingga tidak mendengar perkataan Soo Hyun
“Ada apa tuan, apa ada yang bisa saya bantu”, kata kepala pelayan itu
“Kau mengenak kedua gadis itu?”, tanya Soo Hyun sambil menunjuk kearah Ifa dan Liana
“Ya, aku mengenalnya, salah satu dari kedua gadis itu bernama Ifa, keluarganya pemilik saham terbesar kedua di hotel ini dan sepupu dari CEO hotel ini”, jelas pelayan itu
“lalu yang bernama sakura?”, tanyanya lagi
“Gadis yang bernama Sakura itu adalah Ifa, ada lagi tuan kalau tidak saya permisi”, ‘ingat! Jika ada yang bertanya tentang diriku, jangan bilang apa-apa, oke!’, pelayan itu teringat pada perkataan Ifa dan segera menghentikan ucapannya. “Kalau begitu, saya permisi tuan”, kata pelayan itu
Soo Hyun POV
“Aku tidak terima! Gadis itu pergi seenaknya saja tanpa melihat keadaanku yang syok karena perbuatannya”, gerutu Gyum Hyung di kamarku membuat dua hyungku yang ada disana hanya bisa menggelng-gelengkan kepalanya
“Tapi hyung, dia kan sudah minta maaf”, kataku, yang kusadari kalau aku sekarang berpihak pada gadis itu
“Soo Hyun-a, ada apaa dengannya? Kenapa dia marah-marah tidak jelas kayak gitu disini?”, kta Shi Wu hyung padaku. Shi Wu Hyung adalah sahabat terbaikku dan aku sudah menganggapnya hyungku
“tadi kami, hampir ditabrak sama seorang gadis. Tapi, dia sudah minta maaf tadi, trus tiba-tiba saja ada pelayan yang menjemput kedua gadis itu dan mereka segera pergi”, jelasku sambil mengingat-ingat kronologi kejadian yang terjadi tadi
“Oh, begitu!” katanya, “Sudahlah gyum-a, gadis itukan sudah minta maaf padamu”, kata Joon Soo hyung yang duduk di sebelahku
“Tapi, Hyung, gadis itu bisa merusak kulitku”, kata Gyum Hyung dengan nada kesalnya, seperti cewek aja
“Soo Hyun sebaiknya kamu telfon Ji Hoon segera, untuk menjemput sahabatnya ini”, bisik Shi Wu Hyung padaku, kenapa hatus aku? Mereka tidak tau apa kalau aku sedang bahagia, karena bisa melihat gadisku lagi. Aduh, apa yang kupikirkan, sadarlah Soo Hyun. batinku sambil mengacak rambutku frustasi
“Hallo!!”
“Hyung cepat kekamarku, Gyum Hyung mengamuk, cepat Hyung! Cepat!”
“....”
“Aissh, kau mengooda cewek lagi Hyung! Kau benar-benar hyung, cepat sebelum sahabatmu ini menghancurkan hotel ini karena amukannya”,
“.....”
“Sudahlah hyung, masih banyak cewek cantik di Korea, tapi kalau Gyum Hyung itu orang langka, susah untuk mendapatkannya”
“Yak! Han Soo Hyun kau bilang apa tadi?”, segera aku menolehkan kepalaku menghadap kearah sumber suara, kudapatkan Gyum Hyung menatapku tajam
“Ji Hoon Hyung cepat, kau mau adik manismu ini mati ditangan Gyum Hyung, cepat!!!”, kataku sambil menutup Hpku dan segera menyimpannya, sedangkan Gyum Hyung masih menatapku tajam, ku balas tatapan tajamnya dengan tatapan dingin dan senyum evilku
***
5 menit kemudian Ji Hoon Hyung masuk kekamarku dengan tergesa-gesa, dan segera berjalan menghampiri Gyum Hyung.
“Aigoo, ini kamar atau kapal pecah, kenapa semuanya berserakan?”, tanya Ji Hoon Hyung saat memasuki kamar dan melihat semua bantal, selimut dan beberapa barang lainnya bertebaran dilantai kamar
“Itu, ulah Gyum Hyung yang marah-marah tidak jelas”, kataku dengan santai
“Apa yang terjadi sebenarnya Gyum-a?”, tanya JI Hoon Hyung pada sahabatnya itu
“Dia hampir ditabrak cewek, trus dia marah-marah takut kalau kulitnya rusak”, jelasku yang disambut tawa Ji Hoon Hyung
Ji Hoon Hyung tertawa mendengar penjelasanku tadi, membuat gyum Hyung bertambah marah dan kesal. Karena itu dia segera pergi keluar dari kamarku. Tau sahabatnya sudah pergi dengan cepat Ji Hoon Hyung mengejarnya dari belakang. Tinggalah aku, Shi Wu Hyung, dan Joon Soo Hyung yang harus membersihkan kamar ini
***
Ifa POV
Sehabis meminta maaf pada tiga cowok yang hampir saja kutabrak, tiba-tiba kepala pelayan dan 2 orang pelayan yang berjalan dibelakangnya menghampiriku dan memberitahu kalau Bang Andrea mengadakan rapat di ruang rapat yang di sediakan hotel.
Aku dan Liana berpamitan pada 3 cowok itu, dan langsung pergi meninggalkan mereka dengan langkah cepat. Takut kalau terlambat, bisa-bisa kami di marahin habis-habisan bukan dengan Andrea saja tapi juga menejer kami.
Saat sampai di ruang rapat semuanya baru mau duduk, untung saja, kukira sudah mulai. Rapat kali ini sepertinya untuk membahas album kedua yang akan dirilis sebentar lagi.
“baiklah, kita mulai saja rapat kita”, kata manager kami dengan bijaksana. “Untuk video klip lagu-lagu kalian sudah di pikirkan?”, tanyanya lagi
“Em, kak, bagaimana kalau yang Bloody Flower itu, kita buat video klipnya kayak gini. Lagu itu kan bertemakan seorang cowok yang sedang pergi bertugas dan saat kembali dia membawakan sebuah bungga untuk kekasih yang dicintainya, saat membuka pintu rumahnya, dia melihat kekasihnya berdiri didepan pintu dengan darah yang masih mengalir dari perut dan tangannya dan darah itu juga mengenai bungga yang di pegang sang cowok, saat memberikan bungga itu kepada kekasihnya, cowok itu langsung roboh dan menutup matanya untuk selama-lamanya. Bagaimana?”, penjelasanku sepertinya membuat manager kami sedikit bersedih
“Ah, itu keren, kisah cinta yang begitu mengharukan dan romantis”, celetuk Reyhan sambil memberikan 2 jempol kepadaku
“Aku juga setuju, sepertinya kau berbakat menjadi seorang penulis”, kata Bang Andrea, “Bagaimana ada saran lain untuk agu ini?’, tanyanya pada teman-temanku yang lain. “sepertinya tidak ada jadi aku anggap kalain setuju semuanya”, katanya dengan tegas
“Kalau untuk lagu Luxury World itu kita buat seperti seseorang yang begitu mencintai dunia dan menghalakan segala cara untuk mendapatkannya jadi, kita membuatnya seperti pejabat yang sering korupsi, kan disana juga ada kata-kata yang menunjukkan kalau itu salah nah itu saat sang koruptor ditahan dan diberi nasehat oleh tim KPK, bagaimana?” jelas Kak Ovie, dia memang sang pembela kebenaran. “Aku setuju”, kataku karena itu masuk akal juga, di ikuti dengan yang lainnya yang juga setuju dengan pendapat yang di berikan oleh kak Ovie
“kalau yang PARTNER, kita buat aja tentang kejahatan seorang mafia dan 4 orang agent yang selalu kompak dalam menjalan tugas, tapi saat tugas yang ini salah seorang diantara mereka melakukan penghiatan karena diancam oleh mafia itu degan ancaman akan membunuh keluarganya. Saat tau para sahabatnya marah karena dia melakukan penghianatan tapi, sahabatnya tidak tau alasan yang sebanarnya. Saat misi mereka sudah selesai, mereka baru mengetahui kenapa sahabat mereka melakukan penghianatan dan mereka segera pergi kerumah sakit karena keadaannya yang kritis, saat sampai ketiga sahabat itu meminta maaf dan memohon agar sahabatnya itu segera bangun. Dan akhirnya dia sembuh dan kembali pada sahabatnya, sedangkan hukumannya di cabut, Bagaimana?”, jelas Bang Carel panjang lebar
“Itu juga bagus, sesuai dengan tema kita, PARTNER”, kata bang Vachel dengan gayanya yang sok cool
“Dan sepertinya kita sudah mendapatkan beberapa video klip yang akan kita buat dan untuk video klip yang lain akan kita pikirkan nanti, kak untuk syuting Videonya kapan?”. Bang Andrea mengataknnya dengan tegas, ah aku tidak salah jika ngefans sama dia
“Em, setelah acara drama musikal sekolah keempat bocah ini, baru kita buat video klipnya, dan kau Danu cepat selesaikan naskahnya, jangan membuatku naik darah saat aku menagihnya”. Kata manager kami pada bang Danu, membuat semua yang diruang rapat tertawa mendengarnya
Setelah rapat berlangsung aku segera kembali ke kamarku dan tak lupa untuk menjernihkan pikiran aku memasang headsetku dan menyetel lagu R&B kesayanganku. Liana berjalan didepanku dengan cepat, sedangku masih menari disepanjang koridor hotel.
Saat hendak masuk kekamar aku melihat seorang laki-laki sedang duduk didepan kamarnya sambil berteriak-teriak minta dibukakan pintu oleh orang yang ada didalam. Ah, lucu sekali mukanya, aku hanya terpana melihatnya dan tertawa sendiri.
Sesaat kemudian orang yang ada didalam membukakan pintunya, barulah aku bisa melihat orang itu, walau agak jauh tapi, bisa aku melihatnya dengan jelas. Jadi, yang mengurung pria itu adalah Gyum. Orang yang hampir ku tabrak tadi, lucu sekali mereka kalau marahan bisa sampai kayak gitu. Sebelum mereka menyadari keberadaanku, aku segera masuk kekamarku.
Author POV
Hari ini adalah hari gladiresik untuk drama musikal yang akan ditampilkan nanti malam. Ifa dan Liana sudah bersiap-siap untuk berangkat latihan. Dan lagi-lagi saat ifa membuka pintu kamar secara bersamaan Soo Hyun juga membuka pintu kamarnya. Dan pagi ini mereka kembali bertemu, untuk sesaat mata mereka saling bertemu.
“Sakura! Kau harus bertanggung jawab, gara-gara kamu psp ku rusak”, kata naufal memecah suasana yang sempat hening
“ayo, LI! Kita kabur dari sini”, kata Ifa sambil menarik tangan Soo Hyun bukan tangan Liana, membuat semua yang melihat kejadian itu bingung termasuk Soo Hyun yang tangannya ditarik sacara tiba-tiba
“ya! Ya! Apa yang kau lakukan kenapa kau menarik tanganku? Sakit tau!”, Ifa menoleh kebelakang dan mendapati Soo Hyun yang berada dibelakangnya dengan wajah kesal bukan Liana, dia sempat diam sebentar karena kebingungan
“Enak aja! Siapa yang narik tangan kamu? Salah kamu kenapa kasih tanganmu ke aku”, kata Ifa yang tak kalah kesalnya
“Hei! Yang ngasih itu siapa, hah? Orang kamu yang seenaknya narik tangan aku”, tantang Soo Hyun
“Enak aja, kalau ngomong, seharusnya waktu aku tarik tadi kamu itu bilang kalau tangan kamu yang ditarik bukannya diam, ya jelaskan aku gak tau kalau tangan kamu yang aku tarik”, Ifa kembali membalas perkataan Soo Hyun
“Ooo, jadi kamu nyalahin aku, gitu?”, kata Soo Hyun kagi
“Iya! Aku nyalahin kamu, kenapa? Gak terima? Mau nuntut aku? Silakan?”, tantang Ifa pada Soo Hyun yang kaget mendengar kata-kata Ifa barusan
“Iya! Aku gak terima, seharusnya kamu itu minta maaf sama aku”, kata Soo Hyun
“Sebenarnya aku tadi mau minta maaf, tapi karena kamu dah membuat aku kesal sepertinya gak jadi deh”, jawab Ifa santai dengan senyum evilnya
“Kau! Kau...”, belum sempat Soo Hyun membalas perkataan Ifa Liana sudah memotong pembicaraannya.
“Ifa, cepat, nanti kita telat lagi, trus dimarahi Pak Galih”, kata Liana memotong pembicaraan Soo Hyun sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi
“Iya, aku males meladeni orang kayak dia, dasar pria menyebalkan”, kata Ifa dalam bahasa Indonesia, jadi, Soo Hyun gak tau deh apa yang dikatakan Ifa
***
At Aula
Semua anggota Drama Musikal sudah berkumpul di Aula untuk melaksanakan Gladiresik penampilan mereka. ifa memainkan yang mendapatkan peran untama bersama Naufal memainkan perannya dengan baik dan mendapat acungan jempol dari teman-temannya.
“Ifa, kamu itu tidak di dorm, di rumah, pokoknya dimana-mana selalu mencari masalah dengan orang, pantesan aja kamu sampai sekarang gak laku-laku! ”, kata Liana yang langsung duduk disebelah Ifa yang sedang berkutat dengan pspnya
“Betul itu”, kata naufal yang ntah sejak kapan dia duduk di dekat Liana
“Aduh, kalian itu berisik deh, menganggu aja, aku sedang melanjutkan level gameku”, kata Ifa yang tak mengalihkan pandangannya dari pspnya
“Hei, Ifa, kamu harus mengganti pspku yang kamu rusakin setelah rapat kemaren”, kata Naufal kesal
“iya, nanti aku beliin yang baru”, jawabnya santai
“perhatian semuanya, untuk kostum yang akan digunakan untuk nanti malam sudah ada, sore nanti kalian harus hadir semuanya, harus tepat waktu, dan jangan ada yang terlambat. Terima kasih, dan kalian boleh istirahat”. Jelas pak Galih pada semua muridnya
“Baik, pak”, jawab mereka semua kompak
Setelah penjelasan Pak Galih tadi semua murid sudah berhamburan keluar ruangan.
“Ifa, kamu tadi janjikan mau beliin psp ku, sekarang bagaimana?”, pinta naufal dengan manja
“Aku lagi sibuk naufal, aku berikan uangnya dan kamu pergi saja sama reyhan atau Liana”, kata Ifa
“Tidak mau, kamu yang harus pergi menemani aku, karena kamu yang merusakin”, kata naufal lagi
“Iya, iya, cerewet banget deh, lebih cerewet pula dari kak Dinda”. Terpaksa ifa menemani Naufal ke toko elektronik untuk membeli psp untuk naufal. *Mereka berdua memang maniak game*
***
setelah menemani Naufal membeli apa yang diinginkannya. Naufal mengajak Ifa makan di resto dekat sana. Awalnya Ifa gak mau tapi, karena terus-terusan dipaksa akhirnya dia mau juga.
“Kamu mau pesan apa?’. Tanya Naufal yang sudah duduk di kursinya dengan nyaman
“Aku pesan jus tomat aja deh”, kata Ifa dengan malas lalu mengeluarkan Laptop dari tasnya dan menaruhnya diatas meja
“Kamu mau nagapain? Emang ada tugas apa sih?”, tanya Nufal heran
“Mm, ini bang Danu minta tolong buatin naskah untuk video klip kita, katanya ada kesulitan dalam membuat naskah yang Bloody Flower, makanya aku males nemenin kamu”, jelas Ifa
“Oh, selamat bekerja aja ya dan jangan terlalu di paksain ntar kamu sakit lagi”. Naufal memperingatkan Ifa agar menjaga kesehatannya.
“Iya, eh tunggu dulunsemenjak kapan kamu jadi perhatian kayak gini”, kata Ifa dengan sebelah alis terangkat menatap  Naufal
“sejak aku menjadi lawan main kamu di drama musikal”, jawabnya enteng
“Oh, ya, aku gak percaya gitu”, jawab Ifa seakan tidak percaya dengan apa yang dikatan Naufal.
“Gak percaya juga gak papa kok, aku punya buktinya kok”. Kata Naufal membela diri.
“Emang apa buktinya?”, Tanya Ifa ingin tau.
“Ini aku traktir kamu makan, apa gak cukup”, jawaban Naufal membuat sifat evil Ifa kumat.
“Gak, kalau begitu aku mau pesan mie ayam pakek bakso” pinta Ifa pada Naufal
“Katanya gak nafsu makan, tiba di traktir aja nafsu makannya naik”, Naufal meledek Ifa.
“Tentu aja”, kata Ifa, “Mbak”, kata Ifa saat mendapatkan orang yang dicarinya. “Saya pesan mie ayam pakek bakso ya 1 porsi aja”, kata Ifa dengan menyunggingkan senyum evilnya pada Naufal
Didekat mereka duduk ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Dia kedua orang itu dengan sedih dan hati yang sudah hancur berkeping-keping. Melihat tawa bahagia mereka dan keceriaan mereka membuat cairan bening itu ingin keluar dari matanya. Tapi, dia hanya menahan itu agar tidak terjatuh.
***
Malam harinya.....
Ifa sudah bersiap di belakang panggung, memakai clip on dan dengan gaya yang cool. Rambutnya yang hitam diberi warna unggu pada bagian ujung-ujungnya.
“Liana bagaimana ini? kenapa aku gugup sekali? padahal, aku kan sudah biasanya tampil di acara-acara seperti ini”, kata Ifa gugup
“sudahlah, tenangkan dirimu, jangan sampai pak Galih marah gara-gara kamu salah dalam membawakan adegan”, hibur Liana
“Ifa, ayo cepat bentar lagi giliran kita”, kata Naufal ntah dari mana datangnya
“Iya, mana yang lain?”, tanya Ifa. “kami disini!”, jawab mereka kompak
“Ayo, cepat kalain lagi yang masuk”, kata salah satu staff pada mereka. “Ifa, good luck, ya”. Liana menyemangiti sahabtnya
Ifa dan naufal memasuki panggung sambil bernyanyi dan diiringi dengan instrumen dikuti oleh teman-teman mereka yang lain. Dalam drama ini mereka yang menjadi tokoh utamanya. Ifa berusaha menormalkan detak jantungnya yang tak beraturan, setiap ada kesempatan dia melirik kearah panggung mencari seseorang yang diharapkannya datang, melihat penampilannya.
Sesaat 20 menit telah berlalu *anggap aja gitu*, Ifa kembali ke belakang panggung karena dia juga harus mempersiapkan untuk penutup acara ini. dia pergi keruang make up mengambil gitarnya. Lalu kembali, dia bergabung dengan teman duetnya yang bermain gitar dan juga lagi berkumpul dengan Liana dan teman-temannya yang bermain biola.
“masih Gugup?”, tanya Liana pada Ifa. “Gak, karena aku tau dia sudah datang”, Jawab Ifa santai. “Dia siapa? Setahuku kamu belum punya pacar deh”, celetuk salah satu teman Ifa
“aduh, kenapa kalian berdua masih disini ntar lagi kalian yang masuk. Cepat!”, kata Pak galih pada Ifa dan temannya. Terpaksalah Ifa berjalan kearah belakang panggung. Dia akan keluar dari sisi kiri sedangkan temannya akan keluar dari sisi kanan. Sesuai kesepakatan, ketika drum sudah berbunyi Ifa dan temannya akan muncul dari bawah panggngung sambil bermain gitar, tak lama sedusah itu 5 orang pemain biola muncul dari belakang panggung.
***
Soo Hyun POV
Aku dan Hyung-hyungku sudah bersiap untuk melihat penampilan gadis itu. ah, rasanya aku ingin sekali cepat-cepat datang kesana dan melihat gadisku. Apakah aku sudah kelihatan tampan? apakah aku sudah cukup tampan untuk dilihat oleh gadis itu? adaapa dengan Soo Hyu? Tanyaku dalam hati
“Kamu itu sudah tampan Soo Hyun-a. Sudah-sudah, kau menyuruh kami untuk cepat-cepat tapi kamu sendiri belum siap dan hanya berkaca dan senyum-senyum sendiri”, ledek Shi Wu Hyung
“Iya, Hyung aku juga sudah siap ”, kataku datar
Mereka semua hanya tertawa melihatku, yang selama diperjalanan senyum-senyum sendiri. Ah, menyebalkan, gara-gara gadis itu aku jadi, seperti ini, kenapa banyangan gadis itu tak pernah hilang dari pikiranku? Kenapa? Kenapa? Batinku frustasi
***
Setelah lama berjalan, akhirnya sampai juga di gedung ini. aku memperbaiku bajuku dan berjalan dengan santai.
“Sudah, kau sudah tampan Soo Hyun-a, walau tak setampan diriku”, kata Yong Jin Hyung, dan lagi-lagi aku jadi bahan tertawaan hyung-hyungku
Aku memasuki gedung itu dan duduk dibangku yang sesuai dengan karcis yang diberikan gadis itu untukku. Jantungku berdebar-debar menunggu gadis itu keluar dan menampakkan bakatnya. Mataku terus tertuju kearah panggung dan gadis itu belum muncul juga. Apakah dia membohongiku? Tidak mungkin dia membohongiku! Batin ku
Acara dimulai dengan nyanyian beberapa orang yang ada di panggung, sepertinya menggambarkan 2 buah kelompok yang sedang bertengkar. Tapi, aku tidak melihat gadis itu dimana dia? Tak lama muncul 4 orang lagi sambil bernanyi, 2 cowok dan 2 cewek dan salah satunya adalah gadis itu dan teman cowoknya. Aissh, kenapa aku jadi gak suka melihat mereka berdua seperti itu.
Ah, dia mulai melihat kearah penonton, akhirnya aku bisa meihat wajah cantiknya. Aku mengamitinya dengan seksama, senyumnya, gerakannya, bahasa tubuhnya, dan suaranya membuat jantungku tambah berdetak tak beraturan. Sepertinya aku mulai menyukai gadis ini. ah, tidak, tidak mungkin aku menyukai gadis ini secepat itu.
Setelah menyanyikan beberapa lagu, dia dan beberapa orang temannya kembali ke belakang panggung. Tapi, teman cowoknya itu tidak masuk melainkan mengeluarkan sebuah harmonika diikuti oleh 4 orang temannya, lalu duduk di sebuah tempat yang bertingkat-tingkat, dan mulai memainkannya. Lalu terdengar musik drum yang mengiringi alunan harmonika tersebut.
Tak lama kemudian, terdengar suara gitar elektrik yang menggema dan bergabung dengan suara drum dan harmonika. Terlihatlah seorang gadis dan seorang laki-laki keluar dari bawah panggung sambil memainkan gitar mereka. saat itu jantungku mulai berdetak kembali karena gadis yang bermain gitar itu adalah sakura. Aku tak menyangka kalau dia bisa bermain gitar sehebat itu dan dia juga memakai gerakan. Jarang sekali aku melihat orang bermai gitar dengan gerakan yang hebat seperti itu. apalagi memainkan musik yang cepat seperti itu.
 “Wah, Sakura itu sangat hebat ya bermain gitar, menggunakan gerakan pula tu, hebat!!”, puji Jun Soo Hyung yang mengahdap kearahku dengan tawanya
“Iya, aku juga tak menyangka gadis yang hampir saja membunuhku bisa bermain gitar sehebat itu”, sambung Gyum Hyung
“karena itu soo Hyun menyukainya”, celetuk Shi wu hyung yag membuat semua hyungku menoleh kearahku. Aish, namja ini, tak bisa menjaga rahasia
“Benarkah, Soo Hyun-a?”, tanya mereka semua dengan kompak. Untungnya semua penonton sendang ribut jadi, tak ada yang menoleh kesini
“Tidak! Aku tidak menyukainya!” jawabku sambil menunduk menyembunyikan pipiku yang mungkin sudah merah semerah tomat
“Kalau kau tidak menyukainya, kenapa kau menyembunyikan wajahmu?”, Ji Hoon Hyung ikut-ikutan menggodaku
“Aku tidak menyebunyikan wajahku, tadi omma ku sms, kalau aku harus segera pulang”, dustaku
“benarkah? Aku tak percaya, bocah sepertimu tidak dapat di percaya”, kata Rae ki Hyung
“Betul, mana mungkin oemma mu sms. Ah, kau berbohong ya. Lihat pipimu itu sudah semerah tomat. Bisa-bisanya kau menyembunyikan hal ini dari kami semua, Soo Hyun-a”. Yong Min Hyung ikut-ikut menggodaku. Aissh, ini gara-gara Shi Wu hyung yang membokar rahasiaku
Aku hanya bisa diam mendengar ledekan hyung-hyungku itu. akhirnya ledekan itu berhenti 5 orang gadis keluar dengan biola, lalu memainkannya, membuat semua hyungku terpana dengan kalaborasi beberapa alat musik tersebut yang disambut tepuk tangan para penonton. Selain itu para dancer juga keluar mereka membentuk formasi V.
“Wah! Hebat, mereka sangat kreatif, bisa menggabungkan semuanya menjadi satu”, puji Yong jin Hyung. “benar, aku setuju denganmu, kukira ini hanya penampilan drama musikal biasa tapi, sepertinya pendapatku salah, ini adalah  pertunjukan yang mengagumkan”, lanjut Shi Wu Hyung
“Iya, membuatku tidak mengantuk dalam acara ini. kalian tahu biasanya aku akan tertidur jika menonton drama musical”, kata Ji Hoon hyung bersemangat.
“Soo Hyun-a, bagaimana kamu bisa mendapatkan tiket untuk menonton darama ini?”, tanya Jun Soo Hyung
“Oh, itu, Sakura yang memberikannya padaku”, kataku datar
“Sudah kuduga”, katanya lagi.
 “Maksud Hyung?”, tanyaku bingung.
“Maksudku kalian itu sama-sama suka”, jawabnya santai dan semua hyungku kembali menertawakanku
Saat musik mulai berhenti dan hanya suara Biola dan piano yang terdengar hyungku kembali menghadap ke pentas. Menyaksikan pertunjukan itu dengan seksama.
sekitar 3 menit para pemain biola dan piano berhenti dan pemain gitar dan bass memainkan musik mereka kembali diiringi suara drum. Selang 4 menit para pemain gitar berhenti dan hanya pemain harmonika yang mengeluarkan suara harmonika yang indah, penonton kembali bertepuk tangan, begitu pula hyung-hyungku yang ikut-ikutan menghebohkan suasana. Beberapa menit kemudia semua pemain memainkan alat musik mereka kembali bergabung menjadi satu membentuk sebuah alunan musik yang indah walau itu adalah musik dengan tempo cepat tapi, mereka bisa berkonsentrasi dalam memainkannya.
“KAK SAKURA! I MISS YOU”, teriak salah satu penonton yang membuat kepalaku dan hyungku menoleh kesumber suara. Kulihat ada anak yang umurnya sekitar 15 thn yang meneriaki nama Sakura. Sepertinya, dia kenal dengan sakura.
“Apa yang di katakan anak itu?”, tanya hyungku padaku
“mana aku tau, aku kan bukan orang Indo”, jawabku dan kembali menghada kepanggung
“Ya, aku tau itu’, katanya dengan santai. Membuatku kesal saja
“Baiklah penonton yang berbahagia, terima kasih sudah datang untuk mengahadiri drama musikal yang kami adakan, terima kasih banyak semoga anda terhibur”, kata salah seorang gadis yang kuyakin itu Sakura.
***
Author POV
Acara malam ini sunguh berjalan dengan lancar. Semuanya terlihat sangat bahagia dan juga terhibur oleh penampilan murid-murid yang sangat mengagumkan.
“Wah! Acara ini berjalan dengan suksesnya, untuk gak ada kesalahan tadi”, “iya padahal tadi, aku gugup banget loh”, kata murid-murid yang sedang asyik merapikan barang-barang mereka. “Kalian tau gak, katanya Ifa tadi, sedikit gugup pas mau tampil, kalian tau gak apa masalahnya?”, “Iya, masa iya dia gugup, dia kan udah biasa tampil di panggung-panggung”, “Mungkin diacara tadi ada pacarnya kali”, “Hush, kalau ngomong hati-hati! Kalau misalnya dia belum punya pacar gimana?”, “mana tau gitukan?”, “aduh! Kok malah ngomongin orang sih seharus kita cepat-cepat membereskan semua barang-barang ini agar cepat samapi di hotel lalu tidur dengan nyaman, udah cepetan, malah bengong lagi”. *itu sih para murid yang suka gosip, jadi maklumin aja*
Didekat para gadis yang bergosip tadi, ada Ovie yang sengaja kebelakang panggung buat ngasih selamat untuk adik-adiknya. Dia mendengar semua perkataan tiga gadis tadi, dan langsung berlari mencari Ifa, ingin menyakan apa yang sebenarnya terjadi., sayanganya Ifa dan Liana tidak ditemukan karena mereka sudah duluan pergi.
***
Di kamar Liana & Ifa....
BRRAAKK!!!
Ifa yang sedang asyik bermain PSP dan Liana yang sedang asyik berkutat dengan laptopnya kaget mendengar suara pintu kamar mereka dibuka. Liana segera melihat kearah pintu dan menemukan Kak Ovie, Kak Dinda, dan Kak Caresse di depan pintu, sedang Ifa tetapa berkutata dengan PSPnya dan tak menghiraukan kedatangan kakak-kakaknya.
“Ifa, kamu harus menjelaskan pada kami bertiga, kenapa kamu sangat gugup saat tampil dipanggung? Apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih tanpa sepengetahuan kami?”, tanya Dinda yang membuat Ifa kaget dan mengalihkan pandangannya pada Dinda yang kini sudah ada di hadapannya.
“Maksud kakak?”, tanya Ifa bingung
“Sudah jawab saja!”, sekarang Caresse ikut-ikut bicara
“Aku memang gugup tadi, tapi bukan berarti aku memiliki kekasih, kalau pun aku memiliki kekasih apa urusannya sama kalian semua?”, jawab Ifa ketus dan kembali melanjutkan permainannya
Karena tak puas dengan jawaban aduknya, Dinda, Ovie, dan Caresse kembali keasramanya karena males meladeni adik mereka yang evil ini, kalau dilanjutakan, pertengkaran ini tak akan habisnya dan mereka pasti akan selalu terpojokan.
***
Paginya Ifa dan Soo Hyun kembali berbarengan keluar dari kamar. Membuat sepasang insan ini terdiam untuk sejenak.
“Kau mau kemana, bukankah penampilan kalian sudah selesai?”, tanya Soo Hyun
“Aku mau jalan-jalan bersama teman-teman sekolahku. Bagaimana? Apa penampilanku bagus?”, tanya Ifa pada Soo Hyun yang segera meletakkan tangannya yang menandakan dia sedang berfikir
“Em, menurutku penampilanmu bagus, aku tak menyangka kalau kau begitu hebat, selamat ya”, puji Soo Hyun.
Apakah kau tidak bisa menemaniku untuk jalan-jalan ?”, tanya Soo Hyun dengan hati-hati
“Maaf, aku tidak bisa, aku sudah berjanji, kalau besok aku bisa menemanimu”. Jawaban Ifa barusan membuat Soo Hyun kecewa tapi, tertutupi oleh senyum manisnya
“Tidak apa-apa. Tadi, aku hanya bercanda”, jawab Soo Hyun datar
“baiklah, aku pergi dulu, bye”, kata Ifa yang segera berlalu dari hadapan Soo Hyun. soo hyun hanya menetap kepergian gadis itu dengan sedih karena hari ini adalah hari di mana dia harus pergi korea.
***
Malam harinya....
Ifa Pov
Aku sangat lelah badanku sangat letih, gara-gara jalanjalan tadi. Tapi, tak apalah kapan lagi aku akan jalan-jalan seperti ini lagi bersama mereka. saat memasuki hotel salah seorang memanggilku dengan sebuah surat beramplop pink di tangannya.
“ Permisi nona Ifa! “, kata salah seorang pelayan padaku
“ Iya, ada apa? “, tanyaku penasaran, jangan-jangan ada fans yang mau ketemu lagi, atau promotor yang meminta adakan konser, benar-benar melelahkan.
“ Ini ada titipan surat untuk nona. “, jawab pelayan itu padaku. Ketika aku ingin bertanya siapa yang mengirim surat ini Liana memanggilku.
“ If ayo cepat, aku capek pengen tidur nih! “, Liana berteriak padaku, ’  aduh anak ini menyusahkan deh! ‘ rutukku dalam hati.
“ iya, tunggu sebentar! Kapan surat ini diberikan pada mu dan siapa orangnya? “, tanyaku lagi pada pelayan hotel ini.
“ Saya menerimanya baru tadi sore, yang mengirimnya  Tuan….

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Double Scoop Ice Cream