Soo Hyun POV
Tiba-tiba saja
lampu lift mati dan lift berhenti bergerak. Aku melihat kearah dimana gadis itu
berdiri dalam gelap. Gadis itu hanya diam saja, dan tak mengatakan apa-apa atau
jangan-jangan dia pingsan atau dia kekurangan oksigen. Semua pikiran buruk tentang
dirinya berputar-putar di kepalaku membuat kepalaku sakit.
AARGGGGHHH!!!
Terdengar pekikan
gadis itu saat lift sedikit berguncang, mungkin gadis ini kaget karena
guncangan tadi, ku beranikan diriku untuk bertanya padanya “Gwencanayo?”,
tanyaku. Ah aku lupa dia kan bukan orang korea
“Ne, Gwencana”
jawabnya dalam bahasa korea, sepertinya gadis ini mengerti bahasa negaraku baguslah.
Keadaan menjadi
hening, seketika tak ada lagi yang dibicarakan. Menurutku memang tak ada lagi
yang akan dibicarakan.
CLLLIIIINGG!!!
Lampu kembali hidup
dan lift kembali berjalan. Disaat yang bersamaan gadis itu terjatuh, aku segera
menangkap tubuh mungilnya sebelum menyentuh lantai. Kulihat wajahnya yang mulai pucat basah karena keringat dingin yang bercucuran. Sepertinya, dia masih sadar karena dia membuka matanya, saat itu juga aku menatap matanya yang bulat. Membuat jantungku berdetak dengan cepat. Perasaan apa ini?
menangkap tubuh mungilnya sebelum menyentuh lantai. Kulihat wajahnya yang mulai pucat basah karena keringat dingin yang bercucuran. Sepertinya, dia masih sadar karena dia membuka matanya, saat itu juga aku menatap matanya yang bulat. Membuat jantungku berdetak dengan cepat. Perasaan apa ini?
Selang beberapa
menit pintu lift terbuka, aku segera membantunya berdiri dan memapahnya keluar.
“Kamarmu dimana, biar aku antar kesana?”, tanyaku dengan nada cemas
“Di kamar 208”,
katanya datar
“Bukankah itu kamar
yang ada di depan kamarku”,. Dia hanya mengangguk lemah menjawab pertanyaanku.
Aku berjalan
menyusuri koridor hotel ini bersama gadis yang tak pernah kukenal sebelumnya.
Kurasakan sesuatu yang selama ini hilang sepertinya telah kembali jika dia
didekatku. Ah, apa yang kupikirkan, baru saja aku memikirkan gadis ini. aku
saja tak tahu siapa dia sebenarnya.
Aku membuka pintu
kamarnya dan memapahnya berjalan ke sofa coklat yang ada dikamar itu. kebetulan
sekali diatas meja ada air putih dan itu kertas apa? Seperti poster drama
musikal, jangan-jangan gadis ini pecinta seni sama sepertiku. Ah itu terserah
dia apa urusanku.
Ku berikan air yang
ada disana kepadanya, kulihat dia sangat haus karena dia meneguk air itu sampai
habis tak ada sisa setets pun di gelas. Aigoo dia sangat haus sepertinya.
“Itu apa?”tanyaku
saat melihat kertas itu kembali.
“Oh, itu poster
untuk drama musikal sekolahku, itu adalah acara perpisahan sekolah”, katanya
datar dan meraih kertas itu lalu melihatkannya padaku
“Apakah kau suka
drama atau
seni lainnya?”, aku tau itu pertanyaan bodoh tapi, aku penasaran
“Ya, begitulah”,
lagi-lagi dia menjawab dengan nada datar
“Mm, sepertinya
kita belum berkenalan. Namaku Soo Hyun. Han Soo Hyun dan namamu?”,
“Aku Sakura”,
jawabnya sambil menoleh kearahku, membuat jantungku kembali berdetak lebih
kencang dan nafasku menjadi sesak
“Ada apa? kenapa
kamu diam?” tanyanya lagi
“Ah, tidak, apakah
kau selalu menonton acara seperti ini?”, lagi-lagi pertanyaan bodoh itu keluar
begitu saja tanpa diperintah
“Kau lucu sekali,
apakah kau selalu bertanya pada orang yang baru kau temui sedetail ini? dan aku
kesini bukan untuk menonton tapi, memang aku yang bermain di drama ini”,
jawabnya dengan seulas senyum di wajahnya yang mulai bewarna tak sepucat tadi
“Tidak, aku orang yang
tidak suka mencampuri urusan orang lain, apalagi urusan seorang gadis yang tak
kukenal, seharusnya kau berterima kasih padaku karena telah menolongmu”.
Rasakan pasti gadis ini akan tertunduk diam tak berani berkata-kata lagi
“Oke! Terima kasih
telah menolongku, kalau tau sikapmu seperti ini lebih baik aku tidak menerima
bantuanmu. Dan kalau kau tau saja aku paling tidak suka diremahkan oleh orang
sepertimu”. Sepertinya aku salah dia bisa menjawab semua perkataanku dan
parahnya lagi dia aku hanya bisa terdiam mendengar perkataannya yang
meremehkanku
“Kenapa? Kau merasa
terkalahkan olehku, kau tau julukan yang diberikan teman-temanku untuk ku,
mereka menjulukiku Princess Evil, jadi, melawanmu itu sangat mudah bagiku” dia
kembali melanjutkan kata-katanya apa? Princess evil? Dia? Pantas saja dia bisa
melawanku dengan mudah.
“Aku bukan diam
tapi, aku bingung denganmu kenapa kau begitu pemarah, temanmu hebat karena
memberikanmu julukan Princess Evil”, dan kau tau julukan kita tak jauh beda,
karena aku Prince Evil, batinku saat melihat gadis ini mulai kesal
“Kalau begitu aku
akan memberimu julukan pria menyebalkan”, katanya dengan bangga
“Aku terima”,
kataku yang membuat dia terdiam, kena kau gadis evil hahaha
Sesaat kami hanya
bisa terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Dalam pikiranku
sekarang hanya wajah gadis ini yang memenuhinya, membuatku gila karena hanya
dia disini.
“Pria menyebalkan,
apakah kau mau melihat penampilanku di drama musikal 2 hari lagi”, suaranya yan
lembut mebuat kepalaku menoleh kearahnya
“Boleh asalkan kau
yang membayarnya bagaimana?”, tantangku
“Oke! Aku akan
membelikanmu tiket VVIP”, katanya dengan semangat
“Baiklah, pesan 8
buah tiket untukku. Jika, kau tak sanggup aku tidak akan datang”, kulihat
ekspresinya tidak berubah malah dia tampak biasa-biasa saja
“Oke! Akan kupesan
8 tiket untukmu”, jawabnya singkat dan merogoh saku jaketnya mencari sesuatu.
“Soo Hyun ssi, bisakah kau mengambilkan hpku di atas tempat tidur”. Pintanya
dengan menunjukkan wajah imutnya.
Dengan reflek aku
berdiri, berjalan kearah tempat tidurnya mengambil hpnya yang bewarna hitan di
atas tempat tidur dan memberikannya pada gadis itu. seulas senyum kembali
terukir dengan sempurna di wajahnya saat mengambil hp itu dari tanganku.
Dia menekan tombol
hpnya dengan cepat, seperti hendak menelfon seseorang. Benar saja dia menelfon
seseorang, siapa? Apakah pacarnya? Aku menaikan alisku sebelah melihat wajahnya
saat menerima telfon itu dengan senang.
“Hallo, Bang
Andrea”, katanya saat orang yang diseberang menjawab telfonnya dan lagi dalam
bahasanya jadi, aku hanya diam mendengar kata-kata yang tidak kumengerti
“....”
“Apakah kau bisa
memesankan 8 tiket VVIP untukku”
“....”
“Untuk temanku,
kumohon, aku yang akan membayarnya, Please!”
“....”
“Terima kasih, kau
memang abang yang baik”
“...”
“Ya, kutunggu,
dah!!”
Dia menutup
telfonya dengan bangga, sepertinya dia berhasil mendapatkan tiket yang ku minta
“Bagaimana apakah
kau mendapatkannya?” tanyaku
“Tentu saja,
seorang Sakura tidak mungkin tidak bisa mendaptkan apa yang diinginkannya”,
jawabn ya dengan percaya diri
“oke, aku akan
pulang hyungku sudah menungguku di bawah tadinya, aku ingin mengambil hpku”,
kataku sambil berdiri hendak pergi meninggalkannya
“Baiklah, Gumawoyo,
telah menolonhku”, katanya dengan lembut dan juga seulas senyum yang membuat
jantungku berdetak dengan cepat
Aku segera pergi
meninggalkan kamar gadis itu dan masuk kekamarku dengan cepat mengambil hpku
yang tertinggal di sana.
Author POV
Ifa duduk didekat
sofa masih dengan piama tidurnya. Dia belum bersiap-siap untuk berangkat latihan di gedung tempat Drama
dilaksanakan. Liana yang sudah asyik berdandan melirik Ifa yang masih duduk
dengan santai disofa.
“Ifa, ada apa?
Kenapa melamun? Kau mau kita dimarahi oleh Pak Galih karena telat”, Liana mengingatkan Ifa
kalau gurunya itu orang yang disiplin. Ifa
hanya diam, tak menghiraukan perkataan Liana. Liana yang merasa diacuhkan
kembali melihat kearah Ifa yang posisinya tidak berubah sama sekali.
“Ifa cepat, kita
harus cepat kalau tidak kita akan dimarahi olehPak Galih ”, kini Liana berjalan kearah Ifa dan
menarik tangan Ifa dengan kuat agar dia mau berdiri dan cepat bersiap-siap
Ifa melihat kearah
Liana yang sedang berusaha menarik Ifa agar mau berdiri. “Liana, apa yang
terjadi denganku, kenapa bayangan pria menyebalkan itu selalu ada di kepalaku,
apakah aku sudah gila?”. Pertanyaan Ifa membuat Liana berhenti menarik tangan
Ifa dan menatap Ifa dengan bingung.
“Maksudmu?”, belum
menjawab pertanyaan Ifa, Liana malah bertanya balik
“Ah, sudahlah tak
usah dipikirkan omonganku barusan aku hanya sedang pusing, karena banyak virus
yang menganggu pikiranku”, katanya datar dan beranjak dari sofa, meninggalkan
Liana yang tidak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu.
Ifa mengambil
bajunya dan pergi kekamar mandi. 5 menit kemudian dia sudah siap dengan baju
kaus bewarna putih dan celana hitam selutut dengan rambut yang dihiasi sebuah
bando. Dia juga menggunakan sepati kets bewarna putih dengan corak bewarna
biru. Tak lupa dengan tas sandang samping yang biasa ia pakai yang isinya sudah
jelas, yaitu PSP, I-pod, Headset, dan peralatan yang dianggapnya penting.
“Ayo! Kita
berangkat”. Katanya dengan bangga
“Ayo!!!”, Liana juga
ikut bersemangat
Ifa membuka pintu
kamarnya, disaat yang bersamaan Soo Hyun juga membuka pintu kamarnya. Mereka
sama-sama keluar dari kamar mereka dengan seorang teman yang berada di belakang
mereka. keduanya sempat kaget dan terdiam membuat kedua teman mereka bingung
melihat tingkah mereka berdua.
“Hai! Bagaimana
apakah kau baik-baik saja?”, tanya Soo Hyun pada Ifa yang jantungnya sudah
berdetak tidak beraturan
“Ya, seperti yang
kau lihat aku baik-baik saja. Apakah hyungmu marah karena kau lama sekali?”,
jawab Ifa dengan nada yang dibuatnya lebih santai
“Tidak juga”, jawab
Soo Hyun dengan senyumnya yang manis yang menampakkan giginya yang rapi
“Sakura!!!”, kata
salah seorang laki-laki yang berjalan bersama temannya yang tidak jauh dari
tempat mereka berempat berdiri
“Naufal, tumben kau
memanggilku sakura?”, teriak Ifa dalam bahasa Indo. Ifa mempunyai nama jepang
yang sekaligus dijadikannya sebagai nama panggungnya ‘SAKURA’.
“Ya, karena kulihat
disini ada orang lain yang pastinya memanggilmu sakura, dan ini titipan Bang
Andrea untukmu”, kata laki-laki yang dipanggil Naufal itu sambil menyerahkan 8
buah tiket yang dipesan Ifa tadi malam
“Ah, terima kasih”,
kata Ifa, yang membuat dua orang yang tidak mengerti bahsa mereka hanya diam
mendengarkan percakapan mereka berdua
“Ini! tiket untukmu
dan temanmu pas kan 8 buah”, kata Ifa yang kembali menatap wajah Soo Hyun
dengan senyum manisnya
“Ternyata kau
benar-benar membelikannya, gumawo”. Soo Hyun mengambil tiket yang disodorkan
Ifa kearahnya
“karena aku sudah
membelikan tiket ini kau dan teman-temanmu harus datang melihat penampilanku
dan teman-temanku”, kata Ifa dan segera berlalu dari hadapan Soo Hyun begitu
juga teman-teman Ifa yang mengikutinya.
Soo Hyun hanya diam
menatap kepergian Ifa dan teman-temannya. Tapi, saat Ifa dan Naufal berpegangan
tangan hatinya terasa sakit dan nafasnya tercekat. Rasanya ada cairan bening
yang ingin keluar dari matanya karena tak tahan melihat itu.
Teman Soo Hyun *Shi
Wu* kebingungan melihat tingkah Soo Hyun yang aneh saat menatap gadis yang
bernama sakura itu. akhirnya, dia melihat cairan bening itu keluar juga dari
mata Soo Hyun padahal, Soo Hyun jarang sekali menangis karena dia itu magnae
yang evil di Diamond dan saat kepergian pacar Soo Hyun dia bisa menahan
tangisnya tapi, kenapa dengan cewek ini dia bisa dengan mudahnya menangis? Apa
yang terjadi sebenarnya?
Di pentas Ifa dan
teman-temanya latihan dengan baik dan penuh semangat. Saat istirahat makan
siang Ifa hanya duduk dan memakan cemilan yang dibelinya tadi di bangku penonton.
Liana yang juga malas kemana-mana, menghampiri Ifa dan duduk disebelahnya.
“Fa, gimana caranya
kamu bisa kenalan sama tu Han Soo Hyun?”, tanya Liana sambil mengambil cemilan
yang ada di tangan Ifa
“Gimana ya? Aku
juga gak tau tapi, kejadiannya malam tadi itu pun gara-gara mati lampu dan kami
sama-sama terkurung di lift, lalu dia membantuku berjalan ke kamar, dan dia
menemaniku sebentar”, Jawab Ifa dengan santai dan mengingat urutan kejadian
tadi malam
“Oh, begitu, apakah
saat terkurung di dalam lift kalian....”,
“Yak! Kau kira aku
gadis apaan, enak saja kalau bicara”. Belum sempat Liana berbicara ifa sudah
memotong pembicaraannya dengan cepat dan nada yang sangat kesal
“sorry, deh, aku
kan cuma bercanda”. Liana meminta maaf dengan nada memohon
“Sepertinya latihan
kita sudah selesai, besok akan dilanjutkan lagi karena, kalian semua sudah
menguasai dan menghafal bagin-bagian kalian masing-masing, jadi, latihan
diadakan hanya sampai disini saja untuk hari ini”, kata salah seorang panitia
mengumumkan melalui speker
Semua orang yang
ada disana segera merapikan perlengkapan mereka masing-masing. Begitu pula ifa
dan anggota S.Y.P. yang lain. Setelah merapikan semua barang yang dibawa,
mereka semua berpencar, pergi ketempat yang ingin mereka kunjungi.
“Kita kemana Fa?”,
tanya Liana pada Ifa sambil melihat semua teman mereka sudah pergi
“Em kemana ya?
Sepertinya aku ada ide, atau ikut aku”, kata Ifa sambil menarik tangan Liana
“Kita mau kemana?
Aduh sakit tau jangan tarik kayak gitu”, Ifa tidak menghiraukan rintihan Liana
Mereka berdua
kembali ke hotel tapi, ifa pergi ke tempat satpam yang berjaga. Dia bebicara
sebentar pada satpam itu ntah apa yang dibicarakannya. Lalu, Ifa berjalan
ketempat parkir motor karyawan, dia mengambil motor yang ditunjuk satpam tadi.
Dia mengeluarkan motor dan menghidupkanya dengan cepat seangkan Liana mengambil
helm.
Ternyata mereka
berdua jalan-jalan ke pantai dengan motor PINJAMAN LAGI. Suara deburan ombak membuat hati
merasa tenang mendengarnya. Membuat suasana hati yang kacau menjadi tenang
kembali. Ifa menghirup udara pantai dalam-dalam dan melepaskannya dengan lembut
ah, ini sangat menyenangkan menurutnya.
“Kenapa kau
senyum-senyum sendiri kayak orang gila?”, tanya Liana yang merasa aneh melihat
Ifa yang senyum-senyum sendiri
“Tidak, aku tidak
senyum-seyum sendiri, kau tau berapa banyak orang yang sedang senyum di dunia
ini, bearti aku tidak sendirian’, jawabnya santai
“kalau itu aku juga
tau”
“kalau tau trus
ngapain bilang aku senyum-senyum sendiri?”, Ifa balik bertanya yang disambut
dengan wajah kesal dari Liana. “Kau tau kau jelek memasang tampang kayak gitu”,
kata Ifa santai
“Udah yuk, pulang,
dah gerah nih, mana tadi latihan dan sekarang malah panas-panasan disini”.
Liana mulai bosan dan terus menerus memaksa Ifa untuk pulang
“Iya, iya, berisik
banget sih”, kata Ifa yang merasa terganggu ketenangannya
***
Saat Ifa dan Liana
hendak mengambil motor mereka, tampak seorang laki-laki sedang berdiri didekat
sana dengan kamera tergantung di lehernya.
“ paparazi !”kata mereka kompak. Ifa
dan Liana mundur beberapa langkah dan bersembunyi di balik pohon yang lumayan
besar untuk mereka berdua. Mereka terus memperhatikan orang-orang yang ada
sekitar laki-laki itu. tapi, hanya dia sendiri yang memakai menampakkan
kameranya.
Setelah lama
menunggu, akhirnya wartawan itu pergi dari tempat motor Ifa dan Liana, mereka
berdua melihat keadaan. Sepertinya sudah aman, kedua gadis itu dengan gerakan
cepat keluar dari tempat persembunyian dan mengambil motor lalu menghidupkannya
dan segera saja Ifa membawa motor itu dengan cepat.
Mendengar suara
motor, wartawan itu segera menoleh, hendak mengejar mangsanya tapi, dia kalah
cepat dari Ifa. Dia segera memanggil ojek yang lewat dan menyuruh ojek itu
mengejar Ifa dan Liana. Dari kaca spion, Ifa melihat motor yang mengejarnya
dengan cepat, mengetahui itu Ifa menambah kecepatan motornya sehingga motor itu
ketinggalan jauh.
Saat ifa kembali
melihat kaca spion, motor itu tetap mengejarnya dengan cepat. Ifa tidak akan
kalah dengan seorang tukang ojek, dia menambah kecepatannya dan menyalip
kendaraan yang ramai itu dengan mudah. Tukang ojek itu tak mau kalah dan dia
juga ikut menambah lecepatannya dan sepertinya dia juga lihai dalam hal
menyalip seperti Ifa.
Ifa sudah melihat
hotelnya didepan mata dan segera saja dia menambah kecepatannya, dan segera
membelokkan motornya ke hotel, sebelum memalui gerbang hotel ifa mengangkat
kacahelmnya yang menandakan kalau itu dia segera saja security mengenalnya.
Dalam kecepatan yang masih sama Ifa memasuki perkarangan hotel.
Hampir saja dia
menabrak 3 orang laki-laki salah satu dianta mereka adalah Soo Hyun yang sedang
berjalan disana. Karena Ifa seorang pembalap handal dengan mudah dia merem motor
itu, dan langsung menurunkan kakinya agar dia
dan Liana tidak jatuh.
Saat motor sudah
berhenti dia bisa melihat orang yang hampir ditabraknya. Dia dan Liana turun
dari motor dan melepas helm mereka lalu meletakkannya diatas motor. Saat
melihat wajah Ifa, laki-laki itu sempat kaget.
“Maafkan, aku”,
kata Ifa kepada ketiga orang yang hampir ditabraknya
“Kalau jalan
hati-hati dong, ini malah kebut-kebutan”, kata laki-laki yang berada di sebelah
Soo Hyun
“Eh, bukankah kau
yang menabrakku waktu itu di cafe”, kata salah seorang laki-laki
“Iya, maafkan aku,
kemaren aku menabrakmu di cafe dan sekarang aku hampir menabrakmu sekali lagi
maafkan aku”, kata Ifa sambil membungkukkan badannya
“Ya, tidak apa-apa
lain kali kau hati-hati, kenalkan aku Han Jun Soo”, kata laki-laki itu sambil membungkukkan
badannya
“Aku Sakura dan ini
temanku Liana, senang bertemu dengan kalian”, Ifa mebungkukkan badannya diikuti
dengan Liana yang berdiri di dekat Ifa
“Ada apa ini, nona
Ifa apakah kau tidak apa-apa?”, kata kepala pelayan dengan bahsa Indonesia dan
diiringi oleh 2 orang pelayan dibelakangnya, yang membuat semua menoleh kearah
pelayan itu
“Ya aku baik-baik
saja, nona kalian berdua dari mana saja tuan Andrea sudah menunggu di ruang
pertemuan katanya ada yang ingin di bicarakan”, jelas kepala pelayan itu pada
Ifa dan Liana
“Baiklah, kami
segera kesana. Soo Hyun ssi, Jun Soo ssi, dan..”
“Panggil saja aku
Gyum”kata pemuda itu
“dan Gyum ssi, aku
duluan”, kata Ifa dan pergi meninggalkan ketiga laki-laki yang ada disana dan
ketiga pelayan yang mengikuti mereka dari belakang
“Tunggu”, kata Soo
Hyun yang membuat ketiga pelayan itu berhenti sedangkan Ifa dan Liana sudah
jauh di depan para pelayan itu sehingga tidak mendengar perkataan Soo Hyun
“Ada apa tuan, apa
ada yang bisa saya bantu”, kata kepala pelayan itu
“Kau mengenak kedua
gadis itu?”, tanya Soo Hyun sambil menunjuk kearah Ifa dan Liana
“Ya, aku
mengenalnya, salah satu dari kedua gadis itu bernama Ifa, keluarganya pemilik
saham terbesar kedua di hotel ini dan sepupu dari CEO hotel ini”, jelas pelayan
itu
“lalu yang bernama
sakura?”, tanyanya lagi
“Gadis yang bernama
Sakura itu adalah Ifa, ada lagi tuan kalau tidak saya permisi”, ‘ingat! Jika
ada yang bertanya tentang diriku, jangan bilang apa-apa, oke!’, pelayan itu
teringat pada perkataan Ifa dan segera menghentikan ucapannya. “Kalau begitu,
saya permisi tuan”, kata pelayan itu
Soo Hyun POV
“Aku tidak terima!
Gadis itu pergi seenaknya saja tanpa melihat keadaanku yang syok karena
perbuatannya”, gerutu Gyum Hyung di kamarku membuat dua hyungku yang ada disana
hanya bisa menggelng-gelengkan kepalanya
“Tapi hyung, dia
kan sudah minta maaf”, kataku, yang kusadari kalau aku sekarang berpihak pada
gadis itu
“Soo Hyun-a, ada
apaa dengannya? Kenapa dia marah-marah tidak jelas kayak gitu disini?”, kta Shi
Wu hyung padaku. Shi Wu Hyung adalah sahabat terbaikku dan aku sudah
menganggapnya hyungku
“tadi kami, hampir
ditabrak sama seorang gadis. Tapi, dia sudah minta maaf tadi, trus tiba-tiba
saja ada pelayan yang menjemput kedua gadis itu dan mereka segera pergi”,
jelasku sambil mengingat-ingat kronologi kejadian yang terjadi tadi
“Oh, begitu!”
katanya, “Sudahlah gyum-a, gadis itukan sudah minta maaf padamu”, kata Joon Soo
hyung yang duduk di sebelahku
“Tapi, Hyung, gadis
itu bisa merusak kulitku”, kata Gyum Hyung dengan nada kesalnya, seperti cewek
aja
“Soo Hyun sebaiknya
kamu telfon Ji Hoon segera, untuk menjemput sahabatnya ini”, bisik Shi Wu Hyung
padaku, kenapa hatus aku? Mereka tidak tau apa kalau aku sedang bahagia, karena
bisa melihat gadisku lagi. Aduh, apa yang kupikirkan, sadarlah Soo Hyun.
batinku sambil mengacak rambutku frustasi
“Hallo!!”
“Hyung cepat
kekamarku, Gyum Hyung mengamuk, cepat Hyung! Cepat!”
“....”
“Aissh, kau
mengooda cewek lagi Hyung! Kau benar-benar hyung, cepat sebelum sahabatmu ini
menghancurkan hotel ini karena amukannya”,
“.....”
“Sudahlah hyung,
masih banyak cewek cantik di Korea, tapi kalau Gyum Hyung itu orang langka,
susah untuk mendapatkannya”
“Yak! Han Soo Hyun
kau bilang apa tadi?”, segera aku menolehkan kepalaku menghadap kearah sumber
suara, kudapatkan Gyum Hyung menatapku tajam
“Ji Hoon Hyung
cepat, kau mau adik manismu ini mati ditangan Gyum Hyung, cepat!!!”, kataku
sambil menutup Hpku dan segera menyimpannya, sedangkan Gyum Hyung masih
menatapku tajam, ku balas tatapan tajamnya dengan tatapan dingin dan senyum
evilku
***
5 menit kemudian Ji
Hoon Hyung masuk kekamarku dengan tergesa-gesa, dan segera berjalan menghampiri
Gyum Hyung.
“Aigoo, ini kamar
atau kapal pecah, kenapa semuanya berserakan?”, tanya Ji Hoon Hyung saat
memasuki kamar dan melihat semua bantal, selimut dan beberapa barang lainnya
bertebaran dilantai kamar
“Itu, ulah Gyum
Hyung yang marah-marah tidak jelas”, kataku dengan santai
“Apa yang terjadi
sebenarnya Gyum-a?”, tanya JI Hoon Hyung pada sahabatnya itu
“Dia hampir
ditabrak cewek, trus dia marah-marah takut kalau kulitnya rusak”, jelasku yang
disambut tawa Ji Hoon Hyung
Ji Hoon Hyung
tertawa mendengar penjelasanku tadi, membuat gyum Hyung bertambah marah dan
kesal. Karena itu dia segera pergi keluar dari kamarku. Tau sahabatnya sudah
pergi dengan cepat Ji Hoon Hyung mengejarnya dari belakang. Tinggalah aku, Shi
Wu Hyung, dan Joon Soo Hyung yang harus membersihkan kamar ini
***
Ifa POV
Sehabis meminta
maaf pada tiga cowok yang hampir saja kutabrak, tiba-tiba kepala pelayan dan 2
orang pelayan yang berjalan dibelakangnya menghampiriku dan memberitahu kalau
Bang Andrea mengadakan rapat di ruang rapat yang di sediakan hotel.
Aku dan Liana berpamitan
pada 3 cowok itu, dan langsung pergi meninggalkan mereka dengan langkah cepat.
Takut kalau terlambat, bisa-bisa kami di marahin habis-habisan bukan dengan
Andrea saja tapi juga menejer kami.
Saat sampai di
ruang rapat semuanya baru mau duduk, untung saja, kukira sudah mulai. Rapat
kali ini sepertinya untuk membahas album kedua yang akan dirilis sebentar lagi.
“baiklah, kita
mulai saja rapat kita”, kata manager kami dengan bijaksana. “Untuk video klip
lagu-lagu kalian sudah di pikirkan?”, tanyanya lagi
“Em, kak, bagaimana
kalau yang Bloody Flower itu, kita buat video klipnya kayak gini. Lagu itu kan
bertemakan seorang cowok yang sedang pergi bertugas dan saat kembali dia
membawakan sebuah bungga untuk kekasih yang dicintainya, saat membuka pintu
rumahnya, dia melihat kekasihnya berdiri didepan pintu dengan darah yang masih
mengalir dari perut dan tangannya dan darah itu juga mengenai bungga yang di
pegang sang cowok, saat memberikan bungga itu kepada kekasihnya, cowok itu
langsung roboh dan menutup matanya untuk selama-lamanya. Bagaimana?”, penjelasanku
sepertinya membuat manager kami sedikit bersedih
“Ah, itu keren,
kisah cinta yang begitu mengharukan dan romantis”, celetuk Reyhan sambil
memberikan 2 jempol kepadaku
“Aku juga setuju,
sepertinya kau berbakat menjadi seorang penulis”, kata Bang Andrea, “Bagaimana
ada saran lain untuk agu ini?’, tanyanya pada teman-temanku yang lain.
“sepertinya tidak ada jadi aku anggap kalain setuju semuanya”, katanya dengan
tegas
“Kalau untuk lagu
Luxury World itu kita buat seperti seseorang yang begitu mencintai dunia dan
menghalakan segala cara untuk mendapatkannya jadi, kita membuatnya seperti
pejabat yang sering korupsi, kan disana juga ada kata-kata yang menunjukkan
kalau itu salah nah itu saat sang koruptor ditahan dan diberi nasehat oleh tim
KPK, bagaimana?” jelas Kak Ovie, dia memang sang pembela kebenaran. “Aku
setuju”, kataku karena itu masuk akal juga, di ikuti dengan yang lainnya yang
juga setuju dengan pendapat yang di berikan oleh kak Ovie
“kalau yang
PARTNER, kita buat aja tentang kejahatan seorang mafia dan 4 orang agent yang
selalu kompak dalam menjalan tugas, tapi saat tugas yang ini salah seorang
diantara mereka melakukan penghiatan karena diancam oleh mafia itu degan
ancaman akan membunuh keluarganya. Saat tau para sahabatnya marah karena dia melakukan
penghianatan tapi, sahabatnya tidak tau alasan yang sebanarnya. Saat misi
mereka sudah selesai, mereka baru mengetahui kenapa sahabat mereka melakukan
penghianatan dan mereka segera pergi kerumah sakit karena keadaannya yang
kritis, saat sampai ketiga sahabat itu meminta maaf dan memohon agar sahabatnya
itu segera bangun. Dan akhirnya dia sembuh dan kembali pada sahabatnya,
sedangkan hukumannya di cabut, Bagaimana?”, jelas Bang Carel panjang lebar
“Itu juga bagus,
sesuai dengan tema kita, PARTNER”, kata bang Vachel dengan gayanya yang sok
cool
“Dan sepertinya
kita sudah mendapatkan beberapa video klip yang akan kita buat dan untuk video
klip yang lain akan kita pikirkan nanti, kak untuk syuting Videonya kapan?”.
Bang Andrea mengataknnya dengan tegas, ah aku tidak salah jika ngefans sama dia
“Em, setelah acara
drama musikal sekolah keempat bocah ini, baru kita buat video klipnya, dan kau
Danu cepat selesaikan naskahnya, jangan membuatku naik darah saat aku
menagihnya”. Kata manager kami pada bang Danu, membuat semua yang diruang rapat
tertawa mendengarnya
Setelah rapat
berlangsung aku segera kembali ke kamarku dan tak lupa untuk menjernihkan
pikiran aku memasang headsetku dan menyetel lagu R&B kesayanganku. Liana
berjalan didepanku dengan cepat, sedangku masih menari disepanjang koridor
hotel.
Saat hendak masuk
kekamar aku melihat seorang laki-laki sedang duduk didepan kamarnya sambil
berteriak-teriak minta dibukakan pintu oleh orang yang ada didalam. Ah, lucu
sekali mukanya, aku hanya terpana melihatnya dan tertawa sendiri.
Sesaat kemudian
orang yang ada didalam membukakan pintunya, barulah aku bisa melihat orang itu,
walau agak jauh tapi, bisa aku melihatnya dengan jelas. Jadi, yang mengurung
pria itu adalah Gyum. Orang yang hampir ku tabrak tadi, lucu sekali mereka
kalau marahan bisa sampai kayak gitu. Sebelum mereka menyadari keberadaanku,
aku segera masuk kekamarku.
Author POV
Hari ini adalah
hari gladiresik untuk drama musikal yang akan ditampilkan nanti malam. Ifa dan Liana
sudah bersiap-siap untuk berangkat latihan. Dan lagi-lagi saat ifa membuka
pintu kamar secara bersamaan Soo Hyun juga membuka pintu kamarnya. Dan pagi ini
mereka kembali bertemu, untuk sesaat mata mereka saling bertemu.
“Sakura! Kau harus
bertanggung jawab, gara-gara kamu psp ku rusak”, kata naufal memecah suasana
yang sempat hening
“ayo, LI! Kita
kabur dari sini”, kata Ifa sambil menarik tangan Soo Hyun bukan tangan Liana,
membuat semua yang melihat kejadian itu bingung termasuk Soo Hyun yang
tangannya ditarik sacara tiba-tiba
“ya! Ya! Apa yang
kau lakukan kenapa kau menarik tanganku? Sakit tau!”, Ifa menoleh kebelakang
dan mendapati Soo Hyun yang berada dibelakangnya dengan wajah kesal bukan
Liana, dia sempat diam sebentar karena kebingungan
“Enak aja! Siapa
yang narik tangan kamu? Salah kamu kenapa kasih tanganmu ke aku”, kata Ifa yang
tak kalah kesalnya
“Hei! Yang ngasih
itu siapa, hah? Orang kamu yang seenaknya narik tangan aku”, tantang Soo Hyun
“Enak aja, kalau
ngomong, seharusnya waktu aku tarik tadi kamu itu bilang kalau tangan kamu yang
ditarik bukannya diam, ya jelaskan aku gak tau kalau tangan kamu yang aku
tarik”, Ifa kembali membalas perkataan Soo Hyun
“Ooo, jadi kamu
nyalahin aku, gitu?”, kata Soo Hyun kagi
“Iya! Aku nyalahin
kamu, kenapa? Gak terima? Mau nuntut aku? Silakan?”, tantang Ifa pada Soo Hyun
yang kaget mendengar kata-kata Ifa barusan
“Iya! Aku gak
terima, seharusnya kamu itu minta maaf sama aku”, kata Soo Hyun
“Sebenarnya aku
tadi mau minta maaf, tapi karena kamu dah membuat aku kesal sepertinya gak jadi
deh”, jawab Ifa santai dengan senyum evilnya
“Kau! Kau...”,
belum sempat Soo Hyun membalas perkataan Ifa Liana sudah memotong
pembicaraannya.
“Ifa, cepat, nanti
kita telat lagi, trus dimarahi Pak Galih”, kata Liana memotong pembicaraan Soo
Hyun sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi
“Iya, aku males meladeni
orang kayak dia, dasar pria menyebalkan”, kata Ifa dalam bahasa Indonesia,
jadi, Soo Hyun gak tau deh apa yang dikatakan Ifa
***
At Aula
Semua anggota Drama
Musikal sudah berkumpul di Aula untuk melaksanakan Gladiresik penampilan mereka.
ifa memainkan yang mendapatkan peran untama bersama Naufal memainkan perannya
dengan baik dan mendapat acungan jempol dari teman-temannya.
“Ifa, kamu itu
tidak di dorm, di rumah, pokoknya dimana-mana selalu mencari masalah dengan
orang, pantesan aja kamu sampai sekarang gak laku-laku! ”, kata Liana yang
langsung duduk disebelah Ifa yang sedang berkutat dengan pspnya
“Betul itu”, kata
naufal yang ntah sejak kapan dia duduk di dekat Liana
“Aduh, kalian itu
berisik deh, menganggu aja, aku sedang melanjutkan level gameku”, kata Ifa yang
tak mengalihkan pandangannya dari pspnya
“Hei, Ifa, kamu
harus mengganti pspku yang kamu rusakin setelah rapat kemaren”, kata Naufal
kesal
“iya, nanti aku
beliin yang baru”, jawabnya santai
“perhatian
semuanya, untuk kostum yang akan digunakan untuk nanti malam sudah ada, sore
nanti kalian harus hadir semuanya, harus tepat waktu, dan jangan ada yang
terlambat. Terima kasih, dan kalian boleh istirahat”. Jelas pak Galih pada
semua muridnya
“Baik, pak”, jawab
mereka semua kompak
Setelah penjelasan
Pak Galih tadi semua murid sudah berhamburan keluar ruangan.
“Ifa, kamu tadi
janjikan mau beliin psp ku, sekarang bagaimana?”, pinta naufal dengan manja
“Aku lagi sibuk
naufal, aku berikan uangnya dan kamu pergi saja sama reyhan atau Liana”, kata
Ifa
“Tidak mau, kamu
yang harus pergi menemani aku, karena kamu yang merusakin”, kata naufal lagi
“Iya, iya, cerewet
banget deh, lebih cerewet pula dari kak Dinda”. Terpaksa ifa menemani Naufal ke
toko elektronik untuk membeli psp untuk naufal. *Mereka berdua memang maniak
game*
***
setelah menemani
Naufal membeli apa yang diinginkannya. Naufal mengajak Ifa makan di resto dekat
sana. Awalnya Ifa gak mau tapi, karena terus-terusan dipaksa akhirnya dia mau juga.
“Kamu mau pesan
apa?’. Tanya Naufal yang sudah duduk di kursinya dengan nyaman
“Aku pesan jus
tomat aja deh”, kata Ifa dengan malas lalu mengeluarkan Laptop dari tasnya dan
menaruhnya diatas meja
“Kamu mau nagapain?
Emang ada tugas apa sih?”, tanya Nufal heran
“Mm, ini bang Danu
minta tolong buatin naskah untuk video klip kita, katanya ada kesulitan dalam
membuat naskah yang Bloody Flower, makanya aku males nemenin kamu”, jelas Ifa
“Oh, selamat
bekerja aja ya dan jangan terlalu di paksain ntar kamu sakit lagi”. Naufal memperingatkan Ifa agar menjaga
kesehatannya.
“Iya, eh tunggu
dulunsemenjak kapan kamu jadi perhatian kayak gini”, kata Ifa dengan sebelah
alis terangkat menatap Naufal
“sejak aku menjadi
lawan main kamu di drama musikal”, jawabnya enteng
“Oh, ya, aku gak
percaya gitu”, jawab Ifa seakan
tidak percaya dengan apa yang dikatan Naufal.
“Gak percaya juga
gak papa kok, aku punya buktinya kok”. Kata Naufal membela diri.
“Emang apa
buktinya?”, Tanya Ifa ingin tau.
“Ini aku traktir
kamu makan, apa gak cukup”,
jawaban Naufal membuat sifat evil Ifa kumat.
“Gak, kalau begitu
aku mau pesan mie ayam pakek bakso” pinta Ifa pada Naufal
“Katanya gak nafsu
makan, tiba di traktir aja nafsu makannya naik”, Naufal meledek Ifa.
“Tentu aja”, kata
Ifa, “Mbak”, kata Ifa saat mendapatkan orang yang dicarinya. “Saya pesan mie
ayam pakek bakso ya 1 porsi aja”, kata Ifa dengan menyunggingkan senyum evilnya
pada Naufal
Didekat mereka
duduk ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Dia kedua orang
itu dengan sedih dan hati yang sudah hancur berkeping-keping. Melihat tawa
bahagia mereka dan keceriaan mereka membuat cairan bening itu ingin keluar dari
matanya. Tapi, dia hanya menahan itu agar tidak terjatuh.
***
Malam harinya.....
Ifa sudah bersiap
di belakang panggung, memakai clip on dan dengan gaya yang cool. Rambutnya yang
hitam diberi warna unggu pada bagian ujung-ujungnya.
“Liana bagaimana
ini? kenapa aku gugup sekali? padahal, aku kan sudah biasanya tampil di
acara-acara seperti ini”, kata Ifa gugup
“sudahlah,
tenangkan dirimu, jangan sampai pak Galih marah gara-gara kamu salah dalam
membawakan adegan”, hibur Liana
“Ifa, ayo cepat
bentar lagi giliran kita”, kata Naufal ntah dari mana datangnya
“Iya, mana yang
lain?”, tanya Ifa. “kami disini!”, jawab mereka kompak
“Ayo, cepat kalain
lagi yang masuk”, kata salah satu staff pada mereka. “Ifa, good luck, ya”.
Liana menyemangiti sahabtnya
Ifa dan naufal
memasuki panggung sambil bernyanyi dan diiringi dengan instrumen dikuti oleh
teman-teman mereka yang lain. Dalam drama ini mereka yang menjadi tokoh
utamanya. Ifa berusaha menormalkan detak jantungnya yang tak beraturan, setiap
ada kesempatan dia melirik kearah panggung mencari seseorang yang diharapkannya
datang, melihat penampilannya.
Sesaat 20 menit
telah berlalu *anggap aja gitu*, Ifa kembali ke belakang panggung karena dia
juga harus mempersiapkan untuk penutup acara ini. dia pergi keruang make up
mengambil gitarnya. Lalu kembali, dia bergabung dengan teman duetnya yang
bermain gitar dan juga lagi berkumpul dengan Liana dan teman-temannya yang
bermain biola.
“masih Gugup?”,
tanya Liana pada Ifa. “Gak, karena aku tau dia sudah datang”, Jawab Ifa santai.
“Dia siapa? Setahuku kamu belum punya pacar deh”, celetuk salah satu teman Ifa
“aduh, kenapa
kalian berdua masih disini ntar lagi kalian yang masuk. Cepat!”, kata Pak galih
pada Ifa dan temannya. Terpaksalah Ifa berjalan kearah belakang panggung. Dia
akan keluar dari sisi kiri sedangkan temannya akan keluar dari sisi kanan.
Sesuai kesepakatan, ketika drum sudah berbunyi Ifa dan temannya akan muncul
dari bawah panggngung sambil bermain gitar, tak lama sedusah itu 5 orang pemain
biola muncul dari belakang panggung.
***
Soo Hyun POV
Aku dan
Hyung-hyungku sudah bersiap untuk melihat penampilan gadis itu. ah, rasanya aku
ingin sekali cepat-cepat datang kesana dan melihat gadisku. Apakah aku sudah
kelihatan tampan? apakah aku sudah cukup tampan untuk dilihat oleh gadis itu?
adaapa dengan Soo Hyu? Tanyaku dalam hati
“Kamu itu sudah
tampan Soo Hyun-a. Sudah-sudah, kau menyuruh kami untuk cepat-cepat tapi kamu
sendiri belum siap dan hanya berkaca dan senyum-senyum sendiri”, ledek Shi Wu
Hyung
“Iya, Hyung aku
juga sudah siap ”, kataku datar
Mereka semua hanya
tertawa melihatku, yang selama diperjalanan senyum-senyum sendiri. Ah,
menyebalkan, gara-gara gadis itu aku jadi, seperti ini, kenapa banyangan gadis
itu tak pernah hilang dari pikiranku? Kenapa? Kenapa? Batinku frustasi
***
Setelah lama
berjalan, akhirnya sampai juga di gedung ini. aku memperbaiku bajuku dan berjalan
dengan santai.
“Sudah, kau sudah
tampan Soo Hyun-a, walau tak setampan diriku”, kata Yong Jin Hyung, dan
lagi-lagi aku jadi bahan tertawaan hyung-hyungku
Aku memasuki gedung
itu dan duduk dibangku yang sesuai dengan karcis yang diberikan gadis itu untukku.
Jantungku berdebar-debar menunggu gadis itu keluar dan menampakkan bakatnya.
Mataku terus tertuju kearah panggung dan gadis itu belum muncul juga. Apakah
dia membohongiku? Tidak mungkin dia membohongiku! Batin ku
Acara dimulai
dengan nyanyian beberapa orang yang ada di panggung, sepertinya menggambarkan 2
buah kelompok yang sedang bertengkar. Tapi, aku tidak melihat gadis itu dimana
dia? Tak lama muncul 4 orang lagi sambil bernanyi, 2 cowok dan 2 cewek dan
salah satunya adalah gadis itu dan teman cowoknya. Aissh, kenapa aku jadi gak
suka melihat mereka berdua seperti itu.
Ah, dia mulai
melihat kearah penonton, akhirnya aku bisa meihat wajah cantiknya. Aku
mengamitinya dengan seksama, senyumnya, gerakannya, bahasa tubuhnya, dan
suaranya membuat jantungku tambah berdetak tak beraturan. Sepertinya aku mulai
menyukai gadis ini. ah, tidak, tidak mungkin aku menyukai gadis ini secepat
itu.
Setelah menyanyikan
beberapa lagu, dia dan beberapa orang temannya kembali ke belakang panggung.
Tapi, teman cowoknya itu tidak masuk melainkan mengeluarkan sebuah harmonika
diikuti oleh 4 orang temannya, lalu duduk di sebuah tempat yang
bertingkat-tingkat, dan mulai memainkannya. Lalu terdengar musik drum yang
mengiringi alunan harmonika tersebut.
Tak lama kemudian,
terdengar suara gitar elektrik yang menggema dan bergabung dengan suara drum
dan harmonika. Terlihatlah seorang gadis dan seorang laki-laki keluar dari
bawah panggung sambil memainkan gitar mereka. saat itu jantungku mulai berdetak
kembali karena gadis yang bermain gitar itu adalah sakura. Aku tak menyangka
kalau dia bisa bermain gitar sehebat itu dan dia juga memakai gerakan. Jarang
sekali aku melihat orang bermai gitar dengan gerakan yang hebat seperti itu.
apalagi memainkan musik yang cepat seperti itu.
“Wah, Sakura itu sangat hebat ya bermain
gitar, menggunakan gerakan pula tu, hebat!!”, puji Jun Soo Hyung yang mengahdap
kearahku dengan tawanya
“Iya, aku juga tak
menyangka gadis yang hampir saja membunuhku bisa bermain gitar sehebat itu”,
sambung Gyum Hyung
“karena itu soo
Hyun menyukainya”, celetuk Shi wu hyung yag membuat semua hyungku menoleh
kearahku. Aish, namja ini, tak bisa menjaga rahasia
“Benarkah, Soo
Hyun-a?”, tanya mereka semua dengan kompak. Untungnya semua penonton sendang
ribut jadi, tak ada yang menoleh kesini
“Tidak! Aku tidak
menyukainya!” jawabku sambil menunduk menyembunyikan pipiku yang mungkin sudah
merah semerah tomat
“Kalau kau tidak
menyukainya, kenapa kau menyembunyikan wajahmu?”, Ji Hoon Hyung ikut-ikutan
menggodaku
“Aku tidak menyebunyikan
wajahku, tadi omma ku sms, kalau aku harus segera pulang”, dustaku
“benarkah? Aku tak
percaya, bocah sepertimu tidak dapat di percaya”, kata Rae ki Hyung
“Betul, mana
mungkin oemma mu sms. Ah, kau berbohong ya. Lihat pipimu itu sudah semerah tomat.
Bisa-bisanya kau menyembunyikan hal ini dari kami semua, Soo Hyun-a”. Yong Min
Hyung ikut-ikut menggodaku. Aissh, ini gara-gara Shi Wu hyung yang membokar
rahasiaku
Aku hanya bisa diam
mendengar ledekan hyung-hyungku itu. akhirnya ledekan itu berhenti 5 orang
gadis keluar dengan biola, lalu memainkannya, membuat semua hyungku terpana
dengan kalaborasi beberapa alat musik tersebut yang disambut tepuk tangan para
penonton. Selain itu para dancer juga keluar mereka membentuk formasi V.
“Wah! Hebat, mereka
sangat kreatif, bisa menggabungkan semuanya menjadi satu”, puji Yong jin Hyung.
“benar, aku setuju denganmu, kukira ini hanya penampilan drama musikal biasa
tapi, sepertinya pendapatku salah, ini adalah
pertunjukan yang mengagumkan”, lanjut Shi Wu Hyung
“Iya, membuatku
tidak mengantuk dalam acara ini. kalian tahu biasanya aku akan tertidur jika
menonton drama musical”, kata Ji
Hoon hyung
bersemangat.
“Soo Hyun-a,
bagaimana kamu bisa mendapatkan tiket untuk menonton darama ini?”, tanya Jun
Soo Hyung
“Oh, itu, Sakura
yang memberikannya padaku”, kataku datar
“Sudah kuduga”,
katanya lagi.
“Maksud Hyung?”, tanyaku bingung.
“Maksudku kalian
itu sama-sama suka”, jawabnya santai dan semua hyungku kembali menertawakanku
Saat musik mulai
berhenti dan hanya suara Biola dan piano yang terdengar hyungku kembali
menghadap ke pentas. Menyaksikan pertunjukan itu dengan seksama.
sekitar 3 menit
para pemain biola dan piano berhenti dan pemain gitar dan bass memainkan musik
mereka kembali diiringi suara drum. Selang 4 menit para pemain gitar berhenti
dan hanya pemain harmonika yang mengeluarkan suara harmonika yang indah,
penonton kembali bertepuk tangan, begitu pula hyung-hyungku yang ikut-ikutan
menghebohkan suasana. Beberapa menit kemudia semua pemain memainkan alat musik
mereka kembali bergabung menjadi satu membentuk sebuah alunan musik yang indah
walau itu adalah musik dengan tempo cepat tapi, mereka bisa berkonsentrasi
dalam memainkannya.
“KAK SAKURA! I MISS
YOU”, teriak salah satu penonton yang membuat kepalaku dan hyungku menoleh
kesumber suara. Kulihat ada anak yang umurnya sekitar 15 thn yang meneriaki
nama Sakura. Sepertinya, dia kenal dengan sakura.
“Apa yang di
katakan anak itu?”, tanya hyungku padaku
“mana aku tau, aku
kan bukan orang Indo”, jawabku dan kembali menghada kepanggung
“Ya, aku tau itu’,
katanya dengan santai. Membuatku kesal saja
“Baiklah penonton
yang berbahagia, terima kasih sudah datang untuk mengahadiri drama musikal yang
kami adakan, terima kasih banyak semoga anda terhibur”, kata salah seorang
gadis yang kuyakin itu Sakura.
***
Author POV
Acara malam ini
sunguh berjalan dengan lancar. Semuanya terlihat sangat bahagia dan juga
terhibur oleh penampilan murid-murid yang sangat mengagumkan.
“Wah! Acara ini
berjalan dengan suksesnya, untuk gak ada kesalahan tadi”, “iya padahal tadi,
aku gugup banget loh”, kata murid-murid yang sedang asyik merapikan
barang-barang mereka. “Kalian tau gak, katanya Ifa tadi, sedikit gugup pas mau
tampil, kalian tau gak apa masalahnya?”, “Iya, masa iya dia gugup, dia kan udah
biasa tampil di panggung-panggung”, “Mungkin diacara tadi ada pacarnya kali”,
“Hush, kalau ngomong hati-hati! Kalau misalnya dia belum punya pacar gimana?”,
“mana tau gitukan?”, “aduh! Kok malah ngomongin orang sih seharus kita
cepat-cepat membereskan semua barang-barang ini agar cepat samapi di hotel lalu
tidur dengan nyaman, udah cepetan, malah bengong lagi”. *itu sih para murid
yang suka gosip, jadi maklumin aja*
Didekat para gadis
yang bergosip tadi, ada Ovie yang sengaja kebelakang panggung buat ngasih
selamat untuk adik-adiknya. Dia mendengar semua perkataan tiga gadis tadi, dan
langsung berlari mencari Ifa, ingin menyakan apa yang sebenarnya terjadi.,
sayanganya Ifa dan Liana tidak ditemukan karena mereka sudah duluan pergi.
***
Di kamar Liana &
Ifa....
BRRAAKK!!!
Ifa yang sedang
asyik bermain PSP dan Liana yang sedang asyik berkutat dengan laptopnya kaget
mendengar suara pintu kamar mereka dibuka. Liana segera melihat kearah pintu
dan menemukan Kak Ovie, Kak Dinda, dan Kak Caresse di depan pintu, sedang Ifa
tetapa berkutata dengan PSPnya dan tak menghiraukan kedatangan kakak-kakaknya.
“Ifa, kamu harus
menjelaskan pada kami bertiga, kenapa kamu sangat gugup saat tampil dipanggung?
Apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih tanpa sepengetahuan kami?”, tanya
Dinda yang membuat Ifa kaget dan mengalihkan pandangannya pada Dinda yang kini
sudah ada di hadapannya.
“Maksud kakak?”,
tanya Ifa bingung
“Sudah jawab
saja!”, sekarang Caresse ikut-ikut bicara
“Aku memang gugup
tadi, tapi bukan
berarti aku
memiliki kekasih, kalau pun aku memiliki kekasih apa urusannya sama kalian
semua?”, jawab Ifa ketus dan kembali melanjutkan permainannya
Karena tak puas
dengan jawaban aduknya, Dinda, Ovie, dan Caresse kembali keasramanya karena
males meladeni adik mereka yang evil ini, kalau dilanjutakan, pertengkaran ini
tak akan habisnya dan mereka pasti akan selalu terpojokan.
***
Paginya Ifa dan Soo
Hyun kembali berbarengan keluar dari kamar. Membuat sepasang insan ini terdiam
untuk sejenak.
“Kau mau kemana,
bukankah penampilan kalian sudah selesai?”, tanya Soo Hyun
“Aku mau
jalan-jalan bersama teman-teman sekolahku. Bagaimana? Apa penampilanku bagus?”,
tanya Ifa pada Soo Hyun yang segera meletakkan tangannya yang menandakan dia
sedang berfikir
“Em, menurutku
penampilanmu bagus, aku tak menyangka kalau kau begitu hebat, selamat ya”, puji
Soo Hyun.
“ Apakah kau tidak bisa menemaniku untuk
jalan-jalan ?”, tanya Soo Hyun dengan hati-hati
“Maaf, aku tidak
bisa, aku sudah berjanji, kalau besok aku bisa menemanimu”. Jawaban Ifa barusan
membuat Soo Hyun kecewa tapi, tertutupi oleh senyum manisnya
“Tidak apa-apa.
Tadi, aku hanya bercanda”, jawab Soo Hyun datar
“baiklah, aku pergi
dulu, bye”, kata Ifa yang segera berlalu dari hadapan Soo Hyun. soo hyun hanya
menetap kepergian gadis itu dengan sedih karena hari ini adalah hari di mana
dia harus pergi korea.
***
Malam harinya....
Ifa Pov
Aku sangat lelah
badanku sangat letih, gara-gara jalanjalan tadi. Tapi, tak apalah kapan lagi
aku akan jalan-jalan seperti ini lagi bersama mereka. saat memasuki hotel salah
seorang memanggilku dengan sebuah surat beramplop pink di tangannya.
“ Permisi nona Ifa! “, kata salah seorang
pelayan padaku
“ Iya, ada apa? “, tanyaku penasaran,
jangan-jangan ada fans yang mau ketemu lagi, atau promotor yang meminta adakan
konser, benar-benar melelahkan.
“ Ini ada titipan surat untuk nona. “, jawab
pelayan itu padaku. Ketika aku ingin bertanya siapa yang mengirim surat ini
Liana memanggilku.
“ If ayo cepat, aku capek pengen tidur nih! “,
Liana berteriak padaku, ’ aduh anak ini menyusahkan deh! ‘ rutukku dalam hati.
“ iya, tunggu sebentar! Kapan surat ini
diberikan pada mu dan siapa orangnya? “, tanyaku lagi pada pelayan hotel ini.
“ Saya menerimanya baru tadi sore, yang mengirimnya Tuan…. “
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar