Ifa POV
“ Permisi nona Ifa! “, seorang pelayan hotel memanggil nama
ku.
“ Iya, ada apa? “, tanyaku penasaran, jangan-jangan ada fans
yang mau ketemu lagi, atau promotor yang meminta adakan konser, benar-benar
melelahkan.
“ Ini ada titipan surat untuk nona. “, jawab pelayan itu
padaku. Ketika aku ingin bertanya siapa yang mengirim surat ini Liana
memanggilku.
“ If ayo cepat, aku capek pengen tidur nih! “, Liana
berteriak padaku,’ aduh anak ini menyusahkan deh! ‘ rutukku
dalam hati.
“ iya, tunggu sebentar! Kapan surat ini diberikan pada mu
dan siapa orangnya? “, tanyaku lagi pada pelayan hotel ini.
“ Saya menerimanya baru tadi sore, yang mengirimnya Tuan…. “, belum selesai pelayan ini berbicara
Liana kembali memanggil dan mengancamku.
“ Cepetan dong! Kalau nggak aku tinggal nih! “, ancam Liana
padaku, sepertinya dia tau kalau aku tidak