Dorm D2-A (sub boy
band dari S.Y.P. yang hanya terdiri dari cewek-cewek saja dan RN-A hanya untuk
cowok saja)
Liana POV
Jam beker yang
memekakkan telingga itu berbunyi dengan keras, membuat aku terbangun dari tidur
nyenyak ku. Aku berusaha membuka mataku yang terasa berat, tanganku berusaha
mencari jam beker disekitar meja ada diatas meja disebelah tempat tidurku. Sesaat
kemudian aku berhasil mendapatkannya dan langsung mematikan benda yang
memekakkan telingga itu.
“Akhirnya mati
juga, jam berapa sekarang? Aish udah 05.30, aku belum shalat Subuh lagi”. Aku bergumam sendiri sambil menyibakkan
selimut yang menyelimuti tubuhku.
Acara tadi malam itu membuat semua badanku terasa
sangat sakit dan tenggorokanku juga terasa sakit karena harus bernyanyi. Aduh
bagaimana ini? mana nanti test vocal lagi ah ini benar-benar menyebalkan.
Aku berjalan dengan
rasa malas kekamar mandi, aku membasuh mukaku untuk menyegarkan pikiran. Sesaat
kemudian aku keluar dari kamar mandi bersiap untuk melaksanakan sholat subuh
yang waktunya hampir habis.
Aku membuka pintu
kamar, aku melihat kesekeliling, tidak ada orang disekitar sini. Sepertinya
mereka belum bangun dadi tidur nyenyak mereka. ah, sepertinya aku punya cara untuk membangunkan mereka secara
bersamaan dalam satu waktu! Batinku dengan menyungingkan senyum lebar.
Aku mulai melangkah
kekamar yang berada tepat disebelah kamarku, aku mulai membuka pintu itu dengan
perlahan, tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Perlahan-lahan aku melangkagkan
kakiku masuk dengan hati-hati kekamar yang menurutku cukup berantakan untuk
seorang cewek. Aku mendekati tombol lampu. Tara...! lampu hidup dan aku dapat
melihat kalau gadis itu masih tidur dengan nyenyak dipulau kapuknya. Aku
berjalan perlahan mendekat ke gadis yang sedang tertidur dengan pulas.
“IFA BANGUN”, aku
mulai berteriak sambil menguncang tubuh gadis yang sedang tertidur pulas itu.
“Aduh, apaan sih,
ada gempa ya, kenapa kamar ini serasa berguncang sangat kuat”, gumamnya dengan
mata yang masih tertutup dan juga senyum tak berdosanya itu.
“HEI! IFA CEPAT
BANGUN” aku kembali berteriak tapi, tidak lagi menguncang tubuh gadis itu.
“apakah gempanya
sudah berhenti, sepertinya begitu, dan sekarang ada suara gemuruh. Aduh
menganggu tidurku saja”, dia kembali bergumam tidak jelas tapi, aku bisa
mendengar itu karena dia berbicara cukup keras walau sedikit tidak jelas. Dan
membuka matanya yang sepertinya tersa berat.
“HEI! Ifa apakah
kau ingin bermain-main dengaku, kau tau suaraku sudah habis karena konser
semalam dan kau membuat suaraku kembali serak akibat membangunkanmu, kau tau?
Sebaiknya kau cepat bangun dan bantu aku membangunkan yang lain”, diana mulai
berbicara dengan suara yang sedikit rendah
“Kalau suarumu
serak kenapa teriak-teriak? Kau tau telinggaku sakit mendengarnya. Ah, sudahlah
aku masih ngantuk sebaiknya kau keluar dan jangan lupa matikan lampunya lagi,
silau tau dan juga tolong tutup pintunya. Terima kasih”, Jawabnya dengan santai
sambil menarik selimutnya kembali. Aiish, gadis ini membuatku naik darah saja.
“kau kira aku
pembantumu apa? Seenaknya saja menyuruhku, Ifa cepat bangun, kalau tidak aku akan
menyirammu dengan air”. Aku berjalan kearah kamar mandi yang ada dikamarnya.
Aku menunggu air
ini memenuhi ember, selang 1 menit aku tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di
kepalaku. Segera ku matikan kran air lalu berjalan kearah tempat tidurnya
dengan senyum ku yang tak kalah evilnya dari dirinya yang notabenenya adalah
adik terevil disini.
Ifa POV
“IFA BANGUN”,
teriaknya sambil menguncang tubuhku. Rasanya tulangku yang sudah remuk
bertambah remuk akibat guncangan yang dilakukan cewek ini. ya, Liana maksudku.
Dia memang selalu membangunkanku dengan cara ini. ah, aku benci sekali.
“Aduh, apaan sih,
ada gempa ya, kenapa kamar ini serasa berguncang sangat kuat”, gumamku dengan
senyum kemenangan yang membuat gadis yang sedang berdiri didekatku itu kesal.
Ah, cara ini memang selalu berhasil.
“HEI! IFA CEPAT
BANGUN”. Dia kembali berteriak, itu membuat telinggaku sakit mendengar
teriakannya. Sepertinya dia masih bertahan untuk membangunkan ku, dengan cara
yang seperti itu, kau takkan berhasil.
“apakah gempanya
sudah berhenti, sepertinya begitu, dan sekarang ada suara gemuruh. Aduh menganggu
tidurku saja”. Aku kembali bergumam sambil membuka mataku yang terasa sangat
berat untuk dibuka dan kupastikan dia mendengarnya.
“HEI! Ifa apakah
kau ingin bermain-main dengaku, kau tau suaraku sudah habis karena konser
semalam dan kau membuat suaraku kembali serak akibat membangunkanmu, kau tau?
Sebaiknya kau cepat bangun dan bantu aku membangunkan yang lain”. Dia kembali
berbicara tetapi, dengan suara yang sedikit rendah dari yang tadi tapi, tetap
saja masih membuat telinggaku sakit.
“Kalau suarumu
serak kenapa teriak-teriak? Kau tau tidak telinggaku sakit mendengarnya. Ah,
sudahlah aku masih ngantuk sebaiknya kau keluar dan jangan lupa matikan
lampunya, silau tau dan juga tolong tutup pintunya. Terima kasih”, jawabku
dengan senyum evilku. Sepertinya dia mulai kesal dengan jawabanku tadi, aku bisa
melihat dari bola matanya yang sekarang berubah menjadi warna merah.
“kau kira aku
pembantumu apa? Seenaknya saja menyuruhku, Ifa cepat bangun, kalau tidak aku
akan menyirammu dengan air”. Aku tidak menghiraukan kata-katanya. Aku tau kalau
dia hanya mengancamku. Dia pikir aku anak umur 5 tahun apa yang bisa diancam
seperti itu.
Kulihat dia pergi begitu saja, tapi mengapa kekamar
mandi, sepertinya dia benar-benar akan melakukannya. Ah terserahlah!. Aku
kembali menarik selimutku dan menaruh bantal diatas kepalaku agar kepalaku
tidak terkena guyuran dari cewek itu.
Sesaat kemudian aku
mendengar kalau dia keluar dari kamar mandi, aku mengintip sedikit tapi,
mengapa dia tidak membawa ember yang berisi air, sepertinya dia menyerah. Ah,
aku memang tidak dapat dikalahkan.
Apa yang terjadi?
kenapa dia menarik selimutku?
“Liana apa yang kau
lakukan kenapa kau menarik selimutku?”, aku mulai kesal dengan kelakuannya.
“kalau kau tidak
turun dari tempat tidurmu sekarang, aku akan menggelitikmu”, katanya dengan
senyum penuh kemenangan.
“Silakan saja kalau
berani dan jika kau ingin membuat kehebohan diasrama ini”, tantangku padanya.
“Itu yang kuharapkan
dari tadi”, dia menyanggupi tantanganku.
Dia mulai berjalan
kearahku, melihat dia berjalan saja sudah membuatku takut. Aiiish, wanita ini!
umpatku. Aku mulai berlari menghindarinya, awalnya aku mengelilingi kamar tapi,
pada akhirnya aku mengelilingi dorm yang
membuat semuanya terbangun karena kehebohan yang aku dan Liana ciptakan. Tapi,
tidak semuanya juga sih.
“Sudah hentikan.
Kau bukan saja membuat semua yang ada disini terbangun tapi, juga membangunkan
semua orang yang ada di apartemen ini. aku tidak akan bertanggung jawab jika
sebuah panci melayang pas dikepalamu”, kataku dengan nafas terengah-engan
dibelakang kursi dengan posisi siap, untuk berlari menjauh dari Liana.
“tak apa,
seharusnya mereka berterima kasih padaku karena telah membangunkan mereka”,
katanya dengan nafas yang terengah-engah didepan kursi tamu
“aiish, kau ini
selalu menyiksaku dengan kelakuanmu itu! Sudahlah aku mau kekamar, aku capek
tau gak gara-gara kamu tulangku yang semula remuk bertambah remuk”, kataku
dengan sedikit ketus, membuat Liana terdiam dan tak berani mengejarku lagi. Ah, cara ini memang bisa
membuat dia terdiam dan sedikit menjauh dariku.
Langkahku terhenti
mendengar suara pintu kamar apartemen terbuka, aku dan Liana melihat siapa yang
ada didepan pintu. Takut kalau ibu-ibu yang ada diapartemen ini benar-benar
membawa panci dan melemparnya tepat
kearah kepala kami berdua.
Selang beberapa
detik nafas kami yang semula tertahan kini sudah bernafas lega karena yang
masuk ke dorm itu adalah Reyhan. Dasar cowok ini, belum mencuci mukanya, tapi sudah kesini.
***
Author POV
Reyhan keluar dari
kamarnya, bergumam tidak jelas dan mengucek-ngucek matanya yang menunjukkan
kalau dia baru bangun tidur karena keributan yang terjadi diapartemen sebelah
(dorm D2-A), kakinya yang terasa berat, dipaksanya melangkah untuk melihat apa
yang sebenarnya terjadi di sebelah.
Reyhan membuka
pintu dorm D2-A, lalu melihat dua orang yang begitu dikenalnya itu sedang
menatap kearahnya dengan tatapan yang sedikit panik. “Hei! Kalian berdua
pagi-pagi udah buat kehebohan di asrama. Kalian berdua benar-benar….”.
“Benar-benar apa,
hah? Lagian kalian pada susah dibangunin makanya kami berdua buat kehebohan
disini supaya kalian semua bangun”, Ifa segera memotong perkataan Reyhan dengan
ketus
“Tapi gak kayak
kini juga kali, kalian itu bukan hanya membangunkan kami, tapi juga
membangunkan semua orang yang ada di gedung ini”, jawab reyhan yang tak kalah ketusnya.
“Ya aku tau!
Memangnya kenapa kalau aku membangunkan semua orang sekaligus, apa salah?
Hah!!”, kata Ifa dengan enteng dan tatapannya masih tajam dan dingin yang
menusuk tepat dimata Reyhan, membuat Reyhan hanya menundukkan kepalanya karena
tak kuat menatap Ifa lebih lama.
Bukan hanya Reyhan,
Liana juga hanya bisa diam terpaku takut kalau Ifa bakalan ngamuk. Itu tambah
berbahaya, bisa-bisa semua barang-barang yang ada di dorm bisa hancur terkena
amukannya dan yang bisa menengkannya saat ini hanyalah abang sepupunya
(Andrea).
“Ifa, kamu mau
kemana? Apakah kamu marah sama aku karena kejadian ini, maafkan aku, jika aku
membuatmu marah”, Liana mulai memberanikan dirinya untuk berbicara meski
terbata-bata.
Langkah Ifa
terhenti, dia berbalik menghadap kearah Liana yang hanya berdiri diam dengan
perasaan campur aduk. Ifa menatap Liana dengan tatapan dingin yang membuat
suasana menjadi beku karena tatapannya. Dari tatapan mata Liana, dia bisa
membaca kalau Liana merasa bersalah. Karena malas membuat temannya takut dia
menyunggingkan sebuah senyum evilnya, yang menandakan kalau dia hanya main-main.
“Kau Tidak
melakukan apapun kan, berarti kau tidak salah”, Ifa menjawab pertanyaan Liana dengan santai dan
tampang tidak berdosanya yang membuat Liana menjadi tambah kesal.
“Kau! beraninya kau
membuatku tampak seperti orang bodoh disini. Awas kau gadis Gila!”. Reyhan yang
merasa dipermainkan oleh Ifa, mulai berteriak kearah Ifa membuat semua yang ada
dikamar terbangun dan keluar dari kamar melihat kehebohan yang kembali terjadi.
“Akhirnya kalian
semua sudah bangun, Reyhan terimakasih, karena teriakanmu semua orang jadi
bangun. Jadi, aku tak perlu menghabiskan tenaga untuk berteriak membangunkan
mereka satu-persatu”. Ifa masih menunjukkan senyum evilnya dan akhirnya tertawa
lepas karena tak tahan menahan tawa melihat wajah Reyhan yang cemberut.
“Pagi semua! Hai!
Loh, Reyhan kok kamu ada disini?”, tanya Caresse pada Reyhan yang sudah ada diapartemennya.
“Iya, ni kak. Orang
berdua ni, pagi-pagi udah buat keributan, membuat tidurku terganggu”. Kata
Reyhan dengan nada kesal.
“Enak aja, kamu kan juga
ikut-ikutan”, kata Liana.
“Ya sudah! Gak usah
diributkan lagi, Reyhan lebih baik kamu pulang, bangunin abang-abang kamu. Trus nanti kalau mau
sarapan kesini aja, kami mau buat sarapan”, Caresse menegahi pertengkaran yang
mungkin akan terjadi kembali.
Sekarang Ifa, Liana
dan Caresse, sudah ada didapur berkutat dengar kerjaan masing-masing. Seperti
biasa, sarapan pagi member S.Y.P. adalah 4 sehat 5 sempurna. Jadi, mereka
bertiga agak kewalahan karena harus membuat porsi yang banyak, ya maklum aja
kalau habis konser mereka pasti banyak makan. Untungnya mereka bertiga udah
terbiasa jadi, itu mudah untuk dilakukan.
***
Setelah sarapan selesai semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga menciptakan suasana hening.
“Aku pergi dulu ya!”
Dinda datang memecahkan suasana.
“Mau kemana kak
pagi-pagi begini?? pakaiannya rapi banget lagi.” Naufal bertanya dengan nada
terkejut.
“Kakak ada kuliah pagi, udah ya kakak pergi dulu
hampir telat nih!”. Dinda buru-buru berjalan keluar.
“Kak tunggu dulu..”. teriakan
Ovie dan Caresse menghentikan langkah Dinda.
“Kita pergi bareng
ya..” Kata Caresse dan Ovie dengan nada memelas pada Dinda.
“Kalau mau pergi
bareng cepat, kakak udah telat nich!!”. Dinda menarik tangan kedua adiknya dan
langsung keluar dari dorm.
“Kami pergi dulu,,
Bye…!” Dinda,Caresse dan Ovie berpamitan pada semua orang yang ada di dorm
D2-A.
Dinda, Caresse dan
Ovie udah berangkat kuliah. Andrea yang baru selesai makan duduk di sofa heran melihat
adik-adiknya yang masih santai. Reyhan dan Liana lagi asyik nonton TV sambil
bernyanyi-nyanyi ‘kayaknya mereka lagi
latihan vocal deh, tapi yang dua orang lagi mana, pasti lagi main game..’ Andrea
celingak clinguk mencari dua orang adiknya belum tampak dari tadi yang ternyata
lagi asyik main game di sisi lain ruang santai dorm D2-A.
“Kalian gak
sekolah??”. Andrea bertanya pada Naufal dan Ifa tapi tak dijawab.
“ahh.. aku kalah…!”
Naufal tampak kesal karena pertanyaan Andrea menyebabkan kekalahannya(?).
“NAUFAL! IFA! KALIAN
NGGAK SEKOLAH HAH! MALAH ASYIK MAIN GAME DISINI” dengan setengah berteriak
Andrea kembali bertanya.
“Aduh, abang kami itu
sekolahnya jam 10.00 nanti, dikarenakan test vocal, jadi, gak usah ribet gitu
deh jadi abang!!”. Ifa menjawab dengan entengnya.
“Kalau kalian test
VOCAL latihan kayak mereka berdua tuh!!”.Andrea menunjuk kearah Liana dan
Reyhan yang nonton TV sambil bernyanyi.
“Abangku sayang,
walaupun kami gak latihan kami tetap diperingkat yang tertinggi, kalau Reyhan
memang butuh latihan yang full…”.Ifa berbicara dengan nada mengejek.
“Eh, kalian berdua
kepedean banget, gini-gini aku juga punya bakat nyanyi tau…!! “ Reyhan menjawab
dengan nada kesal karena merasa diremehkan oleh Ifa.
“ Udah, jangan
bertengkar. Sekarang abang mau pergi dulu baik-baik ya di dorm! “. Andrea pun
keluar dari dorm meninggalkan keempat adiknya yang masih duduk di bangku
pendidikan yang setara dengan SMA itu.
Mereka berempat sekolah
di sebuah sekolah seni ternama di Indonesia. Sekolah itu setara dengan SMA,
disana tidak hanya belajar seni, music dan akting tapi juga ada pelajaran umum
seperti IPA, Matematika, Bahasa Inggris.
Disana juga ada pelajaran bahasa tambahan seperti Ifa yang mengambil Bahasa
Korea dan Jepang, Liana bahasa Korea dan Mandarin, Naufal bahasa Jepang dan
Inggris dan Reyhan bahasa Jepang dan Mandarin.
“ Naufal Ifa, udahan
deh main gamenya sekarang udah jam 09.00, jam 10.00 kita kan ujian! “. Liana
yang telah selesai ganti baju menyuruh Naufal dan Ifa agar bergegas mepersiapkan diri mereka sebelum berangkat sekolah.
“ Iya Li, ini juga
udah selesai. “ Ifa beranjak dari tempat duduknya dan segera masuk kamarnya.
***
Liana POV
Semua murid sudah
masuk ke dalam ruang test, total ada 6 kelas untuk kelas 3 yaitu 3a-3f. Ifa dan
Naufal di kelas 3a sedangkan Liana dan Reyhan di kelas 3b. Karena hanya ada 2
ruang test, kelas 3a-3c digabung jadi Ifa, Naufal, Liana dan Reyhan satu ruang
ujian.
Pak Galih masuk
kedalam ruang test duduk ditempat duduknya dan mengeluarkan kertas penilaian
juga sebuah pena dari dalam tasnya.
“ Baiklah anak-anak,
test akan segera dimulai. Urutan penampilan sesuai dengan abjad yang digabung
antara ketiga kelas, peraturannya sama dengan test-test kalian yang sebelumnya,
perbedaannya hanya kali ini adalah test penentuan kelulusan. “. Perkataan dari
Pak Galih membuat seisi ruangan jadi sedikit ribut.
“ Semuanya harap
tenang, selama teman kalian tampil tidak ada yang bersuara! Sudah bisa dimulai
sekarang? “.
“ Sudah Pak! “. Jawab
semua murid serentak
Waktupun bergulir
hingga sampailah saat nama Ifa dipanggil, ia maju ke depan memainkan gitarnya dan mulai benyanyi.
' Kalau tidak salah setelah nama Ifa kan namaku, aku harus siap-siap nih '. gumamku dalam hati.
' Kalau tidak salah setelah nama Ifa kan namaku, aku harus siap-siap nih '. gumamku dalam hati.
“ Selanjutnya Liana
Thomas Richard! “, namaku dipanggil oleh Pak Galih. Aku memandang reyhan dia tersenyum padaku seakan mengatakan 'berjuanglah Liana kamu pasti bisa!'.
Aku maju ke depan, duduk di depan piano mulai menekan tuts piano dan bernyanyi. Akhirnya selesai juga, aku benar-benar lega berhasil memainkan piano sekaligus bernyanyi dengan baik.
Aku maju ke depan, duduk di depan piano mulai menekan tuts piano dan bernyanyi. Akhirnya selesai juga, aku benar-benar lega berhasil memainkan piano sekaligus bernyanyi dengan baik.
“ Hebat kamu Li,
suaramu benar-benar indah dan permainan piano-mu benar-benar hebat! “. Puji Reyhan, aku memang sangat dekat dengan
Reyhan banyak orang yang menggosipkan kalau Aku dan Dia pacaran. Samahalnya
denganku Ifa sangat dekat dengan Naufal dan juga digosipkan pacaran, tapi kami
hal itu tidak jadi masalah bagi kami karena kami hanya berteman, teman yang
sangat dekat.
" Ah Rey, kamu bisa aja. thank's Rey udah nyemangatin aku tadi! ", aku berterima kasih pada reyhan karena sudah menyemangatiku.
" Ah Rey, kamu bisa aja. thank's Rey udah nyemangatin aku tadi! ", aku berterima kasih pada reyhan karena sudah menyemangatiku.
Sekarang giliran
Naufal bernyanyi, suaranya sangat merdu dan enak didengar. Tak berapa lama
kemudian hampir tiba giliran Reyhan bernyanyi kulihat dia sangat gugup.
“ tenanglah, kamu
pasti bisa kita kan sudah rajin berlatih! “. Aku mencoba menghibur Reyhan yang
tampak sangat cemas.
“ Makasih Li udah
menghiburku. “ Ucapnya dengan tenang dan senyum lebarnya.
“ Reyhan Fernandes “.
Nama Reyhan dipanggil oleh Pak Galih, ia maju kedepan dan siap-siap untuk
bernyanyi. Saat dia akan mulai bernyanyi tampak pada wajahnya ia sangat gugup,
aku tersenyum kearahnya untuk menyemangatinya. Dia mulai bernyanyi dan
terdengar sangat merdu ‘tak sia-sia aku
dan dia berlatih setiap hari’ batinku.
Prok..prok..prok…
Terdengar suara tepuk
tangan dari para murid.
“ Kamu berhasil Rey,
suaramu tadi benar-benar merdu! “. Aku memuji Reyhan seperti dia memujiku tadi.
“ Gak usah berlebihan
Li, ini berkat kamu juga selalu mengajak dan nemenin aku latihan! “, aku merasa
tersanjung saat di puji seperti itu oleh Reyhan.
“ Ya, sama-sama Rey.
Jangan lupa bersyukur pada Allah berkat dia kamu bisa nyanyi dengan lancar kan,
padahal beberapa hari yang lalu kamu batuk kan? “, tak lupa aku mengingatkan
Reyhan agar bersyukur pada Allah.
“ Iya tentu aja! “,
jawab Reyhan mantap.
***
Ifa POV
Test sudah selesai
semua murid keluar dari ruangan test.
“ Kita mau pergi
kemana sekarang? “. Tanya Naufal pada kami bertiga.
“ Pergi kekantin yuk,
aku udah lapar nih! “. Perutku memang sangat lapar sekarang tak ada salahnya
kuajak mereka ke kantin untuk makan.
“ Iya, lagi pula
pengumuman hasil test tadi keluar sesudah jam makan siang kan. Jadi nggak ada
salahnya kita pergi makan dulu! “. Liana menyetujui usulanku, tentu saja dia
setuju wajahnya sudah menunjukkan kalau dia juga kelaparan.
Dikantin kami berempat
langsung mencari tempat duduk karena sudah sangat kelaparan. Maklumlah tadi
pagi gak ada yang semangat makan karena kecapean habis show tadi malam.
“ Kamu mau pesan apa
If? “. Kata Liana sambil melihat makanan yang ada di daftar menu.
“ Aku pesan Mie Ayam
sama Jus Tomat aja deh! “. Aku langsung menjawab pertanyaan Liana karena dari
tadi aku sudah berniat untuk memesan itu.
“ Kalau aku pesan
Bakso sama Yogurt Strawbery aja, kalian berdua mau pesan apa? “. Liana bertanya
pada Reyhan dan Naufal.
“Karena kami berdua
hemat, jadi kami makan mie rebus aja ma minumnya air putih”, Jawab Reyhan
bangga
“Aku gak tu “, jawaban naufal
membuat Reyhan kecewa.
“Aku pesan mie ayam ma jus
jeruk “. kata Naufal lagi.
“Ah, Naufal gak bisa diajak
kompromi”, jawab Reyhan yang kesal banget sama Naufal. “ Ya udah deh aku pesan Bakso sama air putih aja! “.
Sambil menunggu pesanan datang mereka membahas tentang drama musical
yang sudah direncanakan sekolah untuk acara perpisahan sekolah.
“ Oh ya, katanya drama musical kita bakal ditampilin di Bali ya? “.
Reyhan bertanya sambil ngaduk-ngaduk cabe didalam mangkok.
“ Denger-denger sih iya bakal diadain di Ba… “, aku belum selesai bicara tapi...
“ Kalau gitu berarti acara perpisahan kita di Bali dong! “. Liana
memotong perkataanku.
“ Li, aku kan belum selesai ngomong! “. Nih anak bikin kesel deh orang
belum selesai ngomong udah dipotong.
“Sorry sorry, kan Cuma ketinggalan ‘li’ nya doang! “. Jawabnya dengan
kesal karena aku membantahnya.
“ Iya sih, tapi kan sama aja kamu motong pembicaraanku." jawabku dengan kesal, aku paling benci akalu ada yang memotong pembicaraanku.
“ Ini pesanannya, selamat menikmati! “. Pelayan datang membawa makanan
yang kami pesan.
“ Udah, nanti aja lanjutin bantah-bantahannya sekarang makan aja dulu!
“. Nufal menghentikan perdebatan kami dan langsung makan.
***
Author POV
Papan pengumuman
sudah dipadati oleh anak-anak. Mereka semua berebutan untuk melihat hasil test
mereka yang tertera disana. Melihat itu Reyhan gak mau kalah, dia ikut-ikutan
berdesak-desakan melihat hasil testnya.
Tidak sia-sia
perjuangan Reyhan menerobos untuk sampai kepapan pengumuman. Reyhan terdiam
melihat hasil testnya, karena dia masuk kedalah 10 besar dari sekian banyak murid
kelas 3 disekolah seni. Di urutan teratas adalah Naufal, lalu Liana, dan Ifa , mereka bertiga
memang selalu memegang posisi teratas dalam vocal.
“Kelihatan reyhan
senang baget dech”, kata Naufal yang tertawa melihat Reyhan jingkrak-jingkrak
di lapangan.
“iya, sepertinya begitu, lihat aja tingkahnya
kayak anak kecil baru dapat permen”, kata Liana yang ikut-ikutan tertawa.
Reyhan kembali
ketempat teman-temannya berdiri dan memeluk Naufal sangking girangnya. “Selamat
ya, kamu berhasil”, kata Ifa sambil memukul bahu Reyhan
“iya sama-sama, ini
semua kan karena kalian juga yang udah bantu aku latihan vocal selama ini,
makasih ya, dan juga aku bangga bisa bersahabat dengan kalian, padahal dulu aku
sering ngejahilin kalian waktu kita pertama kali bertemu”, kata Reyhan girang
dan juga rasa menyesal yang mendalam.
“udahlah itukan dulu, waktu kita masih SMP”,
Jawab Ifa
dengan gaya bicaranya yang bijaksana “kalau diingat-ingat kamu emang anak yang
jahil banget tapi, mempunyai bakat yang mengagumkan”. Puji Ifa pada Reyhan.
“ Udah berhasil muji-muji, tadi di dorm kamu bilang skill nyanyiku masih
perlu dilatih lagi! “. Reyhan tampak kesal sekaligus senang dengan pujian Ifa.
“ Iya deh sorry, tadi aku memang meragukan skill-mu, tapi sekarang aku
yakin kamu memang pantas jadi anggota SYP! “, Ucapan Ifa membuat Reyhan makin
senang.
“Ah kamu If bisa aja. Selamat juga
buat kalian bertiga, karena posisi kalian masih sama dan tidak ada yang
mengantikan”. Reyhan begitu bangga mempunyai teman seperti mereka bertiga.
“ Hey, gimana hasilnya kalian berempat lulus? “. Ulfa datang dan
langsung mengajukan pertanyaan.
“ Tentu dong, aku kan hebat! “. Reyhan menyombongkan diri di depan Ulfa
agar dianggap hebat oleh Ulfa.
“ Kalau gitu selamat ya! Oh iya, peserta drama musical disuruh ngumpul
sekarang di Ruangan Pak Galih! “. Kata Ulfa sambil tersenyum kearah Reyhan.
“ Gitu ya, Thanks atas informasinya! Kita pergi dulu ya! “, Liana
menarik tangan Ifa dan Naufal untuk pergi dari tempat itu.
“ Eh tungguin, kita pergi sama-sama! “. Reyhan berlari mengejar ketiga
temannya dan meninggalkan Ulfa.
“ Aku pergi dulu ya! “, Pamit Reyhan pada Ulfa sambil tersenyum, hal itu
dibalas Ulfa dengan senyuman.
***
Author POV
At Dorm RNA
“ Gimana test vocalnya
Fal? “, Andrea bertanya pada adiknya yang baru pulang sekolah itu.
“ Alhamdulillah kita
berempat lulus bang! “, Jawab Naufal dangan penuh syukur.
“ Trus perpisahannya
gimana? “, Tanya Andrea lagi pada Naufal yang sekarang sudah duduk di depan TV
untuk main PS.
“ Perpisahannya bakal
diadain di Bali dan juga ada drama musikalnya yang bisa ditonton banyak orang
bang. Jadi perpisahannya 2 hari, hari pertama drama musical dan hari kedua baru
perpisahannya yang bakal dihadiri murid-murid sekolah juga orangtua
masing-masing! “, Jelas Naufal sedetail mungkin pada Andrea.
“ Jadi kalian bakalan
pergi ke Bali, kapan? “, Tanya Carel yang entah sejak kapan duduk di dekat
Andrea.
“ Tiga hari lagi! “,
Jawab Naufal dengan santai sambil terus bermain game.
“ terus, kamu gak
siapin barang-barang yang mau kamu bawa nanti? “, sekarang datang Vachel dengan
setoples makanan ringan di tangannya.
“ Ah,, Abang-abang ni,
kalian nanya terus sih jadi nabrak tembok tu mobilnya! “, semua orang yang ada
di ruang santai dorm RNA tertawa mendengar perkataan Naufal.
“ itu tandanya kamu
udah di suruh berhenti main game sekarang dan ganti baju! “, kata andrea yang
masih tertawa melihat kekalahan adiknya.
“ iya deh, aku ke
kamar dulu mau ganti baju sekaligus siap-siap! “, dengan pasrah Naufal berjalan
menuju kamarnya.
At dorm D2-A
Ifa dan Liana sudah
sampai di depan pintu dorm mereka, Ifa membuka pintu dan mereka berdua berjalan
masuk ke dalam. Baru saja mereka
melangkahkan kaki di dalam dorm mereka langsung dicercah pertanyaan oleh
kakak-kakak nya.
“ Eh udah pulang,
gimana test nya? “, Ovie yang pertama kali melihat dua adiknya masuk dorm,
langsung bertanya dengan antusias.
“ Kalian lulus? “,
Tanya Dinda sama antusiasnya dengan Ovie.
“ Terus, perpisahannya
gimana dan juga kalian mau liburan kemana? “, Caresse datang dari dapur sambil
membawa sepiring pasta.
“ Kakak satu-satu dong
nanya nya, pusing tau denger pertanyaan kalian yang bertubi-tubi itu! “, Liana
menjawab dan menghempaskan tubuhnya ke sofa yang berada di dekatnya.
“ Oke biar aku jawab
satu-satu, test nya lancer dan kami berempat lulus, soal perpisahannya bakal
diadain di Bali selama 2 hari! “, Ifa menjawab ketiga pertanyaan kakak-kakak
nya sambil memakan pasta Caresse, dan langsung dimarahi Caresse.
“ Di Bali, 2 hari? Kalian
serius? “, Tanya Dinda pada kedua adik nya yang sekarang sibuk makan pastanya
Caresse.
“ Iya,kenapa sih kak,
terkejut banget kayaknya? “, jawab Liana dengan mulut terisi pasta.
“ Berarti sekalian
liburan dong, kakak ikut ya! “, Dinda memelas pada kedua adiknya.
“ Kita emang berencana
buat ajak kalian semua, biar rame lagipula acara hari pertam bebas di tonton
semua orang dengan membeli tiketnya! “, jawab Ifa sambil berjalan ke kamarnya.
“ iya kak soalnya hari
pertama itu drama musical dan kami berempat juga berperan dalam drama itu! “,
sambung Liana yang udah sekarang udah masuk kedalam kamarnya.
“ Asyik liburan ke
Bali, bisa ngeliat bule-bule keran disana! “, suara teriakan gembira Dinda
membahana di dorm D2-A.
“ Oh ya, kapan kalian
pergi? “, teriak ovie dari ruang santai agar terdrngar sampai ke kamar kedua
adiknya.
“ Tiga hari lagi! “,
Ifa berteriak dari dalam kamarnya.
“ Makanya kakak harus
siap-siap dari sekarang dan putusin mau pergi atau nggak, biar kami booking
tiket untuk kakak-kakak dan abang-abang yang mau pergi. “, Liana menjelaskan
pemberitahuan itu dengan berteriak dari kamarnya.
Waktu makan malam
mereka semua berembuk dan memutuskan untuk pergi ke acara perpisahan adik-adik
mereka. Mereka juga akan menginap di Hotel milik Andrea yang ada di Bali.
***
Three days later…
Author POV
Pesawat melesat dari bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Ngurah Rai. Sampai di Bali mereka disambut para fans-fans mereka. Mereka dijemput oleh pengawal hotel dan mereka dijaga begitu ketat agar tidak ada yang berbuat sesuatu yang tak terduga.
Mereka menginap di hotel milik Andrea yang ternyata juga ditempati oleh Boy band ternama di Korea yaitu DIAMOND. Hotel milik Andrea dijaga sangat ketat jadi tidak sembarang orang bisa masuk dan menginap di Hotel ini. Selain penjagaan yang ketat pelayanan di hotel ini sangat baik. Jadi, tidak jarang para pejabat dan para astis dari Indonesia atau Luar Negeri memilih hotel ini untuk menginap.
Pesawat melesat dari bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Ngurah Rai. Sampai di Bali mereka disambut para fans-fans mereka. Mereka dijemput oleh pengawal hotel dan mereka dijaga begitu ketat agar tidak ada yang berbuat sesuatu yang tak terduga.
Mereka menginap di hotel milik Andrea yang ternyata juga ditempati oleh Boy band ternama di Korea yaitu DIAMOND. Hotel milik Andrea dijaga sangat ketat jadi tidak sembarang orang bisa masuk dan menginap di Hotel ini. Selain penjagaan yang ketat pelayanan di hotel ini sangat baik. Jadi, tidak jarang para pejabat dan para astis dari Indonesia atau Luar Negeri memilih hotel ini untuk menginap.
Para fans S.Y.P. dan DIAMOND sudah banyak berkumpul di depan hotel. Itu membuat mobil yang ditumpangi para anggota S.Y.P. kesulitan untuk memasuki hotel. Para penjaga sudah bersusah payah meminta mereka untuk beranjak dan pindah ke pinggir jalan tapi, tetap saja mereka tidak mau pergi. Para penjaga bertambah dan mengusir mereka secara paksa. Barulah mobil bisa memasuki hotel.
“ Selamat datang Tuan! “, seoarang pelayan hotel datang menyambut
kedatangan kami.
“Angkat
barang-barang tuan muda dan teman-temannya, antarkan mereka kekamarnya! “, kata kepala
pelayan itu pada salah seorang anak buahnya. Mereka mengikuti kepala pelayan
yang mengantarkan mereka kekamar mereka yang berada dilantai 6. Lantai 6 hotel tersebut tidak hanya dihunyi
oleh anak-anak S.Y.P saja tapi juga ada Boyband Korea DIAMOND.
ifa dan Liana berada dikamar yang sama. Karma mereka terletak diantara kamar Reyhan Naufal dan kamar kak
Dinda, Ovie dan Caresse.
Karena malas
dikamar, Dinda pergi kekamar Ifa
dan Liana. Dikamar Ifa dan Liana sudah bersiap untuk pergi
jalan-jalan. Pas banget aku lagi pengen
jalan-jalan! Batin Dinda, melihat adik-adiknya udah bersiap akan pergi.
“Kak Dinda, ada
apa? Ada yang bisa kami bantu? “,
Liana yang masih beres-beres mau pergi jalan-jalan kaget melihat kakak perempuan
tertua nya itu berdiri di depan pintu kamar mereka.
“Gak ada, kalian
mau kemana? Kakak boleh ikut gak?
“, Dinda
bertanya pada mereka berdua berharap bakal diizinin pergi sama mereka.
“ Nggak boleh! Ini acara anak muda! Kakak kalau mau jalan ma kak Caresse atau ma kak Ovie aja! “, jawab Liana ketus membuat Dinda kesal.
“Emang kakak dah tua? Kakak gak bisa ajak kak Ovie sama Caresse, mereka berdua
lagi tidur kayaknya sih kecapeaan. Jadi kakak gak enak kalau ngebangunin mereka. “, kali ini Dinda bicara dengan nada memelas
berharap belas kasih dari kedua adiknya.
“ Itu
sih derita kakak! “, Jawab ifa cengengesan, membuat Dinda geram dengan tingkah
laku adiknya yag satu ini.
“Awas kamu ya, kakak gelitik kamu”, ancam Dinda pada Ifa.
“ kejar aku kalau berani”, kali ini Ifa yang menantang Dinda.
“oke, kakak kejar kamu! “.
Ifa dan Dinda pun akhirnya main kejar-kejaran, Ifa yang terpojok di
pintu kamar membuka pintu dan berlari keluar. Namun…..
BUUUK….
“ Aww….. “, Ifa meringis kesakitan. Ternyata dia menabrak seseorang yang
juga baru keluar dari kamarnya.
Cowok yang ditabrak Ifa itu juga meringis kesakitan. Melihat hal itu Ifa
langsung minta maaf dan membantu pria itu untuk berdiri.
“ I’m sorry, are you okay? “, Tanya ifa dalam bahasa inggris pada Cowok
itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu pria itu berdiri.
“ Yes I’m okay, no problem! “,jawab Cowok itu ketus. Cowok itu tidak
menyambut uluran tangan Ifa dan langsung pergi meninggalkan Ifa dengan
tangannya yang masih terulur ke depan.
Ifa kesal dengan tingkah laku cowok itu, dia sudah minta maaf tapi malah
dicuekin sama cowok itu.
Ifa POV
Aku berlari kearah pintu kamar bersiap-siap untuk berlari keluar
menghindari serangan dari Kak Dinda. Aku membuka pintu kemudian berlari, namun…
BUUUK….
“ Aww… “, Aku meringis kesakitan, ternyata aku menabrak seseorang yang
baru keluar dari kamarnya yang ada tepat di depan kamar kami.
“ I’m sorry, are you okay? “, aku bertanya padanya dalam bahasa inggris
Karena tampaknya dia bukan orang Indonesia.
“ Yes I’m okay, no problem! “, dia menjawab pertanyaanku dengan ketus,
lebih ketus dari jawaban Liana pada kak Dinda tadi.
Cowok itu berdiri dan mengabaikan uluran tanganku yang ingin
membantunya. Dia berjalan pergi menjauh begitu saja.
“ Kamu gak apa-apa If? “, Tanya Liana padaku dengan nada cemas.
“ Aku sih gak apa-apa, tapi cowok itu ngeselin banget deh. Orang udah
minta maaf eh malah dicuekin! “, aku benar-benar kesal pada cowok tadi,
emangnya dia siapa sok banget.
“ Ya udah jangan masukin ke hati, gak usah cari masalah sama dia! “, kak
Dinda mencoba untuk menenangkanku.
“ Emangnya dia siapa sih, sok banget! “, Cowok tadi membuatku jadi
badmood.
“ Dia salah satu anggota boyband Korea terkenal yaitu DIAMOND. “, kak
Dinda menjelaskan padaku siapa cowok itu.
“ Anggota DIAMOND kak? If siapa yang kamu tabrak Lee Shi Wu, Kang Ji
Hoon, Han Jun Soo, atau Choi Yong Jin, Kim Yong min, atau mungkin Kim Rae ki,
Lee Gyum, Han Soo Hyun? “, Liana menyebutkan nama-nama yang menurutku
kedengaran aneh, dan hebatnya dia hafal nama meraka semua satu per satu.
Maklumlah Liana memang seorang K-Pop lover, dan juga DIAMONITY fans clubnya
DIAMOND.
“ Mana aku tau, aku kan bukan K-Pop lover dan bukan DIAMONITY! “, aku
berjalan masuk ke kamar meninggalkan kak Dinda dan Liana.
***
Author POV
Malam harinya Andrea
datang ke kamar Ifa dan Liana untuk ngajak mereka makan malam. Awalnya Ifa gak
mau, tapi karena udah dibujuk Andrea akhirnya Dia mau makan malam di resto
Hotel.
Ifa berjalan mengikuti
Liana dan Andrea dari belakang, dia masih kesal sama kejadian sore tadi. Ifa
berjalan terus tanpa melihat ada seorang cowok di depannya dan…,,
BUUUUK
Untuk kedua kalinya
hari ini dia nabrak orang, dan lagi-lagi anggota DIAMOND. Karena hampir jatuh
cowok itu menangkap tubuh Ifa, kemudian saling bertatapan. Cowok itu minta maaf
sama Ifa dengan bahasa Korea sangat lembut dan sopan. Karena ifa bisa berbahasa
korea Ifa juga minta maaf sama cowok itu, cowok itu juga berpesan sama Ifa lain
kali jalannya hati-hati. Benar-benar cowok yang sopan dan lembut, berbeda
dengan cowok korea yang ditabraknya tadi sore gak tau terima kasih.
“ If, apakah cowok itu yang menabrakmu tadi ??”, tanya Liana penasaran
“ Bukan, yang menabrakku tadi bukan cowok itu,
mamangnya kamu kenal ma cowok yang barusan aku tabrak??”, Ifa balik bertanya.
“ Tau dong, itu kan Han Jun Soo, dia juga
salah satu anggota DIAMOND”, jawab Liana bangga
“ Ya, teserahlah, kenapa hari ini aku menabrak
dua orang anggota DIAMOND? ”, tanya Ifa
“ Mangnya tadi kamu nabrak orang tadi?”, tanya
Carel pada Ifa
“Iya, tadi dia nabrak orang”, kata kak Dinda.
“ Udah itukan masalh kecil g usah di bahas”,
kata Reyhan
“Iya, sekarang yang harus kita bahas itu
adalah kapan kita makan?”, kata Vachel menyambung perkataaan Reyhan.
“Bagi kalian itu
masalah kecil tapi, bagiku itu masalah besar, dan hari ini hari yang tidak
menyenangkan dalam hidupku”. Ifa begitu kesal dan marah dan kehilangan selera makannya.
“ Udah jangan
bertengkar tapi, kita di sini mau makan kok malah bertengkar”, kata kak Dinda
menengahi.
“ Udah kalian aja
yang makan akau lagi gak mod”, kata Ifa sambil berlalu
“ Aurel kamu harus
makan nanti kamu sakit, dari tadi pagi kamu g makan”, kata kak Dinda.
Ifa pun berlalu dan tak menghiraukan kata kak Dinda. Aurel buru-buru
menuju lift. Ternyata di lift Ifa bertemu dengan cowok yang di tabraknya di depan kamar tadi. Ifa menatap cowok itu
dengan amarah tapi, Ifa berusaha untuk menenangkan hatinya. Cowok itu juga menatap Ifa dengan marah. Mereka
hanya bisa memendam amarah itu dalam hati.
***
Soo Hyun POV
“ Yah,, ketinggalan
lagi! “, Soo Hyun yang sedari tadi makan bersama hyung nya baru menyadari kalau
handphone-nya ketinggalan di kamar-nya.
“ Apa yang ketinggalan
Soo Hyun-a? “, Shi Wu Hyung bertanya padaku karena dari tadi aku sibuk
mencari-cari sesuatu.
“ Handphone ku Hyung,
aku mau ke kamar dulu hyung! “, akupun pergi dari resto dan masuk ke dalam
lift. Kemudian masuk seorang gadis yang tadi sore menabrakku. Aku sangat kesal
padanya, karena dia sekarang lututku membiru akibat terjatuh setelah
ditabraknya tadi.
Gadis itu masuk ke
dalam lift, pintu lift tertutup, dia menekan tombol lantai 6. Belum lama lift
bergerak tiba-tiba….
lampu mati dan lift
berhenti.....
To be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar