Laman

Minggu, 19 Februari 2012

Somebody to Love (Part 1)


Dorm D2-A (sub boy band dari S.Y.P. yang hanya terdiri dari cewek-cewek saja dan RN-A hanya untuk cowok saja)
Liana POV
Jam beker yang memekakkan telingga itu berbunyi dengan keras, membuat aku terbangun dari tidur nyenyak ku. Aku berusaha membuka mataku yang terasa berat, tanganku berusaha mencari jam beker disekitar meja ada diatas meja disebelah tempat tidurku. Sesaat kemudian aku berhasil mendapatkannya dan langsung mematikan benda yang memekakkan telingga itu.
“Akhirnya mati juga, jam berapa sekarang? Aish udah 05.30, aku belum shalat Subuh lagi”. Aku bergumam sendiri sambil menyibakkan selimut yang menyelimuti tubuhku. 
Acara tadi malam itu membuat semua badanku terasa sangat sakit dan tenggorokanku juga terasa sakit karena harus bernyanyi. Aduh bagaimana ini? mana nanti test vocal lagi ah ini benar-benar menyebalkan.
Aku berjalan dengan rasa malas kekamar mandi, aku membasuh mukaku untuk menyegarkan pikiran. Sesaat kemudian aku keluar dari kamar mandi bersiap untuk melaksanakan sholat subuh yang waktunya hampir habis.

***
Aku membuka pintu kamar, aku melihat kesekeliling, tidak ada orang disekitar sini. Sepertinya mereka belum bangun dadi tidur nyenyak mereka. ah, sepertinya aku punya cara untuk membangunkan mereka secara bersamaan dalam satu waktu! Batinku dengan menyungingkan senyum lebar.
Aku mulai melangkah kekamar yang berada tepat disebelah kamarku, aku mulai membuka pintu itu dengan perlahan, tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Perlahan-lahan aku melangkagkan kakiku masuk dengan hati-hati kekamar yang menurutku cukup berantakan untuk seorang cewek. Aku mendekati tombol lampu. Tara...! lampu hidup dan aku dapat melihat kalau gadis itu masih tidur dengan nyenyak dipulau kapuknya. Aku berjalan perlahan mendekat ke gadis yang sedang tertidur dengan pulas.
“IFA BANGUN”, aku mulai berteriak sambil menguncang tubuh gadis yang sedang tertidur pulas itu.
“Aduh, apaan sih, ada gempa ya, kenapa kamar ini serasa berguncang sangat kuat”, gumamnya dengan mata yang masih tertutup dan juga senyum tak berdosanya itu.
“HEI! IFA CEPAT BANGUN” aku kembali berteriak tapi, tidak lagi menguncang tubuh gadis itu.
“apakah gempanya sudah berhenti, sepertinya begitu, dan sekarang ada suara gemuruh. Aduh menganggu tidurku saja”, dia kembali bergumam tidak jelas tapi, aku bisa mendengar itu karena dia berbicara cukup keras walau sedikit tidak jelas. Dan membuka matanya yang sepertinya tersa berat.
“HEI! Ifa apakah kau ingin bermain-main dengaku, kau tau suaraku sudah habis karena konser semalam dan kau membuat suaraku kembali serak akibat membangunkanmu, kau tau? Sebaiknya kau cepat bangun dan bantu aku membangunkan yang lain”, diana mulai berbicara dengan suara yang sedikit rendah 
“Kalau suarumu serak kenapa teriak-teriak? Kau tau telinggaku sakit mendengarnya. Ah, sudahlah aku masih ngantuk sebaiknya kau keluar dan jangan lupa matikan lampunya lagi, silau tau dan juga tolong tutup pintunya. Terima kasih”, Jawabnya dengan santai sambil menarik selimutnya kembali. Aiish, gadis ini membuatku naik darah saja.
“kau kira aku pembantumu apa? Seenaknya saja menyuruhku, Ifa cepat bangun, kalau tidak aku akan menyirammu dengan air”. Aku berjalan kearah kamar mandi yang ada dikamarnya.
Aku menunggu air ini memenuhi ember, selang 1 menit aku tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di kepalaku. Segera ku matikan kran air lalu berjalan kearah tempat tidurnya dengan senyum ku yang tak kalah evilnya dari dirinya yang notabenenya adalah adik terevil disini.
Ifa POV

“IFA BANGUN”, teriaknya sambil menguncang tubuhku. Rasanya tulangku yang sudah remuk bertambah remuk akibat guncangan yang dilakukan cewek ini. ya, Liana maksudku. Dia memang selalu membangunkanku dengan cara ini. ah, aku benci sekali.
“Aduh, apaan sih, ada gempa ya, kenapa kamar ini serasa berguncang sangat kuat”, gumamku dengan senyum kemenangan yang membuat gadis yang sedang berdiri didekatku itu kesal. Ah, cara ini memang selalu berhasil.
“HEI! IFA CEPAT BANGUN”. Dia kembali berteriak, itu membuat telinggaku sakit mendengar teriakannya. Sepertinya dia masih bertahan untuk membangunkan ku, dengan cara yang seperti itu, kau takkan berhasil.
“apakah gempanya sudah berhenti, sepertinya begitu, dan sekarang ada suara gemuruh. Aduh menganggu tidurku saja”. Aku kembali bergumam sambil membuka mataku yang terasa sangat berat untuk dibuka dan kupastikan dia mendengarnya.
“HEI! Ifa apakah kau ingin bermain-main dengaku, kau tau suaraku sudah habis karena konser semalam dan kau membuat suaraku kembali serak akibat membangunkanmu, kau tau? Sebaiknya kau cepat bangun dan bantu aku membangunkan yang lain”. Dia kembali berbicara tetapi, dengan suara yang sedikit rendah dari yang tadi tapi, tetap saja masih membuat telinggaku sakit.
“Kalau suarumu serak kenapa teriak-teriak? Kau tau tidak telinggaku sakit mendengarnya. Ah, sudahlah aku masih ngantuk sebaiknya kau keluar dan jangan lupa matikan lampunya, silau tau dan juga tolong tutup pintunya. Terima kasih”, jawabku dengan senyum evilku. Sepertinya dia mulai kesal dengan jawabanku tadi, aku bisa melihat dari bola matanya yang sekarang berubah menjadi warna merah.
“kau kira aku pembantumu apa? Seenaknya saja menyuruhku, Ifa cepat bangun, kalau tidak aku akan menyirammu dengan air”. Aku tidak menghiraukan kata-katanya. Aku tau kalau dia hanya mengancamku. Dia pikir aku anak umur 5 tahun apa yang bisa diancam seperti itu.
Kulihat dia pergi begitu saja, tapi mengapa kekamar mandi, sepertinya dia benar-benar akan melakukannya. Ah terserahlah!. Aku kembali menarik selimutku dan menaruh bantal diatas kepalaku agar kepalaku tidak terkena guyuran dari cewek itu.
Sesaat kemudian aku mendengar kalau dia keluar dari kamar mandi, aku mengintip sedikit tapi, mengapa dia tidak membawa ember yang berisi air, sepertinya dia menyerah. Ah, aku memang tidak dapat dikalahkan. 
Apa yang terjadi? kenapa dia menarik selimutku? 
“Liana apa yang kau lakukan kenapa kau menarik selimutku?”, aku mulai kesal dengan kelakuannya.
“kalau kau tidak turun dari tempat tidurmu sekarang, aku akan menggelitikmu”, katanya dengan senyum penuh kemenangan.
“Silakan saja kalau berani dan jika kau ingin membuat kehebohan diasrama ini”, tantangku padanya.
“Itu yang kuharapkan dari tadi”, dia menyanggupi tantanganku.
Dia mulai berjalan kearahku, melihat dia berjalan saja sudah membuatku takut. Aiiish, wanita ini! umpatku. Aku mulai berlari menghindarinya, awalnya aku mengelilingi kamar tapi, pada akhirnya aku mengelilingi dorm  yang membuat semuanya terbangun karena kehebohan yang aku dan Liana ciptakan. Tapi, tidak semuanya juga sih.
“Sudah hentikan. Kau bukan saja membuat semua yang ada disini terbangun tapi, juga membangunkan semua orang yang ada di apartemen ini. aku tidak akan bertanggung jawab jika sebuah panci melayang pas dikepalamu”, kataku dengan nafas terengah-engan dibelakang kursi dengan posisi siap, untuk berlari menjauh dari Liana.
“tak apa, seharusnya mereka berterima kasih padaku karena telah membangunkan mereka”, katanya dengan nafas yang terengah-engah didepan kursi tamu
“aiish, kau ini selalu menyiksaku dengan kelakuanmu itu! Sudahlah aku mau kekamar, aku capek tau gak gara-gara kamu tulangku yang semula remuk bertambah remuk”, kataku dengan sedikit ketus, membuat Liana terdiam dan tak berani mengejarku lagi. Ah, cara ini memang bisa membuat dia terdiam dan sedikit menjauh dariku.
Langkahku terhenti mendengar suara pintu kamar apartemen terbuka, aku dan Liana melihat siapa yang ada didepan pintu. Takut kalau ibu-ibu yang ada diapartemen ini benar-benar membawa panci dan  melemparnya tepat kearah kepala kami berdua.
Selang beberapa detik nafas kami yang semula tertahan kini sudah bernafas lega karena yang masuk ke dorm itu adalah Reyhan. Dasar cowok ini, belum mencuci mukanya, tapi sudah kesini.
***
Author POV

Reyhan keluar dari kamarnya, bergumam tidak jelas dan mengucek-ngucek matanya yang menunjukkan kalau dia baru bangun tidur karena keributan yang terjadi diapartemen sebelah (dorm D2-A), kakinya yang terasa berat, dipaksanya melangkah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di sebelah. 
Reyhan membuka pintu dorm D2-A, lalu melihat dua orang yang begitu dikenalnya itu sedang menatap kearahnya dengan tatapan yang sedikit panik. “Hei! Kalian berdua pagi-pagi udah buat kehebohan di asrama. Kalian berdua benar-benar….”. 
“Benar-benar apa, hah? Lagian kalian pada susah dibangunin makanya kami berdua buat kehebohan disini supaya kalian semua bangun”, Ifa segera memotong perkataan Reyhan dengan ketus
“Tapi gak kayak kini juga kali, kalian itu bukan hanya membangunkan kami, tapi juga membangunkan semua orang yang ada di gedung ini”, jawab reyhan yang tak kalah ketusnya.
“Ya aku tau! Memangnya kenapa kalau aku membangunkan semua orang sekaligus, apa salah? Hah!!”, kata Ifa dengan enteng dan tatapannya masih tajam dan dingin yang menusuk tepat dimata Reyhan, membuat Reyhan hanya menundukkan kepalanya karena tak kuat menatap Ifa lebih lama.
Bukan hanya Reyhan, Liana juga hanya bisa diam terpaku takut kalau Ifa bakalan ngamuk. Itu tambah berbahaya, bisa-bisa semua barang-barang yang ada di dorm bisa hancur terkena amukannya dan yang bisa menengkannya saat ini hanyalah abang sepupunya (Andrea).
“Ifa, kamu mau kemana? Apakah kamu marah sama aku karena kejadian ini, maafkan aku, jika aku membuatmu marah”, Liana mulai memberanikan dirinya untuk berbicara meski terbata-bata.
Langkah Ifa terhenti, dia berbalik menghadap kearah Liana yang hanya berdiri diam dengan perasaan campur aduk. Ifa menatap Liana dengan tatapan dingin yang membuat suasana menjadi beku karena tatapannya. Dari tatapan mata Liana, dia bisa membaca kalau Liana merasa bersalah. Karena malas membuat temannya takut dia menyunggingkan sebuah senyum evilnya, yang menandakan kalau dia hanya main-main.
“Kau Tidak melakukan apapun kan, berarti kau tidak salah”, Ifa menjawab pertanyaan Liana dengan santai dan tampang tidak berdosanya yang membuat Liana menjadi tambah kesal.
“Kau! beraninya kau membuatku tampak seperti orang bodoh disini. Awas kau gadis Gila!”. Reyhan yang merasa dipermainkan oleh Ifa, mulai berteriak kearah Ifa membuat semua yang ada dikamar terbangun dan keluar dari kamar melihat kehebohan yang kembali terjadi.
“Akhirnya kalian semua sudah bangun, Reyhan terimakasih, karena teriakanmu semua orang jadi bangun. Jadi, aku tak perlu menghabiskan tenaga untuk berteriak membangunkan mereka satu-persatu”. Ifa masih menunjukkan senyum evilnya dan akhirnya tertawa lepas karena tak tahan menahan tawa melihat wajah Reyhan yang cemberut.
“Pagi semua! Hai! Loh, Reyhan kok kamu ada disini?”, tanya Caresse pada Reyhan yang sudah ada diapartemennya.
“Iya, ni kak. Orang berdua ni, pagi-pagi udah buat keributan, membuat tidurku terganggu”. Kata Reyhan dengan nada kesal.
Enak aja, kamu kan juga ikut-ikutan”, kata Liana.
“Ya sudah! Gak usah diributkan lagi, Reyhan lebih baik kamu pulang, bangunin abang-abang kamu. Trus nanti kalau mau sarapan kesini aja, kami mau buat sarapan”, Caresse menegahi pertengkaran yang mungkin akan terjadi kembali.
Sekarang Ifa, Liana dan Caresse, sudah ada didapur berkutat dengar kerjaan masing-masing. Seperti biasa, sarapan pagi member S.Y.P. adalah 4 sehat 5 sempurna. Jadi, mereka bertiga agak kewalahan karena harus membuat porsi yang banyak, ya maklum aja kalau habis konser mereka pasti banyak makan. Untungnya mereka bertiga udah terbiasa jadi, itu mudah untuk dilakukan.
***

Setelah sarapan selesai semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga menciptakan suasana hening.
“Aku pergi dulu ya!” Dinda datang memecahkan suasana.
“Mau kemana kak pagi-pagi begini?? pakaiannya rapi banget lagi.” Naufal bertanya dengan nada terkejut.
 “Kakak ada kuliah pagi, udah ya kakak pergi dulu hampir telat nih!”. Dinda buru-buru berjalan keluar.
“Kak tunggu dulu..”. teriakan Ovie dan Caresse menghentikan langkah Dinda.
“Kita pergi bareng ya..” Kata Caresse dan Ovie dengan nada memelas pada Dinda.
“Kalau mau pergi bareng cepat, kakak udah telat nich!!”. Dinda menarik tangan kedua adiknya dan langsung keluar dari dorm.
“Kami pergi dulu,, Bye…!” Dinda,Caresse dan Ovie berpamitan pada semua orang yang ada di dorm D2-A.
Dinda, Caresse dan Ovie udah berangkat kuliah. Andrea yang baru selesai makan duduk di sofa heran melihat adik-adiknya yang masih santai. Reyhan dan Liana lagi asyik nonton TV sambil bernyanyi-nyanyi ‘kayaknya mereka lagi latihan vocal deh, tapi yang dua orang lagi mana, pasti lagi main game..’ Andrea celingak clinguk mencari dua orang adiknya belum tampak dari tadi yang ternyata lagi asyik main game di sisi lain ruang santai dorm D2-A.

“Kalian gak sekolah??”. Andrea bertanya pada Naufal dan Ifa tapi tak dijawab. 
“ahh.. aku kalah…!” Naufal tampak kesal karena pertanyaan Andrea menyebabkan kekalahannya(?).
“NAUFAL! IFA! KALIAN NGGAK SEKOLAH HAH! MALAH ASYIK MAIN GAME DISINI” dengan setengah berteriak Andrea kembali bertanya.
“Aduh, abang kami itu sekolahnya jam 10.00 nanti, dikarenakan test vocal, jadi, gak usah ribet gitu deh jadi abang!!”. Ifa menjawab dengan entengnya.
“Kalau kalian test VOCAL latihan kayak mereka berdua tuh!!”.Andrea menunjuk kearah Liana dan Reyhan yang nonton TV sambil bernyanyi.
“Abangku sayang, walaupun kami gak latihan kami tetap diperingkat yang tertinggi, kalau Reyhan memang butuh latihan yang full…”.Ifa berbicara dengan nada mengejek.

“Eh, kalian berdua kepedean banget, gini-gini aku juga punya bakat nyanyi tau…!! “ Reyhan menjawab dengan nada kesal karena merasa diremehkan oleh Ifa.
“ Udah, jangan bertengkar. Sekarang abang mau pergi dulu baik-baik ya di dorm! “. Andrea pun keluar dari dorm meninggalkan keempat adiknya yang masih duduk di bangku pendidikan yang setara dengan SMA itu.
Mereka berempat sekolah di sebuah sekolah seni ternama di Indonesia. Sekolah itu setara dengan SMA, disana tidak hanya belajar seni, music dan akting tapi juga ada pelajaran umum seperti  IPA, Matematika, Bahasa Inggris. Disana juga ada pelajaran bahasa tambahan seperti Ifa yang mengambil Bahasa Korea dan Jepang, Liana bahasa Korea dan Mandarin, Naufal bahasa Jepang dan Inggris dan Reyhan bahasa Jepang dan Mandarin.
“ Naufal Ifa, udahan deh main gamenya sekarang udah jam 09.00, jam 10.00 kita kan ujian! “. Liana yang telah selesai ganti baju menyuruh Naufal dan Ifa agar bergegas mepersiapkan diri mereka sebelum berangkat sekolah.
“ Iya Li, ini juga udah selesai. “ Ifa beranjak dari tempat duduknya dan segera masuk kamarnya.
***
Liana POV

Semua murid sudah masuk ke dalam ruang test, total ada 6 kelas untuk kelas 3 yaitu 3a-3f. Ifa dan Naufal di kelas 3a sedangkan Liana dan Reyhan di kelas 3b. Karena hanya ada 2 ruang test, kelas 3a-3c digabung jadi Ifa, Naufal, Liana dan Reyhan satu ruang ujian.
Pak Galih masuk kedalam ruang test duduk ditempat duduknya dan mengeluarkan kertas penilaian juga sebuah pena dari dalam tasnya.
“ Baiklah anak-anak, test akan segera dimulai. Urutan penampilan sesuai dengan abjad yang digabung antara ketiga kelas, peraturannya sama dengan test-test kalian yang sebelumnya, perbedaannya hanya kali ini adalah test penentuan kelulusan. “. Perkataan dari Pak Galih membuat seisi ruangan jadi sedikit ribut.
“ Semuanya harap tenang, selama teman kalian tampil tidak ada yang bersuara! Sudah bisa dimulai sekarang? “.
“ Sudah Pak! “. Jawab semua murid serentak
Waktupun bergulir hingga sampailah saat nama Ifa dipanggil, ia maju ke depan memainkan gitarnya dan mulai benyanyi.


' Kalau tidak salah setelah nama Ifa kan namaku, aku harus siap-siap nih '. gumamku dalam hati.

“ Selanjutnya Liana Thomas Richard! “, namaku dipanggil oleh Pak Galih. Aku memandang reyhan dia tersenyum padaku seakan mengatakan 'berjuanglah Liana kamu pasti bisa!'.

Aku maju ke depan, duduk di depan piano mulai menekan tuts piano dan bernyanyi. Akhirnya selesai juga, aku benar-benar lega berhasil memainkan piano sekaligus bernyanyi dengan baik.
 
“ Hebat kamu Li, suaramu benar-benar indah dan permainan piano-mu benar-benar hebat! “. Puji Reyhan, aku memang sangat dekat dengan Reyhan banyak orang yang menggosipkan kalau Aku dan Dia pacaran. Samahalnya denganku Ifa sangat dekat dengan Naufal dan juga digosipkan pacaran, tapi kami hal itu tidak jadi masalah bagi kami karena kami hanya berteman, teman yang sangat dekat.

" Ah Rey, kamu bisa aja. thank's Rey udah nyemangatin aku tadi! ", aku berterima kasih pada reyhan karena sudah menyemangatiku.
Sekarang giliran Naufal bernyanyi, suaranya sangat merdu dan enak didengar. Tak berapa lama kemudian hampir tiba giliran Reyhan bernyanyi kulihat dia sangat gugup.
“ tenanglah, kamu pasti bisa kita kan sudah rajin berlatih! “. Aku mencoba menghibur Reyhan yang tampak sangat cemas.
“ Makasih Li udah menghiburku. “ Ucapnya dengan tenang dan senyum lebarnya.
“ Reyhan Fernandes “. Nama Reyhan dipanggil oleh Pak Galih, ia maju kedepan dan siap-siap untuk bernyanyi. Saat dia akan mulai bernyanyi tampak pada wajahnya ia sangat gugup, aku tersenyum kearahnya untuk menyemangatinya. Dia mulai bernyanyi dan terdengar sangat merdu ‘tak sia-sia aku dan dia berlatih setiap hari’ batinku.
Prok..prok..prok…
Terdengar suara tepuk tangan dari para murid.
“ Kamu berhasil Rey, suaramu tadi benar-benar merdu! “. Aku memuji Reyhan seperti dia memujiku tadi.
“ Gak usah berlebihan Li, ini berkat kamu juga selalu mengajak dan nemenin aku latihan! “, aku merasa tersanjung saat di puji seperti itu oleh Reyhan.
“ Ya, sama-sama Rey. Jangan lupa bersyukur pada Allah berkat dia kamu bisa nyanyi dengan lancar kan, padahal beberapa hari yang lalu kamu batuk kan? “, tak lupa aku mengingatkan Reyhan agar bersyukur pada Allah.
“ Iya tentu aja! “, jawab Reyhan mantap.
***

Ifa POV

Test sudah selesai semua murid keluar dari ruangan test.
“ Kita mau pergi kemana sekarang? “. Tanya Naufal pada kami bertiga.
“ Pergi kekantin yuk, aku udah lapar nih! “. Perutku memang sangat lapar sekarang tak ada salahnya kuajak mereka ke kantin untuk makan.
“ Iya, lagi pula pengumuman hasil test tadi keluar sesudah jam makan siang kan. Jadi nggak ada salahnya kita pergi makan dulu! “. Liana menyetujui usulanku, tentu saja dia setuju wajahnya sudah menunjukkan kalau dia juga kelaparan.
Dikantin kami berempat langsung mencari tempat duduk karena sudah sangat kelaparan. Maklumlah tadi pagi gak ada yang semangat makan karena kecapean habis show tadi malam.
“ Kamu mau pesan apa If? “. Kata Liana sambil melihat makanan yang ada di daftar menu.
“ Aku pesan Mie Ayam sama Jus Tomat aja deh! “. Aku langsung menjawab pertanyaan Liana karena dari tadi aku sudah berniat untuk memesan itu.
“ Kalau aku pesan Bakso sama Yogurt Strawbery aja, kalian berdua mau pesan apa? “. Liana bertanya pada Reyhan dan Naufal.
“Karena kami berdua hemat, jadi kami makan mie rebus aja ma minumnya air putih”, Jawab Reyhan bangga
Aku gak tu, jawaban naufal membuat Reyhan kecewa.
Aku pesan mie ayam ma jus jeruk “. kata Naufal lagi.

“Ah, Naufal gak bisa diajak kompromi”, jawab Reyhan yang kesal banget sama Naufal. “ Ya udah deh aku pesan Bakso sama air putih aja! “.
Sambil menunggu pesanan datang mereka membahas tentang drama musical yang sudah direncanakan sekolah untuk acara perpisahan sekolah.
“ Oh ya, katanya drama musical kita bakal ditampilin di Bali ya? “. Reyhan bertanya sambil ngaduk-ngaduk cabe didalam mangkok.
“ Denger-denger sih iya bakal diadain di Ba… “, aku belum selesai bicara tapi...

“ Kalau gitu berarti acara perpisahan kita di Bali dong! “. Liana memotong perkataanku.
“ Li, aku kan belum selesai ngomong! “. Nih anak bikin kesel deh orang belum selesai ngomong udah dipotong.
“Sorry sorry, kan Cuma ketinggalan ‘li’ nya doang! “. Jawabnya dengan kesal karena aku membantahnya.
“ Iya sih, tapi kan sama aja kamu motong pembicaraanku." jawabku dengan kesal, aku paling benci akalu ada yang memotong pembicaraanku.

“ Ini pesanannya, selamat menikmati! “. Pelayan datang membawa makanan yang kami pesan.
“ Udah, nanti aja lanjutin bantah-bantahannya sekarang makan aja dulu! “. Nufal menghentikan perdebatan kami dan langsung makan.
***
Author POV

Papan pengumuman sudah dipadati oleh anak-anak. Mereka semua berebutan untuk melihat hasil test mereka yang tertera disana. Melihat itu Reyhan gak mau kalah, dia ikut-ikutan berdesak-desakan melihat hasil testnya.
Tidak sia-sia perjuangan Reyhan menerobos untuk sampai kepapan pengumuman. Reyhan terdiam melihat hasil testnya, karena dia masuk kedalah 10 besar dari sekian banyak murid kelas 3 disekolah seni. Di urutan teratas adalah Naufal, lalu Liana, dan Ifa , mereka bertiga memang selalu memegang posisi teratas dalam vocal.
“Kelihatan reyhan senang baget dech”, kata Naufal yang tertawa melihat Reyhan jingkrak-jingkrak di lapangan.
 “iya, sepertinya begitu, lihat aja tingkahnya kayak anak kecil baru dapat permen”, kata Liana yang ikut-ikutan tertawa.
Reyhan kembali ketempat teman-temannya berdiri dan memeluk Naufal sangking girangnya. “Selamat ya, kamu berhasil”, kata Ifa sambil memukul bahu Reyhan 
“iya sama-sama, ini semua kan karena kalian juga yang udah bantu aku latihan vocal selama ini, makasih ya, dan juga aku bangga bisa bersahabat dengan kalian, padahal dulu aku sering ngejahilin kalian waktu kita pertama kali bertemu”, kata Reyhan girang dan juga rasa menyesal yang mendalam.
 “udahlah itukan dulu, waktu kita masih SMP”, Jawab Ifa dengan gaya bicaranya yang bijaksana “kalau diingat-ingat kamu emang anak yang jahil banget tapi, mempunyai bakat yang mengagumkan”. Puji Ifa pada Reyhan.
“ Udah berhasil muji-muji, tadi di dorm kamu bilang skill nyanyiku masih perlu dilatih lagi! “. Reyhan tampak kesal sekaligus senang dengan pujian Ifa.
“ Iya deh sorry, tadi aku memang meragukan skill-mu, tapi sekarang aku yakin kamu memang pantas jadi anggota SYP! “, Ucapan Ifa membuat Reyhan makin senang.
“Ah kamu If bisa aja. Selamat juga buat kalian bertiga, karena posisi kalian masih sama dan tidak ada yang mengantikan”. Reyhan begitu bangga mempunyai teman seperti mereka bertiga.
“ Hey, gimana hasilnya kalian berempat lulus? “. Ulfa datang dan langsung mengajukan pertanyaan.
“ Tentu dong, aku kan hebat! “. Reyhan menyombongkan diri di depan Ulfa agar dianggap hebat oleh Ulfa.
“ Kalau gitu selamat ya! Oh iya, peserta drama musical disuruh ngumpul sekarang di Ruangan Pak Galih! “. Kata Ulfa sambil tersenyum kearah Reyhan.
“ Gitu ya, Thanks atas informasinya! Kita pergi dulu ya! “, Liana menarik tangan Ifa dan Naufal untuk pergi dari tempat itu.
“ Eh tungguin, kita pergi sama-sama! “. Reyhan berlari mengejar ketiga temannya dan meninggalkan Ulfa.
“ Aku pergi dulu ya! “, Pamit Reyhan pada Ulfa sambil tersenyum, hal itu dibalas Ulfa dengan senyuman.
***
Author POV

At Dorm RNA
“ Gimana test vocalnya Fal? “, Andrea bertanya pada adiknya yang baru pulang sekolah itu.
“ Alhamdulillah kita berempat lulus bang! “, Jawab Naufal dangan penuh syukur.
“ Trus perpisahannya gimana? “, Tanya Andrea lagi pada Naufal yang sekarang sudah duduk di depan TV untuk main PS.
“ Perpisahannya bakal diadain di Bali dan juga ada drama musikalnya yang bisa ditonton banyak orang bang. Jadi perpisahannya 2 hari, hari pertama drama musical dan hari kedua baru perpisahannya yang bakal dihadiri murid-murid sekolah juga orangtua masing-masing! “, Jelas Naufal sedetail mungkin pada Andrea.
“ Jadi kalian bakalan pergi ke Bali, kapan? “, Tanya Carel yang entah sejak kapan duduk di dekat Andrea.
“ Tiga hari lagi! “, Jawab Naufal dengan santai sambil terus bermain game.
“ terus, kamu gak siapin barang-barang yang mau kamu bawa nanti? “, sekarang datang Vachel dengan setoples makanan ringan di tangannya.
“ Ah,, Abang-abang ni, kalian nanya terus sih jadi nabrak tembok tu mobilnya! “, semua orang yang ada di ruang santai dorm RNA tertawa mendengar perkataan Naufal.
“ itu tandanya kamu udah di suruh berhenti main game sekarang dan ganti baju! “, kata andrea yang masih tertawa melihat kekalahan adiknya.
“ iya deh, aku ke kamar dulu mau ganti baju sekaligus siap-siap! “, dengan pasrah Naufal berjalan menuju kamarnya.

At dorm D2-A
Ifa dan Liana sudah sampai di depan pintu dorm mereka, Ifa membuka pintu dan mereka berdua berjalan masuk ke dalam. Baru saja  mereka melangkahkan kaki di dalam dorm mereka langsung dicercah pertanyaan oleh kakak-kakak nya.
“ Eh udah pulang, gimana test nya? “, Ovie yang pertama kali melihat dua adiknya masuk dorm, langsung bertanya dengan antusias.
“ Kalian lulus? “, Tanya Dinda sama antusiasnya dengan Ovie.
“ Terus, perpisahannya gimana dan juga kalian mau liburan kemana? “, Caresse datang dari dapur sambil membawa sepiring pasta.
“ Kakak satu-satu dong nanya nya, pusing tau denger pertanyaan kalian yang bertubi-tubi itu! “, Liana menjawab dan menghempaskan tubuhnya ke sofa yang berada di dekatnya.
“ Oke biar aku jawab satu-satu, test nya lancer dan kami berempat lulus, soal perpisahannya bakal diadain di Bali selama 2 hari! “, Ifa menjawab ketiga pertanyaan kakak-kakak nya sambil memakan pasta Caresse, dan langsung dimarahi Caresse.
“ Di Bali, 2 hari? Kalian serius? “, Tanya Dinda pada kedua adik nya yang sekarang sibuk makan pastanya Caresse.
“ Iya,kenapa sih kak, terkejut banget kayaknya? “, jawab Liana dengan mulut terisi pasta.
“ Berarti sekalian liburan dong, kakak ikut ya! “, Dinda memelas pada kedua adiknya.
“ Kita emang berencana buat ajak kalian semua, biar rame lagipula acara hari pertam bebas di tonton semua orang dengan membeli tiketnya! “, jawab Ifa sambil berjalan ke kamarnya.
“ iya kak soalnya hari pertama itu drama musical dan kami berempat juga berperan dalam drama itu! “, sambung Liana yang udah sekarang udah masuk kedalam kamarnya.
“ Asyik liburan ke Bali, bisa ngeliat bule-bule keran disana! “, suara teriakan gembira Dinda membahana di dorm D2-A.
“ Oh ya, kapan kalian pergi? “, teriak ovie dari ruang santai agar terdrngar sampai ke kamar kedua adiknya.
“ Tiga hari lagi! “, Ifa berteriak dari dalam kamarnya.
“ Makanya kakak harus siap-siap dari sekarang dan putusin mau pergi atau nggak, biar kami booking tiket untuk kakak-kakak dan abang-abang yang mau pergi. “, Liana menjelaskan pemberitahuan itu dengan berteriak dari kamarnya.
Waktu makan malam mereka semua berembuk dan memutuskan untuk pergi ke acara perpisahan adik-adik mereka. Mereka juga akan menginap di Hotel milik Andrea yang ada di Bali.
***
Three days later…
Author POV

Pesawat melesat dari bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Ngurah Rai. Sampai di Bali mereka disambut para fans-fans mereka. Mereka dijemput oleh pengawal hotel dan mereka dijaga begitu ketat agar tidak ada yang berbuat sesuatu yang tak terduga.

Mereka menginap di hotel milik Andrea yang ternyata juga ditempati oleh Boy band ternama di Korea yaitu DIAMOND. Hotel milik Andrea dijaga sangat ketat jadi tidak sembarang orang bisa masuk dan menginap di Hotel ini. Selain penjagaan yang ketat pelayanan di hotel ini sangat baik. Jadi, tidak jarang para pejabat dan para astis dari Indonesia atau Luar Negeri memilih hotel ini untuk menginap.

Para fans S.Y.P. dan DIAMOND sudah banyak berkumpul di depan hotel. Itu membuat mobil yang ditumpangi para anggota S.Y.P. kesulitan untuk memasuki hotel. Para penjaga sudah bersusah payah meminta mereka untuk beranjak dan pindah ke pinggir jalan tapi, tetap saja mereka tidak mau pergi. Para penjaga bertambah dan mengusir mereka secara paksa. Barulah mobil bisa memasuki hotel. 
“ Selamat datang Tuan! “, seoarang pelayan hotel datang menyambut kedatangan kami.
“Angkat barang-barang tuan muda dan teman-temannya, antarkan mereka kekamarnya! “, kata kepala pelayan itu pada salah seorang anak buahnya. Mereka mengikuti kepala pelayan yang mengantarkan mereka kekamar mereka yang berada dilantai 6. Lantai 6 hotel tersebut tidak hanya dihunyi oleh anak-anak S.Y.P saja tapi juga ada Boyband Korea DIAMOND.
ifa dan Liana berada dikamar yang sama. Karma mereka terletak diantara kamar Reyhan Naufal dan kamar kak Dinda, Ovie dan Caresse.
Karena malas dikamar, Dinda pergi kekamar Ifa dan Liana. Dikamar Ifa dan Liana sudah bersiap untuk pergi jalan-jalan. Pas banget aku lagi pengen jalan-jalan! Batin Dinda, melihat adik-adiknya udah bersiap akan pergi.
“Kak Dinda, ada apa? Ada yang bisa kami bantu? “, Liana yang masih beres-beres mau pergi jalan-jalan kaget melihat kakak perempuan tertua nya itu berdiri di depan pintu kamar mereka.
“Gak ada, kalian mau kemana? Kakak boleh ikut gak?, Dinda bertanya pada mereka berdua berharap bakal diizinin pergi sama mereka.
 “ Nggak boleh! Ini acara anak muda! Kakak kalau mau jalan ma kak Caresse atau ma kak Ovie aja! “, jawab Liana ketus membuat Dinda kesal.
 “Emang kakak dah tua? Kakak gak bisa ajak kak Ovie sama Caresse, mereka berdua lagi tidur kayaknya sih kecapeaan. Jadi kakak gak enak kalau ngebangunin mereka. “, kali ini Dinda bicara dengan nada memelas berharap belas kasih dari kedua adiknya.
 “ Itu sih derita kakak! “, Jawab ifa cengengesan, membuat Dinda geram dengan tingkah laku adiknya yag satu ini.
 “Awas kamu ya, kakak gelitik kamu”, ancam Dinda pada Ifa.
 “ kejar aku kalau berani”, kali ini Ifa yang menantang Dinda.
“oke, kakak kejar kamu! “.
Ifa dan Dinda pun akhirnya main kejar-kejaran, Ifa yang terpojok di pintu kamar membuka pintu dan berlari keluar. Namun…..
BUUUK….
“ Aww….. “, Ifa meringis kesakitan. Ternyata dia menabrak seseorang yang juga baru keluar dari kamarnya.
Cowok yang ditabrak Ifa itu juga meringis kesakitan. Melihat hal itu Ifa langsung minta maaf dan membantu pria itu untuk berdiri.
“ I’m sorry, are you okay? “, Tanya ifa dalam bahasa inggris pada Cowok itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu pria itu berdiri.
“ Yes I’m okay, no problem! “,jawab Cowok itu ketus. Cowok itu tidak menyambut uluran tangan Ifa dan langsung pergi meninggalkan Ifa dengan tangannya yang masih terulur ke depan.
Ifa kesal dengan tingkah laku cowok itu, dia sudah minta maaf tapi malah dicuekin sama cowok itu.
Ifa POV 
Aku berlari kearah pintu kamar bersiap-siap untuk berlari keluar menghindari serangan dari Kak Dinda. Aku membuka pintu kemudian berlari, namun…
BUUUK….
“ Aww… “, Aku meringis kesakitan, ternyata aku menabrak seseorang yang baru keluar dari kamarnya yang ada tepat di depan kamar kami.
“ I’m sorry, are you okay? “, aku bertanya padanya dalam bahasa inggris Karena tampaknya dia bukan orang Indonesia.
“ Yes I’m okay, no problem! “, dia menjawab pertanyaanku dengan ketus, lebih ketus dari jawaban Liana pada kak Dinda tadi.
Cowok itu berdiri dan mengabaikan uluran tanganku yang ingin membantunya. Dia berjalan pergi menjauh begitu saja.
“ Kamu gak apa-apa If? “, Tanya Liana padaku dengan nada cemas.
“ Aku sih gak apa-apa, tapi cowok itu ngeselin banget deh. Orang udah minta maaf eh malah dicuekin! “, aku benar-benar kesal pada cowok tadi, emangnya dia siapa sok banget.
“ Ya udah jangan masukin ke hati, gak usah cari masalah sama dia! “, kak Dinda mencoba untuk menenangkanku.
“ Emangnya dia siapa sih, sok banget! “, Cowok tadi membuatku jadi badmood.
“ Dia salah satu anggota boyband Korea terkenal yaitu DIAMOND. “, kak Dinda menjelaskan padaku siapa cowok itu.
“ Anggota DIAMOND kak? If siapa yang kamu tabrak Lee Shi Wu, Kang Ji Hoon, Han Jun Soo, atau Choi Yong Jin, Kim Yong min, atau mungkin Kim Rae ki, Lee Gyum, Han Soo Hyun? “, Liana menyebutkan nama-nama yang menurutku kedengaran aneh, dan hebatnya dia hafal nama meraka semua satu per satu. Maklumlah Liana memang seorang K-Pop lover, dan juga DIAMONITY fans clubnya DIAMOND.
“ Mana aku tau, aku kan bukan K-Pop lover dan bukan DIAMONITY! “, aku berjalan masuk ke kamar meninggalkan kak Dinda dan Liana.
***
Author POV

Malam harinya Andrea datang ke kamar Ifa dan Liana untuk ngajak mereka makan malam. Awalnya Ifa gak mau, tapi karena udah dibujuk Andrea akhirnya Dia mau makan malam di resto Hotel.
Ifa berjalan mengikuti Liana dan Andrea dari belakang, dia masih kesal sama kejadian sore tadi. Ifa berjalan terus tanpa melihat ada seorang cowok di depannya dan…,,
BUUUUK
Untuk kedua kalinya hari ini dia nabrak orang, dan lagi-lagi anggota DIAMOND. Karena hampir jatuh cowok itu menangkap tubuh Ifa, kemudian saling bertatapan. Cowok itu minta maaf sama Ifa dengan bahasa Korea sangat lembut dan sopan. Karena ifa bisa berbahasa korea Ifa juga minta maaf sama cowok itu, cowok itu juga berpesan sama Ifa lain kali jalannya hati-hati. Benar-benar cowok yang sopan dan lembut, berbeda dengan cowok korea yang ditabraknya tadi sore gak tau terima kasih.
If, apakah cowok itu yang menabrakmu tadi ??”, tanya Liana penasaran
“ Bukan, yang menabrakku tadi bukan cowok itu, mamangnya kamu kenal ma cowok yang barusan aku tabrak??”, Ifa balik bertanya.
“ Tau dong, itu kan Han Jun Soo, dia juga salah satu anggota DIAMOND”, jawab Liana bangga
“ Ya, teserahlah, kenapa hari ini aku menabrak dua orang anggota DIAMOND? ”, tanya Ifa
 
“ Mangnya tadi kamu nabrak orang tadi?”, tanya Carel pada Ifa
“Iya, tadi dia nabrak orang”, kata kak Dinda.
“ Udah itukan masalh kecil g usah di bahas”, kata Reyhan
“Iya, sekarang yang harus kita bahas itu adalah kapan kita makan?”, kata Vachel menyambung perkataaan Reyhan.
“Bagi kalian itu masalah kecil tapi, bagiku itu masalah besar, dan hari ini hari yang tidak menyenangkan dalam hidupku”. Ifa begitu kesal dan marah dan kehilangan selera makannya.
“ Udah jangan bertengkar tapi, kita di sini mau makan kok malah bertengkar”, kata kak Dinda menengahi.
“ Udah kalian aja yang makan akau lagi gak mod”, kata Ifa sambil berlalu
“ Aurel kamu harus makan nanti kamu sakit, dari tadi pagi kamu g makan”, kata kak Dinda.
Ifa pun berlalu dan tak menghiraukan kata kak Dinda. Aurel buru-buru menuju lift. Ternyata di lift Ifa bertemu dengan cowok yang di tabraknya di depan kamar tadi. Ifa menatap cowok itu dengan amarah tapi, Ifa berusaha untuk menenangkan hatinya. Cowok itu juga menatap Ifa dengan marah. Mereka hanya bisa memendam amarah itu dalam hati.
***
Soo Hyun POV

“ Yah,, ketinggalan lagi! “, Soo Hyun yang sedari tadi makan bersama hyung nya baru menyadari kalau handphone-nya ketinggalan di kamar-nya.
“ Apa yang ketinggalan Soo Hyun-a? “, Shi Wu Hyung bertanya padaku karena dari tadi aku sibuk mencari-cari sesuatu.
“ Handphone ku Hyung, aku mau ke kamar dulu hyung! “, akupun pergi dari resto dan masuk ke dalam lift. Kemudian masuk seorang gadis yang tadi sore menabrakku. Aku sangat kesal padanya, karena dia sekarang lututku membiru akibat terjatuh setelah ditabraknya tadi.
Gadis itu masuk ke dalam lift, pintu lift tertutup, dia menekan tombol lantai 6. Belum lama lift bergerak tiba-tiba….
lampu mati dan lift berhenti.....

To be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Double Scoop Ice Cream