Laman

Senin, 02 April 2012

Somebody to Love ( Part 3 )


Ifa POV
“ Permisi nona Ifa! “, seorang pelayan hotel memanggil nama ku.
“ Iya, ada apa? “, tanyaku penasaran, jangan-jangan ada fans yang mau ketemu lagi, atau promotor yang meminta adakan konser, benar-benar melelahkan.
“ Ini ada titipan surat untuk nona. “, jawab pelayan itu padaku. Ketika aku ingin bertanya siapa yang mengirim surat ini Liana memanggilku.
“ If ayo cepat, aku capek pengen tidur nih! “, Liana berteriak padaku,’  aduh anak ini menyusahkan deh! ‘ rutukku dalam hati.
“ iya, tunggu sebentar! Kapan surat ini diberikan pada mu dan siapa orangnya? “, tanyaku lagi pada pelayan hotel ini.
“ Saya menerimanya baru tadi sore, yang mengirimnya  Tuan…. “, belum selesai pelayan ini berbicara Liana kembali memanggil dan mengancamku.
“ Cepetan dong! Kalau nggak aku tinggal nih! “, ancam Liana padaku, sepertinya dia tau kalau aku tidak
ingin jalan sendirian ke kamar hotel karena aku tidak ingin bertemu dengan anak boyband yang menginap di kamar di depan kamar hotelku.
“ Terimakasih ya! “, aku pergi meninggalkan pelayan itu dan menyusul Liana yang sudah ada di dalam Lift.
“ Ada apasih, kok lama banget? “, Tanya Liana padaku di dalam lift.
“ Ada yang nitip surat untukku. “, Aku masih memperhatikan surat dengan amplop berwarna pink ini.
Ting… pintu lift terbuka kami sudah sampai di lantai 6. Dan kamipun keluar dari dalam lift.
“ Surat dari siapa? Wah, warna pink lagi pasti surat cinta! “ Liana yang terlihat sangat penasaran melihat kearah tanganku dan melihat surat berwarna PINK ini.
“ Mau tau aja! “, jawabku sambil terus berjalan mengabaikan Liana yang masih berada di depan pintu lift.
“ Kasih tau dong! Dari siapa surat itu? “, Liana merengek padaku sambil memperlihatkan puppy eyes-nya.
“ Puppy eyes-mu itu tak mempan bagi-ku! Lagi pula aku juga tidak tau siapa pengirimnya. “, jawabku pada Liana membuat dia berhenti bertanya. Kami sudah sampai di depan kamar, dia membuka pintu dan aku mengikutinya masuk ke dalam kamar.
Liana POV
“ Kasih tau dong! Dari siapa surat itu? “, aku merengek pada Ifa dan mengeluarkan puppy eyes-ku .
“ Puppy eyes-mu itu tak mempan bagi-ku! Lagi pula aku juga tidak tau siapa pengirimnya. “, jawabannya tadi membuatku berhenti bertanya, apalagi yang mau ditanyakan toh dia nggak tau siapa yang ngirm surat itu.
Di kamar aku langsung menghempaskan tubuhku ke atas kasur. Perjalanan tadi sangat menyenangkan walaupun sekarang tubuhku sangat lelah di buatnya.
“ If, aku mandi duluan ya! “, aku berjalan menuju kamar mandi sambil memperhatikan Ifa yang sudah berkutat dengan PSP-nya, tampaknya dia tidak menghiraukan surat itu, atau mungkin dia ingin membacanya seorang diri, tapi yang jelas sekarang aku ingin mandi dulu badanku terasa gerah.
“ Iya, kamu mandi aja duluan! “, jawabnya dengan PSP masih melekat di tangannya.
Selesai mandi aku melihat ifa yang masih asyik dengan PSPnya, aku berjalan kearahnya dan meraih surat berwarna PINK yang terletak di sebelahnya.
“ suratnya gak dibaca? Atau kamu mau aku yang bacain? “, ancamku pada Ifa, ia yang sedari tadi asyik bermain PSP, melihat aku memegang surat itu, ia segera meletakkan PSP di kasur dan langsung merebut surat itu dari tanganku.
“ Aku bacanya besok aja, aku ngantuk! “, katanya sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan menyembunyikan surat itu dibawah bantalnya.
“ Ya sudahlah kalau begitu, aku juga mau tidur! “, aku segera berbaring di sebelahnya dan tertidur.
***
Pagi Hari…
Ifa POV
Aku mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat, sudah pagi rupanya. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, bisa kulihat Liana yang masih tidur nyenyak dibalik selimut hangatnya.
Selesai mandi kulihat Liana yang sedang packing, hari ini adalah hari terakhir kami berada di Bali. Berarti ini adalah hari terakhirku bisa bertemu dengannya. Aku langsung berlari menuju pintu kamar dan membuka pintu berharap bisa melihat wajahnya pagi ini, namun sampai di luar aku tidak melihat siapa-siapa ‘ kemana mereka semua? ‘ ucapku dalam hati.
“ Ada apa sih If, lari-lari ke depan pintu, mau ngeliat dia ya? “, Tanya Liana padaku
“ Apa-apaan sih kamu, aku gak mau lihat siapa-siapa kok! “, jawabku berdusta.
“ Kalau gitu cepetan beresin barang-barang kamu, kita take off jam 2, jadi jam 12 kita udah berangkat ke bandara! “, kata Liana yang berjalan menuju kamar mandi.
Kulihat barang-barangnya sudah beres siap di angkut, sedangkan barang ku masih berantakan ‘ aku harus cepat nih, nanti kalau telat Liana bakal menceramahiku ‘ batinku. Tapi pikiranku masih melayang pada anak boyband itu, apa mereka sudah kembali ke Korea?. Tiba-tiba, aku ingat surat yang tadi malam dititipkan oleh seorang pelayan, kuraih surat yang terletak diatas meja kemudian membukanya. Aku mulai membaca surat itu, surat bertulisan Korea dan aku bisa menebak dari siapa surat ini HAN SOO HYUN.
Dear Sakura,
Hai! Kau masih mengingatku bukan, aku pria menyebalkan yang mengangumimu. Kau tau kemaren itu sebenarnya aku ingin mengajakmu jalan-jalan bersama, tapi sepertinya kau sedang sibuk. Jadi aku tidak mau memaksamu. Kamu jangan besedih ya karena aku pergi. Hehehe. J
Aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya karna disaat kita pertama bertemu aku sudah membuatmu marah. Tapi, ketika pertemuan yang kedua kalinya aku menolong kamu. Diasaat itu aku merasakan ada sesuatu yang menjanggal dihatiku, dan saat bertemu denganmu untuk yang kesekian kalinya jantungku mulai berdetak tidak beraturan. Apakah aku menyukaimu? Kau tau bayanganmu selalu mengisi pikirannku. Aku ingin memberi tahumu satu hal bahwa aku sengaja membuka pintu berbarengan sama kamu karena aku ingin melihat wajah manismu dikala kamu tersenyum.
 Aku sangat sedih karna tidak dapat mengucapkan salam perpisahan kepadamu. Jadi, melalui surat ini aku menyampaikan salam perpisahan pada temanku yang baik, ya, walaupun kamu jutek, cuek, dan pemarah tapi, aku tau kok kalau kamu sebenarnya gadis yang baik dan menyenangkan.
Aku hanya berharap kalau kita bisa bertemu kembali...:)
Salam Manis dari,
Han Soo Hyun
Tak terasa air mataku jatuh sesaat setelah selesai membaca surat itu. Hatiku rasanya sakit sekali, jadi kemarin saat dia mengajakku menemaninya jalan-jalan dia tidak bercanda, dia ingin mengajakku karena itu adalah hari terakhirnya di bali. Saat ini aku benar-benar menyesal telah menolak ajakannya.
Liana yang telah selesai berias terkejut melihat sahabatnya menangis.
“ Kamu kenapa If? “, tanyanya padaku.
Liana POV
Aku terkejut melihat sahabatku menangis, aku berjalan kearahnya.
“ Kamu kenapa If? “, tanyaku padanya. Aku langsung memeluknya, dan menenangkannya.
“ Dia udah pergi Li! “, jawabnya sambil terus menangis.
“ Dia siapa? apa anak boyband itu? “, tanyaku antusias. Diapun menyerahkan surat berwarna pink itu padaku. Aku membacanya dari awal sampai akhir, selesai membaca…
“ Ha ha ha… “, kata-kata pada surat itu membuatku tertawa.
“ kok ketawa sih Li, aku kan lagi sedih! “, Ifa berbicara dengan terisak-isak.
“ tidak ku sangka, cewek kayak kamu bisa jatuh cinta sama anak Boyband kayak Han Soo Hyun. Ini bakal jadi gossip besar nih! “, aku mencoba untuk menghiburnya.
“ Jangan li, jangan kasih tau siapa-siapa, yang tau hal ini Cuma kita berdua ok? “, katanya sambil memperlihatkan puppy eyesnya, matanya yang basah karena menangis.
“ Ok deh, yang tau hal ini cuma kita berdua. Sekarang jangan nangis lagi, cepat beres-beres nanti kita ketinggalan pesawat! “, sekali lagi aku memeluknya mengelus punggungnya agar dia berhenti menangis.
“ kamu mau sarapan? Mau aku bawain sesuatu dari resto? “, tawarku padanya.
“ Gak usah Li! Aku lagi gak nafsu makan “, jawabnya dengan suara yang amat pelan.’  Sepertinya dia benar-benar sedih ‘.
“ Kalau gitu aku pergi makan dulu ya, cepet beres-beresnya ntar kita ditinggalin! “, kataku padanya, aku berjalan menuju pintu kamar.
“ Iya, cerewet banget sih! “, kata Ifa.
“ Ifa, aku dengar itu! “, celotehku lagi dari depan pintu.
Aku berjalan keluar kamar menuju resto hotel. Di resto Bang Andrea dan yang lainnya *kecuali kami berdua* sedang menyantap sarapan mereka.
“ Li, Ifa mana? “, tanya Bang Andrea padaku.
“ Dia lagi packing di atas! “, jawabku.
“ Dia gak sarapan? “, kali ini Naufal yang bertanya.
“ Dia bilang gak nafsu makan! Kamu sarapan apa Rey? “, tanyaku pada reyhan.
“ Ni, nasi goring, kamu mau? Pesan aja sana! “, perintahnya padaku.
“ Iya, ni orang lagi mau pesan! “, jawabku ketus. Jujur, pagi ini mood ku jadi tidak enak gara-gara lihat Ifa nangis tadi, aku gak tega lihat sahabatku bersedih.
Selesai makan aku pergi ke kamar, sedangkan yang lain memilih jalan-jalan disekitar hotel, menikmati pagi terakhir mereka di Bali. Sampai dikamar kulihat Ifa sudah selesai membereskan barang-barangnya.
***
Author POV
Sepanjang perjalanan yang lumayan jauh dari Bali ke Jakarta dilewati Ifa dengan melamun. Dia masih memikirkan Soo Hyun, ia kembali membuka surat perpisahan dari Soo Hyun itu.
“ Kenapa waktu itu kamu gak bilang kalau kamu bakal kembali ke Korea! “, gumam Ifa pelan. Liana yang duduk disebelahnya selalu berusaha menghibur sahabatnya yang bersedih itu.
“ Udah lah If, dia kan nggak pergi selamanya*alias meninggal*, kamu masih bisa ketemu dia kok! “, kata Liana menghibur.
“ Tapi harusnya waktu dia bilang kalau itu hari terakhirnya di Bali, aku bakal setuju nemenin dia jalan-jalan! “, jawab Ifa lirih.
“ Ifa, yang penting sekarang kamu udah tau gimana perasaan kamu ke dia dan dari kata-kata di surat itu sepertinya dia memiliki perasaan yang sama. Nah, kalau kalian BERJODOH kalian pasti ketemu lagi! “, kini Liana menyampaikan kata-kata bijaknya dan membuat Ifa sedikit tersenyum.
“ Kamu ini ada-ada aja Li! “, kata Ifa sambil tertawa, dia mulai terhibur dengan kata-kata Liana. Liana memang anak yang cerewet, apalagi saat ada temannya yang bersedih, dia akan mati-matian menghibur dengan kecerewetannya sampai orang itu terhibur, dan sepertinya itu berfungsi sekarang.
***
Pesawat mendaratdengan selamat di bandara Soekarno Hatta. Diluar sudah banyak S.Y *sebutan untuk fans S.Y.P* yang menunggu kedatangan mereka.
“ HAAA…. Sakura…. “. “ Andrea… I love you.. “, “ SYP we Love You!!! “. Terdengar suara teriakan dari para fans S.Y.P.
“ Bang Andrea kan lagi cari pacar, tuh ada yang bilang I love you tadi, jadiin pacar aja bang! “, celetuk Reyhan membuat anggota lain tertawa.
“ Ada-ada aja kamu Rey. Lagipula sekarang abang kan udah punya pacar! “, jawab Andrea.
“ Beneran bang? Kalau gitu selamat ya, oh ya jangan lupa traktirannya PJ! “, Liana angkat bicara.
“ Emangnya siapa ceweknya bang Andrea? “, tanya Caresse pada Liana.
“ Itu tu, kakak yang selalu dijemput antar sama bang Andrea! “, jawab Liana.
“ Ooo, kalau gak salah namanya….. Chelli kan? Mahasiswa kedokteran itu! “, kata Ovie.
“ Udah, jangan bahas itu lagi. If, kamu kenapa, dari tadi kok diam aja? “, tanya bang Andrea pada Ifa.
“ aku gak apa-apa kok! “, jawab Ifa tak bersemangat. Yang lain heran dengan sikap Ifa, tidak biasanya dia diam dan melamun seperti itu.
Dari bandara mereka langsung naik mobil menuju Dorm mereka. Diluar, sudah ada mobil yang menjemput mereka.
Sampai di dorm mereka melepas lelah, ada yang duduk-duduk, tidur-tiduran bahkan tidur beneran. Ifa yang biasanya langsung main game kali ini langsung pergi ke kamarnya dan tidak keluar-keluar .
“ Ifa kenapa, Li? “, tanya Caresse pada Liana.
“ Iya, biasanya dia langsung main PS, tapi sekarang malah masuk kamar dan gak keluar-keluar! “, Ovie yang sedang membereskan barang-barangnya ikut berbicara.
“ Mungkin dia main PSP di kamar ! “, jawab Liana enteng.
“ Tapi PSPnya dipinjam Reyhan tadi di perjalanan dari bandara ke sini.”, kata kak Dinda.
“ Udah dibalikin Reyhan mungkin.  Aku ke kamar dulu mau tidur, jangan ada yang ganggu! “, kata Liana sambil berjalan menuju kamarnya secepat mungkin untuk menutupi kebohongannya, karena Liana paling tidak bisa berbohong *bagus, anak yang jujur, kayak author, hehehe*
Sejak sampai di dorm sampai jam makan malam, Ifa tidak keluar dari kamarnya. Saat makan malam siap, semua sudah ada di ruang makan, kecuali Ifa.
 “ Ifa kemana? “, tanya Vachel penasaran.
“  Dia masih di kamarnya dari tadi! “, jawab Caresse
“ Mungkin masih tidur! “, tambah Dinda.
“ Biar aku bangunin dia dulu. “, kata Liana.
Liana berjalan menuju kamar Ifa, mengetok pintunya.
“ If, makan malam dulu yuk! “, ajak Liana, tapi tak terdengar jawaban dari dalam.
“ If, makan dulu, nanti kamu sakit! “, kata Liana lagi.
Tiba tiba pintu kamar dibuka, Ifa keluar dengan matanya yang sembab dan wajah lesu tak bergairah.
“ If, kamu baik-baik aja kan? “, tanya bang Andrea khawatir.
“ Aku baik-baik aja kok! “, jawab Ifa kemudian duduk di kursi disebelah Liana.
Setelah selesai makan malam Ifa langsung masuk ke kamarnya. Semua yang ada disana heran melihat sikap Ifa yang aneh seperti itu.
***
Keesokan paginya, semuanya melaksanakan aktifitas masing-masing. Liana, Ifa, Reyhan dan Naufal bersiap-siap pergi sekolah. Hari ini mereka masuk sekolah karena ada beberapa hal yang harus diurus.
“ Kak, kami pergi dulu! “, selesai sarapan Liana dan Ifa pamit pada kakak-kakaknya.
Kesekolah mereka diantar oleh supir mereka. Sampai disekolah Ifa masih tampak murung, saat pulang sekolahpun masih murung, Naufal yang heran akan hal itu bertanya pada Liana apa yang sebenarnya terjadi.
Didalam mobil…
Dalam perjalan pulang tiba-tiba Naufal ingin ke toko buku, dan menyuruh pak Joko supir mereka mengantarkan mereka ke toko buku. Saat sampai di toko buku….
“ Li, temenin aku ya! “, bujuk naufal.
“ Iya, If ikut yuk! “, ajak Liana pada Ifa.
 “ Nggak ah, kalian aja yang pergi! “, jawab Ifa. Tidak biasanya juga dia seperti ini, kalau diajak ke Toko buku Ifa pasti ingin ikut.
“ Kamu yakin If? “, tanya Naufal.
“ Hmm.. “ Ifa mengangguk.
Liana dan Naufal turun dari mobil, saat berjalan masuk toko Naufal bertanya pada Liana.
“ Sebenarnya Ifa kenapa sih, kok keliatannya dia murung banget? “, Naufal membuka pembicaraan.
“ Ng… gak ada apa apa kok! “, jawab Liana gugup. Naufal melihat kebohongan pada Liana, ia yakin Liana pasti bohong.
“ Jawab yang jujur Li! “, kata Naufal tegas.
Awalnya Liana tetap tidak mau menjawab dengan jujur, tapi Naufal tidak berhenti membujuk Liana dan akhirnya Liana luluh.
“ Ok, Ifa itu lagi patah hati. Gara-gara ditinggalkan seseorang. “, jawab Liana singkat.
“ Ditinggalin siapa? “, tanya Naufal penasaran.
“ Kamu taukan , anak Boyband korea yang juga nginap di hotelnya bang Andrea, dia suka sama salah seorang dari mereka, dia sekarang lagi galau karena ditinggal dia dan hanya ditinggalkan sepucuk surat darinya! “, jelan liana lagi.
“ Ooo gitu… “, jawab Naufal penuh pemahaman.
“ Tapi, janji ya, jangan bilang siapa-siapa! soalnya aku juga janji sama Ifa gak bilang siapa-siapa soal ini. OK! “, perkataan Liana dijawab oleh anggukan dari Naufal.
“ Siiip.. “
Mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka mencari buku dan berencana membelikan Ifa sebuah novel untuk menghiburnya.

@ dorm D2_A
Ifa POV
Saat sampai di dorm, dorm sangat sepi, tak ada tanda-tanda kehidupan. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar. Usai ganti baju, aku memilih untuk duduk didepan televisi dan tidak main game. Saat berjalan ke dapur untuk minum, aku melihat sebuah note yang ditempel di kulkas.
To my sisters:
Kakak dan kak Caresse pergi ke kampus, kak Ovie ke rumah temennya. Nanti jangan lupa buat makan malam dan beresin dorm soalnya kakak bakal pulang malam. Awas kalau sampai lupa beresin Dorm! Kakak bantai kalian berdua ‘hehehe’
From your lovely Sister
Dinda
Aku tersenyum sendiri melihat surat itu, nanti aja deh sama Liana beresin dormnya, batinku.
Beberapa jam kemudian…
“ Assalamualaikum… “
Aku yang tengah duduk di ruang santai mendengar suara Liana yang membahana di seluruh bagian dorm.
“ Waalaikumsalam “, jawabku.
“ Tumben dorm sepi, pada kemana semua orang ? “, tanya Liana.
“ Pada sibuk sama aktifitas masing-masing. “, jawabku sambil memindahkan chanel tv.
“ If ini ada sesuatu buat kamu. “ Liana memberikanku sebuah bungkusan.
“ Ini “, aku merasa senang saat membuka bungkusnya, aku melihat sebuah novel yang sangat kuinginkan
“ Itu novel terbarunya penulis favorit kamu! “, kata Liana padaku.
“ Aku tau sebenarnya bukan ini yang kamu inginkan, tapi cobalah If untuk bangkit, jangan kayak gini lagi. Cukup kamu mikirin dia terus, ingat masih banyak kesempatan untuk bertemu dia, kita bisa jalan-jalan ke Korea kalau kamu mau! “, katanya lagi. Liana benar, seharusnya aku gak bersedih lagi, mungkin dilain kesempatan aku bisa ketemu dia lagi.
“ Ok Li, aku bakal berusaha “, Aku tersenyum pada Liana, bisa kulihat dia tampak sangat senang.
***

Satu minggu kemudian
@ meeting room
Author POV
“ Album kedua kita hampir siap, dan kalian juga sudah menyelesaikan rekaman, sekarang tinggal syuting video clip! “, manager SYP membuka pembicaraan.
 “ Kalian sudah tau kan kalau kalian akan dikontrak untuk main Film. Untuk syuting film itu, kalian akan ada syuting ke Thailand, jadi kalian akan sibuk beberapa bulan ini. “, lanjutnya lagi.
“ Lalu bagaimana dengan Video Clip kita? “, tanya Andrea pada manager.
“ Aku sudah susun jadwal kalian, syuting Video Clip akan dilaksanakan disela-sela kesibukan kalian. Apa ada lagi yang ingin kalian tanyakan? “, tanya pak Manager.
“ Gak ada pak! “, jawab mereka.
“ Kalau begitu, sekarang kalian boleh bubar! “, pak manager mangakhiri pertemuan.
@ Dorm RN_A
Semua member berkumpul di dorm RN_A kecuali Andrea karena dia masih ada urusan dengan manager. Sampai di dorm, mereka masih membahas tentang apa yang dibicarakan Manager mereka tadi.
“ Jadwal kita bakal full lagi neh, tugas kuliah pada numpuk lagi! “, rutuk Caresse dan diiringi juga oleh Dinda.
“ Selain itu, kakak juga ada ujian sebulan lagi. Harus belajar dengan giat nih! “, kata Dinda.
“ Untung aja kita udah lulus ya, kalau nggak pasti kita bakalan kesulitan buat belajar disela-sela syuting film! “, kata Reyhan yang sedang nonton TV.
“ Iya, betul tu! “, ujar Naufal.
Tiba tiba pintu dorm terbuka, Andrea masuk membawa sesuatu.
“ Ini! “, Andrea memberikan setumpuk kertas yang ada di tangannya.
“ Apaan ni bang? “, tanya Ifa ingin tau. Sejak Liana menasehatinya seminggu yang lalu, Ifa mulai berubah, ia mulai kembali seperti semula.
“ Itu naskah film, dan peran kalian masing-masing! “, jelas Andrea.
Mereka membaca dengan seksama, mereka semua tampak puas dengan pembagian peran masing-masing. Ifa, Liana, Reyhan, dan Vachel mendapat peran menjadi seorang agen. Mereka bertiga senang banget. Sedangkan Dinda menjadi anak dari salah satu mafia pengedar ekstasi terbesar di Indonesai, Caresse dan Ovie sebagai sahabat dekatnya Dinda, Carel menjadi sahabat sekaligus kekasih Ifa dalam Film dan Andrea menjadi anggota salah satu kelompok mafia, sedangkan Naufal berperan sebagai koneksi dan pengarah untuk Ifa, Liana, Vachel dan Reyhan dalam menjalankan tugasnya.
Mereka menjalani hari-hari yang berat selama proses syuting. Maklum, film yang mereka mainkan sekarang adalah film action dan menguras banyak tenaga. Bahkan mereka harus rela tidur di lokasi syuting dan harus belajar di lokasi syuting karena padatnya jadwal mereka. Tapi mereka menjalaninya dengan senang hati untuk menyenangkan fans mereka.
Untuk film ini, merekanjuga akan syuting di Thailand. Dan mereka semua sangat senang, karena bisa sekalian berlibur.
***
Hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke Thailand. Sampai di Thailand mereka disuruh untuk istirahat karena akan menjalani syuting yang berat esok harinya. Di Thailand mereka bekerja lebih keras dibandingkan di Indonesia. Mereka hanya tidur kurang lebih 5 jam. Selebihnya mereka sibuk dengan syuting. Selama di Thailand makan mereka tidak teratur. Tapi, mereka juga mendapat waktu luang untuk jalan-jalan di Thailand.
Di Thailand mereka juga mencoba makan makanan khas Thailand disebuah restoran terkenal bersama para kru dan pemain yang lainnya. Seperti biasa, Ifa memilih duduk didekat jendela, karena bisa melihat pemandangan diluar. Ketika menoleh keluar jendela dia melihat seorang pria berjalan ditrotoar disebrang jalan bersama 2 temanya. Jantungnya mulai berdetak dengan kencang melihat cowok itu. Han Soo Hyun! batin Ifa. Tidak salah lagi! Itu Han Soo Hyun yang berjalan dengan 2 temannya yang juga anggota DIAMOND! Batin Aurel, ketika melihat wajah cowok itu dengan jelas.
Ifa segera sadar, dia langsung menoleh kearah teman-temannya yang sedang asyik memilih makanan. Bearti mereka tidak memperhatikanku dari tadi, baguslah kalau begitu! Batinnya yang melihat teman-temannya. Ifa bertekad menutup rapat-rapat pikirannya mengenai Han Soo Hyun dan sekarang ikut membuat kehebohan memilih makanan.
***
Seminggu sudah mereka di Thailand, sekarang mereka harus kembali ke Indonesia. Mereka semua sangat senang, pertama karena syuting film sudah selesai dan tinggal tunggu tanggal penayangan film mereka, kedua karena album kedua mereka akan dirilis hari ini di hari kepulangan mereka ke Indonesia.
Setelah album kedua mereka dirilis, ternyata album ini meledak di pasaran dan terjual puluhan ribu copy. Di album ini penampilan mereka memang berbeda dan lebih keren, gerakan dancenya pun lebih power full. Album ini disambut antusias oleh fans mereka baik dalam maupun luar negri.
Semenjak album kedua mereka keluar banyak tawaran ngamen. Eh salah, maksudnya manggung di kota-kota besar dan juga luar negri. Jadi, walaupun mereka sudah selesai syuting film,mereka tetap sibuk dengan tawaran manggung.
***
Hari-hari yang menyita banyak waktu, telah berakhir. Kini anak-anak S.P.Y. berencana untuk pergi liburan selama beberapa hari di Puncak. Menurut mereka udara sejuk dan pemandangan yang indah dipuncak bisa membuat hati dan pikiran kembali tenang. Ya walau mereka disana hanya untuk 2 hari dan setelah itu jadwal mereka kembali padat sepeti biasanya.
Dipuncak anak-anak S.P.Y. bertemu Jasmine dan Ulfa yang juga sedang berlibur kesana. Jarak villa Ifa  ke villa tempat mereka menginap tidak terlalu jauh, jadi mereka bisa mengundang Jasmine dan Ulfa untuk datang ke pesta kecil-kecilan mereka. Pesta itu dilaksanakan di villa milik Ifa, karena Villa Ifa memiliki halaman yang luas dan cocok buat pesta dan juga didekat sana ada jalan pintas menuju sungai.
Karena mereka diundang, Jasmine dan Ulfa berdandan secantik mungkin. Jamine mencoba untuk berdandan sederhana, dengan bedak dan lipglos dia sudah terlihat cantik, makin cantik dengan gaun berwarna baby pink dan cardigan, dia sudah tidak sabar bertemu dengan seseorang yang selama ini sangat dikaguminya dan juga disukainya. Sedangkan Ulfa juga berdandan dengan sederhana, hanya bedak dan lipglos dia juga terlihat cantik, karena sekarang dia adalah pacarnya Reyhan.
Sampai di villa Ifa, Ulfa disambut oleh Reyhan dan sudah asyik ngobrol berdua meninggalkan Jasmine. Karena ditinggal Ulfa, Jasmine memilih untuk membantu Ifa san Liana masak sate.
“ Boleh aku bantu nggak? “, tanya Jasmine pada Liana dan Ifa yang sedang membakar sate.
“ Boleh kok, kami emang lagi butuh bantuan! “, Liana memberikan beberapa tusukan sate kepada Jasmine.
Jasmine mulai mengerjakan tugasnya sambil memperhatikan seorang cowok yang disukainya. Saat ditegur Ifa, dia jadi salting, sampai-sampai tusukan sate ditangannya jatuh. Namun, dia tetap tidak berhenti memperhatikan cowok itu.
Cowok yang sedang bercanda dengan yang lainnya menyadari kalau dari tadi dia diperhatikan seseorang. Dia mulai menjalankan rencananya, dia mengeluarkan Handphone nya dan menelepon seseorang.
Halo! “, terdengar suara seorang cewek dari seberang.
“ Jasmine, bisa ikut aku sebentar! “, kata Cowok itu, pada cewek  yang ternyata adalah Jasmine, cewek yang disukainya.
Ok! “, jawabnya. Naufal berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan. Saat menoleh kebelakang, dilihatnya Jasmine juga berjalan mengikutinya.
Sampai disuatu tempat, Suasana yang begitu hening dan dingin menyelimuti tubuh Jasmine yang hanya memakai kardigan tipis. Dia menahan rasa dingin yang menyelimuti dengan seulas senyum dibibirnya ynag sekarang berubah pucat. Dia hanya bisa berharap kalau cowok itu tidak berbicara panjang lebar.
“Ada apa? kenapa kamu mengajakku kesini?” Tanya jasmine yang hanya berdiri dibelakang cowok itu dan hanya menatap punggung cowok itu
“Aku hanya ingin menanyakan sesuatu pada mu”, jawab cowok itu. saat itu juga jantung Jasmine bedetak dengan sangat cepat. “Aku Cuma mau nanya dari tadi kamu memperhatikanku, sepertinya kamu ingin menemuiku, ada apa?” cowok itu bertanya pada Jasmine
“Aku, ng… nggak tuh, kamu gr banget sih”, Jawab jasmine yang mencoba menyembunyikan muka merahnya.
“Oh, kamu tau, dari tadi aku memperhatikan seseorang. Hhhh, gadis itu telah mencuri hatiku”, kata itu sambil Naufal tersenyum pada Jasmine.
 Jasmine menatapnya dengan perasaan kecewa dia tak mau bertanya lagi tapi pertanyaan itu akhirnya terlontar juga dari mulutnya dengan rasa ragu-ragu “siapa gadis itu? apakah Ifa ?”
“Tidak, Dia hanya sahabatku dan dia juga menganggapku sebagai sahabat terbaiknya. Aku tau Ifa itu tidak mudah untuk mencintai seseorang”. Jawab Naufal dengan ragu, melihat ekspresi Jasmine yang sepertinya begitu kecewa dengan jawabannya
“Benarkah? Tapi, aku melihat kalain sangat akrab sekali, lalu siapa cewek yang kau sukai?”. Jasmine bigung kenapa kalimat itu bisa terlontar dari mulutnya, padahal dia tak ingin menanyakan hal itu.
“Hah”, Naufal menghela nafas lalu berbalik menghadap kearah Jasmine. Sekarang dia bisa melihat wajah Jasmine yang begitu manis diterangi sinar rembulan malam itu* lebay *. Akihirnya dia bisa mengatakannya, setelah lama latihan bersama Aurel akhirnya kata-kata yang tersimpan dalam hatinya itu keluar juga
“DO YOU WANT TO BE MY GIRL FRIEND, JASMINE?”
Seketika itu janting Jasmine berdetak sangat cepat dan dia berudaha untuk tidak pingsan sebelum menjawab pertanyaan itu. selama 5 detik berlalu mereka masih tetap diam terpaku. Sekarang giliran Jasmine yang menghelakan nafas dan dia berkata, “YES, I WANNA BE YOUR GIRL FRIEND, NAUFAL”, jawabnya dengan hati-hati.
Sekarang jantung Naufal yang berdetak begitu kencang mendengar jawaban dari Jasmine. Hilanglah rasa dingin yang menyelimuti tubuhnya. Seluruh badannya menjadi panas saat mendengar jawaban yang sangat diharapkannya itu.
Setelah lama berdiri didekat sungai mereka berdua kembali ke Vila Ifa, takut kalau ada yang curiga atau cemas karena mereka berdua hilang begitu saja. Mereka berdua berjalan menyusuri jalan yang sepi itu sambil berpegangan tangan dan sesekali saling bertatapan dengan senyum mengembang diwajah mereka.
Ketika mereka tiba, mereka menghembuskan nafas lega, karena teman-teman mereka tidak menunjukkan rasa curiga atau pun cemas. Semua orang disana malah asyik dengan makanan yang tersedia dan mengobrol dengan puas sambil tertawa lepas. Mereka berdua berjalan kearah teman-temannya yang sedang makan itu, kemudian juga ikut menikmati makanan bersama yang lainnya. Nufal tampak tersenyum puas karena rencananya berhasil.
***
Ifa merasa ada yang aneh pada Jasmine, dari tadi dia terus memperhatikan seseorang, siapa lagi kalau bukan Naufal. Ifa berniat memberitahukan hal itu pada naufal sesuai rencana mereka.
Ifa mengambil ponselnya yang berada didalam tas dan menuliskan pesan singkat pada Naufal. Setelah mengirim pesan pada Naufal, dia kembali ke tempat Liana dan Jasmine.
 Naufal yang berdiri tak jauh dari mereka, merasakan Hpnya bergetar, dia melihat Hpnya. Ada apa lagi nie cewek sms segala, padahal jaraknya dekat. Buang-buang pulsa aja! Batin Naufal melihat nama Ifa tertera dilayar ponselnya.
To : Naufal 
From : Ifa                                                                                                                                                                                                               
heh, Tau gak kalau jasmine itu dari tadi perhatiin kamu terus, sampai-sampai ya, tusukan sate yang bakal dipakai buat bakar sate itu jatuh, tau gak sih itu tusukan sate itu belinya pakek duit. Sebaiknya kamu jalanin aja rencananya sekarang. Biar aku dukung dengan do’a!
Setelah membaca sms dari Ifa, Naufal langsung menoleh kearah Jasmine, benar ternyata Jasmine memperhatikannya. Dia mulai membalas SMS dari Ifa.
To : Ifa
From : Naufal
Cuman tusukan sate aja diperhitungkan. Emang dasar ya, cewek yang satu ni evil banget. Oke deh, sebentar lagi, aku lakukan. Liat aja, aku pasti berhasil! Thank’s ya, princess evil udah bantuin aku latihan!
Melihat balasan dari Naufal dia sangat geram karena dibilang princess evil. Padahalkan, niatnya baik untuk menanyatukan orang yang saling mencintai*cieee*. Sedangkan dirinya saja tidak bersatu dengan orang yang dicintainya*kasian*. Ya, harus diakui kalau orang itu sekarang lagi di Korea.

To : Naufal
From : Ifa
WHAT DO YOU SAY? AWAS KAMU YA !!!! KU CINCANG KAMU JADI KORNET MANUSIA!!!!
Setelah membaca sms dari Ifa, Naufal hanya bisa tersenyum karena telah berhasil membuat sahbatnya itu kesal. Karena jarang orang yang bisa bikin dia kesal keculi Naufal, Liana,dan Andrea. Itu pun kadang yang jadi kesal adalah orang bertiga itu karena tidak sangup melawan ocehan Aurel yang panjang dan senyum evilnya.
Setelah lama berfikir, akhirnya Naufal mengambil ponselnya. Dia mencari nomor Jasmine dan menelfon gadis itu. dia meminta Jasmine untuk mengikutinya ketempat yang sudah direncanakan, karena ada yang mau dia katakan pada Jasmine. Dia pun berjalan dan diikuti Jasmine dibelakangnya.
Melihat Jasmine dan Naufal berjalan kearah sungai, Ifa memanggil Liana. Mereka berdua mengikuti Naufal dan Jasmine. Awalnya hanya mereka berdua tapi, yang lainnya malah ikut-ikutan pengen lihat Naufal nembak cewek. Apalagi ditempat yang dingin seperti ini.
Semua yang ada disana menahan tawa mereka melihat teman mereka yang mengutarakan cinta pada gadis yang dia sayangi.
Karena hari mulai dingin dan awan semakin gelap, anak-anak S.Y.P. segera meninggalkan Naufal dan Jasmine berdua yang sedang asyik duduk-duduk ditepi sungai. Disepanjang berjalanan menuju villa Ifa mereka masih membahas tentang Naufal dan Jasmine sambil tertawa bahagia yang membuat suasana menjadi lebih hangat. Sampai di villa, mereka bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
Pesta kecil-kecilan di Puncak ini menjadi kenangan tersendiri bagi Naufal dan Jasmine.
***
Hari ini, Liana dan Ifa bangun dengan semangat, karena hari ini akan diumumkan siswa-siswa yang diterima di perguaruan tinggi di dalam maupun luar negri. Mereka berangkat sekolah dengan perasaan deg-degan.
Pak Galih memasuki ruangan dengan berwibawa dan senyum bahagianya, sepertinya banyak siswa yang diterima di Perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun di Luar negri. Pak Galih mulai membacakan Satu per satu nama siswa yang diterima di perguruan tinggi dalam negri. Selesai membacakan nama siswa-siswa yang diterima di perguruan tinggi dalam negri, tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh para member S.Y.P, karena mereka semua mengambil perguruan tinggi luar negri.
“ Untuk perguruan tinggi luar negri, pertama siswa undangan yang diterima di Universitas di Jepang, Jasmine Shellirania, Reyhan Fernandes, dan Naufal Bryan Stewart, selamat untuk kalian bertiga! “, ucap Pak Galih.
“ Selamat ya, ternyata kalian berdua satu Universitas! “, kata Ifa pada Naufal dan Jasmine.
“ Iya, bisa sama-sama terus deh! “, Liana ikut memberikan ucapan selamat.
“ Hey! Bukan mereka berdua aja yang ke Jepang, aku juga tau! “, kata Reyhan kesal.
“ Eh iya, selamat ya, impianmu tercapai Han! “, Liana berjalan kearah reyhan kemudian memeluknya.
 “ jangan lupa belajar yang rajin ya! “, kata Ifa dengan senyum evilnya.
 “ Semuanya harap tenang dulu. Kedua, untuk Universitas di London hanya dua orang, yaitu Ulfa dan Marcell. “, kata Pak Galih lagi.
Mendengar kata pak Galih raut wajah Reyhan berubah seketika.
“ kamu gak apa-apa kan Rey? Sabar ya! “, kata Liana.
“ Gak apa-apa kok! “, jawab Reyhan berusaha untuk tegar. Reyhan sedih karena harus berpisah dengan Ulfa.
Setelah itu Pak Galih menebutkan siswa-siswa yang diterima diberbagi perguruan tinggi di luar negri, sampai ada yang diterima di Paris, Jerman, bahkan Itali. Namun dari tadi nama Ifa dan Liana tidak disebutkan, mereka mulai cemas, apalagi saat Pak Galih menyampaikan Negara terakhir, yaitu Kore Selatan.
“ Dan yang terakhir yaitu, Kyung Hee Universiti di Korea Selatan, hanya ada 2 siswa, selamat kepada Latifa Adam Stewart dan Liana Simon Richard, kalian diterima sebagai siswa undangan disana! “, kata-kata pak Galih membuat Ifa dan Liana terkejut, mereka tak menyangka akan besekolah disana.
“ Wah, selamat ya! “, kata Jasmine dan Ulfa pada Ifa dan Liana.
“ Iya! “, jawab mereka.
“ Aduh, duo best friend satu universitas nih! Di Korea lagi! “, kata reyhan pada Liana dan Ifa.
“ Kalau gitu selamat ya! “, sambung Naufal.
Mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa karena mereka berdua masih terkejut, terutama Ifa. Diluar ruangan, para siswa saling memberikan ucapan selamat.
Setelah semua urusan selesai, mulai dari tanda tangan sana sini, isi ini itu dan menyelesaikan banyak berkas keberangkatan, mereka pulang ke dorm untuk merayakan kabar bahagia ini.
@ Dorm
“ Selamat untuk adik-adik ku yang bakalan sekolah ke luar negri! “, uacap Andrea sembari memeluk adiknya satu per satu.
“ Iya, makasih abang ku tercinta! “, jawab Ifa. Namun keceriaan mereka berubah menjadi suasana yang sedih, ketika mengingat para fans mereka.
“ Terus S.Y.P gimana? Ada empat anggota yang akan sekolah keluar negri, berarti kita harus vakum dulu! “, Kata Liana dengan nada sedih.
“ Iya, pasti fans kita bakalan kecewa! “, kata Ifa.
“ udah, kalian gak usah sedih. Mereka pasti bakalan seneng juga, idolanya sekolah ke Luar negri, yang penting kita harus menekankan kalau kita tetap bersama. Untuk itu, kita akan adain Perskon! “, Andrea mencoba menghibur adik-adiknya.
Malam itu juga mereka mulai merencanakan person yang akan diadakan secepatnya, sebelum mereka berangkat.
***
Malam ini Konfernsi pers diadakan di depan banyak wartawan dan juga tentu saja para S.Y. konferensi pers dibuka oleh manager mereka, kemudian dilanjutkan oleh Andrea sebagai leader RN-A dan Ifa sebagai leader D2-A.
“ Kepada semua S.Y,saya rasa, saya tidak perlu bicara panjang lebar disini. Karena pasti kalian semua sudah tau tentang gossip yang beredar tentang kelanjutan pendidikan para member S.Y.P, disini saya hanya akan menegaskan, berhubung empat dari member akan sekolah keluar negri, maka kami semua sepakat akan vakum untuk sementara waktu. “,kata Andrea.
“ Sampai kapan kira-kira kalian akan vakum? Dan bagaimana tentang gossip bubarnya kalian? “, tanya seorang wartawan.
“berapa lamanya kami belum tau, tapi saya tegaskan bahwa Dan saya tekankan bahwa S.Y.P tidak bubar! “, andrea mempertegas nada bicaranya. “ Sebenarnya hal ini terjadi bukan hanya karena ada yang akan sekolah di luar negri. Tetapi beberapa member lain juga memilki kepentingan lain, saya sendiri dengan Vachel dan Carel akan pergi ke USA untuk sementara waktu, karena kami ada pekerjaan disana! Sekian dari saya.“, Andrea selesai berbicara.
Sekarang giliran Ifa yang berbicara.
“ Untuk semua S.Y dimanapun kalian berada, saya mewakili Liana, Reyhan dan Naufal ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, kami tau kalian kecewa dengan Vakumnya S.Y.P. Tapi, kami melakukan ini agar membuat kalian bangga karena idola kalian dapat bersekolah keluar negri, untuk itu tolong lepas kepergian kami nanti dengan senyum bukan dengan tangisan! “, Ifa mengakhiri perkataannya karena air matanya sudah tak tertahankan lagi.
Konferensi pers berakhir dengan damai, tampaknya para S.Y dapat menerima hal ini.
***
@ dorm
“ Udah If, gak usah nangis lagi! “, Liana mencoba menenangkan Ifa di dalam kamar ifa.
“ Sebenarnya aku gak tega ninggalin mereka, dan aku juga gak ingin pisah sama yang lainnya! “, kata ifa lirih.
“ Ifa, aku juga tau gimana perasaan kamu, tapi pikirin dulu sisi positifnya, jangan yang dipikirin sisi negative nya! “, kata Liana sambil menepuk pelan pundak Ifa untuk menenangkannya.
“ Si…Sisi positifnya? “, tanya Ifa terisak.
“ Iya, pertama dengan berangkatnya kita ke luar negri, bang Andrea, bang Vachel dan bang Carel punya kesempatan untuk berbisnis di Amerika, yang kedua kita bisa cari pengalaman baru dengan belajar disana dan yang terakhir…. “, Liana menggantung perkataannya.
“ Yang terakhir…. “, tanya Ifa.
“ Duh, kok gak tau sih, yang ketiga kesempatan kamu ketemu Han Soo Hyun semakin besar dengan kita sekolah disana. Dan dari artikel yang pernah kubaca, beberapa anggota Diamond itu sekolahnya juga di Kyung Hee termasuk Soo Hyun! “, Liana selesai member penjelasan.
“ Beneran Li? Kamu gak bohong kan, hanya untuk menyuruhku berhenti menangis? “, Tanya Ifa antusias.
“ Untuk apa aku bohong sama sahabatku sendiri If! “, Liana menatap Ifa dan terlihat jelas kalau Liana tidak bohong.
 “ Liana…. “, Ifa langsung memeluk Liana, melepaskan semua rasa kebahagiaan yang ada dihatinya. Memikirkan akan satu Negara dengannya saja sudah membuatnya senang, apalagi sekarang setelah mendengar dia juga bersekolah di Universitas yang sama dengan Soo Hyun membuatnya makin senang. Ifa melepaskan pelukannya dan meloncat-loncat diatas kasur. Sejak kepergian Soo Hyun, baru kali ini Ifa tampak sangat senang.
***
Hari ini dorm mereka terasa sepi, dua hari yang lalu Andrea, Vachel, dan Carel sudah berangkat ke Amerika, dan dihari yang sama Dinda juga berangkat ke London untuk melanjutkan kuliahnya. Kemarin, Reyhan dan Naufal juga sudah berangkat ke Jepang. Dan hari ini, giliran Ifa dan Liana yang akan berangkat ke Korea.
Hanya Ovie, Carisse dan beberapa anggota keluarga mereka yang mengantarkan mereka berdua. Mereka berangkat dengan pesawat jam 04.00 pagi, walaupun begitu Bandara dipenuhi oleh para S.Y yang juga ikut mengantarkan Ifa dan Liana. Sebelum berangkat, mereka berpesan pada para S.Y agar tetap menunggu mereka semua sampai kembali.
Pesawat lepas landas dari bandara Soekarnohatta jam 4 pagi menuju Korea Selatan. Membawa dua orang yang begitu memiliki sejuta impian dalam dirinya. Membawa dua orang yang memiliki bakat dan berjiwa seni. Mereka berdua adalah Ifa dan Liana yang memiliki kemampuan dan bakat dalam bidang seni.
Di Pesawat Ifa dan Liana hanya bercerita-cerita mengenai apa yang akan mereka lakukan pertama kali jika sampai di Korea. Liana bilang kalau hal yang pertama kali dilakukannya adalah bertemu dengan artis-artis korea. Mendengar kata artis korea mengingatkan Ifa tentang kejadian di Bali.
Perjalanan dari Indonesia ke Korea membutuhkan waktu 7 jam. Itu membuat Ifa dan Liana menjadi bosan. Ifa ingat kalau dia membawa satu buah novel yang belum dia baca, novel itu adalah novel hadiah dari Liana beberapa waktu yang lalu.
Diana mulai bosan hanya membolak-balik majalah. Liana memutuskan untuk tidur saja dan mengembalikan majalah yang dipinjamnya. Melihat Liana tertidur dengan pulas Ifa juga ikut-ikut tertidur. Mereka berdua tidur dengan pulas. Mereka tertidur selama beberapa jam. Pramugari yang melihat mereka yang tertidur begitu pulas dan menyelimuti mereka.
Ifa bangun lebih dulu dari pada Liana. Ketika bangun Ifa pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Sekembalinya dari kamar mandi Ifa melihat Liana yang baru bangun tidur. Ifa menyuruh Liana untuk mencuci mukanya. Liana pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya sedangkan Aurel melanjutkan membaca nofelnya.
“ Kamu kenapa? keluar dari kamar mandi, kok cemberut?”, tanya Ifa pada Liana yang terlihat cemberut.
“Aku tu bosan tau, gak ada kerjaan “, jawab Diana
“Ya, baca majalah aja lagi! “, kata Ifa.
“kamu sih enak baca novel aku baca majalah. Bosan tau!!!”, kata Liana kesal. Namun Ifa malah terlihat asyik baca novel dan tidak mempedulikannya, padahal kalau sedang bosan seperti ini Liana butuh teman untuk ngobrol. Tiba-tiba Liana mengambil novel yang sedang dibaca Ifa dan menyembunyikannya dibalik tubuhnya.
“ Balikin novelku Li! “, perintah Ifa.
“ GAK MAU!! Kalau kamu mau novelmu kembali, temenin aku ngobrol! “, kata Liana.
“ Li, aku belum selesai baca! Cepet balikin! “, perintah Ifa lagi.
“ Baca novelnya kan bisa dilanjutin nanti waktu udah sampai. Sekarang temenin aku ngobrol dulu, kamu mau taukan tentang Soo Hyun itu? “, kata Liana lagi. Liana tau kalau sudah menyangkut Soo Hyun, Ifa pasti ingin tau dan ingin mendengarkan.
“ Ok! Tapi balikin dulu, baru aku mau! “, Ifa setuju menemani Liana ngobrol.
“ Gitu dong! Ni, novelnya! “, Liana memberikan novel itu pada Ifa.
“ Thank’s Li! “, jawab Ifa.
Mereka berdua mulai asyik berbincang-bincang mengenai semua hal tentang Korea, terutama tentang Diamond dan Soo Hyun.

Saat asyik mengobrol Ifa melihat jam tangannya. Di jam tangannya menunjukkan jam 10.30 waktu Indonesia. Ifa belum menganti dengan waktu Korea.
 “ Jam berapa? “, tanya Liana.
“ Jam 10.30, setegah jam lagi kita mendarat”, jawab Ifa.
“ Hah iya, mudah-mudahan aja kita bisa mendarat dengan selamat ya”, kata Liana.
“ Permisi dek ini snacknya”, kata pramugari  sambil memberikan snack pada mereka.
“ oh iya makasih, kok baru diantar sih mbak”, tanya Liana penasaran.
“ iya tadi kalian berdua tidur jadi, snacknya baru saya antar”, jawab Pramugari itu.
“ oh, makasih”, kata Liana dan Pramugari itu pergi meninggalkan mereka.
Jam 13.00 waktu korea, Ifa dan Liana sampai di Korea dengan selamat. Ifa dan Liana tak sabar lagi untuk berkeliling kota Seoul. Mereka mempercepat jalan mereka untuk mendaftarkan paspor mereka. Sambil menunggu jemputan, Ifa dan Liana duduk di lobby dan menelpon Orang Tua masing-masing.
Saat asyik bercengkrama dengan Ibunya lewat telpon, Ifa melihat seorang laki-laki menabrak seorang perempuan. Perempuan itu terjatuh dengan barang bawaannya, laki-laki itu langsung pergi begitu saja meninggalkan perempuan yang ditabraknya. Melihat hal itu, Ifa dan Liana langsung berlari menuju perempuan itu untuk membantunya.Mereka menolong perempuan itu berdiri dan membawakan barang bawaannya menuju tempat duduk.
“ Kakak tidak apa-apa? “, tanya Ifa pada perempuan itu dengan Bahasa Korea.
“ Ya, saya tidak apa-apa. Terima kasih! “, jawab perempuan itu.
“ Ya, sama-sama! “, kata Ifa.
“ Kalian dari mana, sepertinya kalian bukan orang Korea? “, tanya perempuan itu sambil memijat kakinya yang sakit karena terjatuh tadi.
“ Kami dari Indonesia, kakak sendiri dari mana? “, tanya Ifa.
“ Kakak baru kembali dari Amerika, kakak sekolah disana. Ngomong-ngomong, nama kalian siapa? tidak enak rasanya ngobrol tanpa tau nama kalian. “, kata perempuan itu.
“ Saya Ifa dan ini teman saya Liana. Nama kakak siapa? “, Ifa memperkenalkan diri pada perempuan itu.
“ Saya Han Soo Yeon, panggil saja Kak Soo Yeon! “, jawab Soo Yeon.
“ Iya Kak! “, kata Ifa dan Liana berbarengan.
“ Kakak pergi dulu ya! Kakak sudah dijemput. “, Soo Yeon melambaikan tangannya pada Ifa dan Liana.
“ Iya, hati-hati ya kak! “, Ifa dan Liana membalas lambaian tangan Soo Yeon.
Beberapa saat setelah Soo Yeon pergi, ada orang yang menghampiri mereka. Ternyata orang itu adalah Pak Tedi, orang yang selama ini mengurus Boutique Ifa di Korea, dia datang untuk menjemput Ifa dan Liana. Sebelum mengantar mereka ke Apartemen, Pak Tedi mengajak mereka untuk makan siang disebuah restoran terdekat.
Mereka sampai di Restoran dan mencari tempat untuk makan. Saat dimeja makan, tiba-tiba pak Tedi pergi meninggalkan mereka menuju sebuah meja, ia terlihat becengkrama dengan seorang wanita.
“ Ifa, Liana, kita makannya disini saja! “, pak Tedi memanggil mereka berdua. Mereka langsung berjalan menuju meja tersebut.
Saat sampai dimeja itu, Ifa dan Liana kaget melihat wanita yang sedang berbicara dengan pak Tedi, wanita itu ternyata adalah Soo Yeon, wanita yang ditolong mereka dibandara tadi.
“ Kak, Soo Yeon? “, kata ifa dengan nada kaget.
“ Ifa, Liana, kita ketemu lagi. Ayo duduk, kita makan bersama saja. “ kata Soo Yeon.
Mereka duduk di kursi yang kosong. Ternyata Soo Yeon bersama dengan seorang Pria.
“ Ifa, Liana, kenalkan ini adik kakak “.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Double Scoop Ice Cream