Ifa POV
“ Permisi nona Ifa! “, seorang pelayan hotel memanggil nama
ku.
“ Iya, ada apa? “, tanyaku penasaran, jangan-jangan ada fans
yang mau ketemu lagi, atau promotor yang meminta adakan konser, benar-benar
melelahkan.
“ Ini ada titipan surat untuk nona. “, jawab pelayan itu
padaku. Ketika aku ingin bertanya siapa yang mengirim surat ini Liana
memanggilku.
“ If ayo cepat, aku capek pengen tidur nih! “, Liana
berteriak padaku,’ aduh anak ini menyusahkan deh! ‘ rutukku
dalam hati.
“ iya, tunggu sebentar! Kapan surat ini diberikan pada mu
dan siapa orangnya? “, tanyaku lagi pada pelayan hotel ini.
“ Saya menerimanya baru tadi sore, yang mengirimnya Tuan…. “, belum selesai pelayan ini berbicara
Liana kembali memanggil dan mengancamku.
“ Cepetan dong! Kalau nggak aku tinggal nih! “, ancam Liana
padaku, sepertinya dia tau kalau aku tidak
ingin jalan sendirian ke kamar hotel karena aku tidak ingin bertemu dengan anak boyband yang menginap di kamar di depan kamar hotelku.
ingin jalan sendirian ke kamar hotel karena aku tidak ingin bertemu dengan anak boyband yang menginap di kamar di depan kamar hotelku.
“ Terimakasih ya! “, aku pergi meninggalkan pelayan itu dan
menyusul Liana yang sudah ada di dalam Lift.
“ Ada apasih, kok lama banget? “, Tanya Liana padaku di
dalam lift.
“ Ada yang nitip surat untukku. “, Aku masih memperhatikan
surat dengan amplop berwarna pink ini.
Ting… pintu lift terbuka kami sudah sampai di lantai 6. Dan
kamipun keluar dari dalam lift.
“ Surat dari siapa? Wah, warna pink lagi pasti surat cinta!
“ Liana yang terlihat sangat penasaran melihat kearah tanganku dan melihat
surat berwarna PINK ini.
“ Mau tau aja! “, jawabku sambil terus berjalan mengabaikan
Liana yang masih berada di depan pintu lift.
“ Kasih tau dong! Dari siapa surat itu? “, Liana merengek
padaku sambil memperlihatkan puppy eyes-nya.
“ Puppy eyes-mu itu tak mempan bagi-ku! Lagi pula aku juga
tidak tau siapa pengirimnya. “, jawabku pada Liana membuat dia berhenti
bertanya. Kami sudah sampai di depan kamar, dia membuka pintu dan aku
mengikutinya masuk ke dalam kamar.
Liana POV
“ Kasih tau dong! Dari siapa surat itu? “, aku merengek pada
Ifa dan mengeluarkan puppy eyes-ku .
“ Puppy eyes-mu itu tak mempan bagi-ku! Lagi pula aku juga
tidak tau siapa pengirimnya. “, jawabannya tadi membuatku berhenti bertanya,
apalagi yang mau ditanyakan toh dia nggak tau siapa yang ngirm surat itu.
Di kamar aku langsung menghempaskan tubuhku ke atas kasur.
Perjalanan tadi sangat menyenangkan walaupun sekarang tubuhku sangat lelah di
buatnya.
“ If, aku mandi duluan ya! “, aku berjalan menuju kamar
mandi sambil memperhatikan Ifa yang sudah berkutat dengan PSP-nya, tampaknya
dia tidak menghiraukan surat itu, atau mungkin dia ingin membacanya seorang
diri, tapi yang jelas sekarang aku ingin mandi dulu badanku terasa gerah.
“ Iya, kamu mandi aja duluan! “, jawabnya dengan PSP masih
melekat di tangannya.
Selesai mandi aku melihat ifa yang masih asyik dengan
PSPnya, aku berjalan kearahnya dan meraih surat berwarna PINK yang terletak di
sebelahnya.
“ suratnya gak dibaca? Atau kamu mau aku yang bacain? “, ancamku
pada Ifa, ia yang sedari tadi asyik bermain PSP, melihat aku memegang surat
itu, ia segera meletakkan PSP di kasur dan langsung merebut surat itu dari
tanganku.
“ Aku bacanya besok aja, aku ngantuk! “, katanya sambil
menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan menyembunyikan surat itu dibawah
bantalnya.
“ Ya sudahlah kalau begitu, aku juga mau tidur! “, aku
segera berbaring di sebelahnya dan tertidur.
***
Pagi Hari…
Ifa POV
Aku mencoba membuka mataku yang
terasa sangat berat, sudah pagi rupanya. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar
mandi untuk bersih-bersih, bisa kulihat Liana yang masih tidur nyenyak dibalik
selimut hangatnya.
Selesai mandi kulihat Liana yang
sedang packing, hari ini adalah hari terakhir kami berada di Bali. Berarti ini
adalah hari terakhirku bisa bertemu dengannya. Aku langsung berlari menuju
pintu kamar dan membuka pintu berharap bisa melihat wajahnya pagi ini, namun
sampai di luar aku tidak melihat siapa-siapa ‘ kemana mereka semua? ‘ ucapku dalam hati.
“ Ada apa sih If, lari-lari ke
depan pintu, mau ngeliat dia ya? “, Tanya Liana padaku
“ Apa-apaan sih kamu, aku gak mau
lihat siapa-siapa kok! “, jawabku berdusta.
“ Kalau gitu cepetan beresin
barang-barang kamu, kita take off jam 2, jadi jam 12 kita udah berangkat ke
bandara! “, kata Liana yang berjalan menuju kamar mandi.
Kulihat barang-barangnya sudah
beres siap di angkut, sedangkan barang ku masih berantakan ‘ aku harus cepat nih, nanti kalau telat Liana bakal menceramahiku ‘
batinku. Tapi pikiranku masih melayang pada anak boyband itu, apa mereka sudah
kembali ke Korea?. Tiba-tiba, aku ingat surat yang tadi malam dititipkan oleh
seorang pelayan, kuraih surat yang terletak diatas meja kemudian membukanya.
Aku mulai membaca surat itu, surat bertulisan Korea dan aku bisa menebak dari
siapa surat ini HAN SOO HYUN.
Dear Sakura,
Hai! Kau masih mengingatku bukan,
aku pria menyebalkan yang mengangumimu. Kau tau kemaren itu sebenarnya aku
ingin mengajakmu jalan-jalan bersama, tapi sepertinya kau sedang sibuk. Jadi
aku tidak mau memaksamu. Kamu jangan besedih ya karena aku pergi. Hehehe. J
Aku ingin meminta maaf yang
sebesar-besarnya karna disaat kita pertama bertemu aku sudah membuatmu marah.
Tapi, ketika pertemuan yang kedua kalinya aku menolong kamu. Diasaat itu aku
merasakan ada sesuatu yang menjanggal dihatiku, dan saat bertemu denganmu untuk
yang kesekian kalinya jantungku mulai berdetak tidak beraturan. Apakah aku
menyukaimu? Kau tau bayanganmu selalu mengisi pikirannku. Aku ingin memberi
tahumu satu hal bahwa aku sengaja membuka pintu berbarengan sama kamu karena
aku ingin melihat wajah manismu dikala kamu tersenyum.
Aku sangat sedih karna tidak dapat mengucapkan
salam perpisahan kepadamu. Jadi, melalui surat ini aku menyampaikan salam
perpisahan pada temanku yang baik, ya, walaupun kamu jutek, cuek, dan pemarah
tapi, aku tau kok kalau kamu sebenarnya gadis yang baik dan menyenangkan.
Aku hanya berharap kalau kita
bisa bertemu kembali...:)
Salam Manis dari,
Han Soo Hyun
Tak terasa air mataku jatuh sesaat setelah selesai membaca
surat itu. Hatiku rasanya sakit sekali, jadi kemarin saat dia mengajakku
menemaninya jalan-jalan dia tidak bercanda, dia ingin mengajakku karena itu
adalah hari terakhirnya di bali. Saat ini aku benar-benar menyesal telah
menolak ajakannya.
Liana yang telah selesai berias terkejut melihat sahabatnya
menangis.
“ Kamu kenapa If? “, tanyanya padaku.
Liana POV
Aku terkejut melihat sahabatku menangis, aku berjalan
kearahnya.
“ Kamu kenapa If? “, tanyaku padanya. Aku langsung
memeluknya, dan menenangkannya.
“ Dia udah pergi Li! “, jawabnya sambil terus menangis.
“ Dia siapa? apa anak boyband itu? “, tanyaku antusias.
Diapun menyerahkan surat berwarna pink itu padaku. Aku membacanya dari awal
sampai akhir, selesai membaca…
“ Ha ha ha… “, kata-kata pada surat itu membuatku tertawa.
“ kok ketawa sih Li, aku kan lagi sedih! “, Ifa berbicara
dengan terisak-isak.
“ tidak ku sangka, cewek kayak kamu bisa jatuh cinta sama
anak Boyband kayak Han Soo Hyun. Ini bakal jadi gossip besar nih! “, aku
mencoba untuk menghiburnya.
“ Jangan li, jangan kasih tau siapa-siapa, yang tau hal ini
Cuma kita berdua ok? “, katanya sambil memperlihatkan puppy eyesnya, matanya
yang basah karena menangis.
“ Ok deh, yang tau hal ini cuma kita berdua. Sekarang jangan
nangis lagi, cepat beres-beres nanti kita ketinggalan pesawat! “, sekali lagi
aku memeluknya mengelus punggungnya agar dia berhenti menangis.
“ kamu mau sarapan? Mau aku bawain sesuatu dari resto? “,
tawarku padanya.
“ Gak usah Li! Aku lagi gak nafsu makan “, jawabnya dengan
suara yang amat pelan.’ Sepertinya dia benar-benar sedih ‘.
“ Kalau gitu aku pergi makan dulu ya, cepet beres-beresnya
ntar kita ditinggalin! “, kataku padanya, aku berjalan menuju pintu kamar.
“ Iya, cerewet banget sih! “, kata Ifa.
“ Ifa, aku dengar itu! “, celotehku lagi dari depan pintu.
Aku berjalan keluar kamar menuju resto hotel. Di resto Bang
Andrea dan yang lainnya *kecuali kami berdua* sedang menyantap sarapan mereka.
“ Li, Ifa mana? “, tanya Bang Andrea padaku.
“ Dia lagi packing di atas! “, jawabku.
“ Dia gak sarapan? “, kali ini Naufal yang bertanya.
“ Dia bilang gak nafsu makan! Kamu sarapan apa Rey? “,
tanyaku pada reyhan.
“ Ni, nasi goring, kamu mau? Pesan aja sana! “, perintahnya
padaku.
“ Iya, ni orang lagi mau pesan! “, jawabku ketus. Jujur,
pagi ini mood ku jadi tidak enak gara-gara lihat Ifa nangis tadi, aku gak tega
lihat sahabatku bersedih.
Selesai makan aku pergi ke kamar, sedangkan yang lain
memilih jalan-jalan disekitar hotel, menikmati pagi terakhir mereka di Bali.
Sampai dikamar kulihat Ifa sudah selesai membereskan barang-barangnya.
***
Author POV
Sepanjang perjalanan yang lumayan jauh dari Bali ke Jakarta
dilewati Ifa dengan melamun. Dia masih memikirkan Soo Hyun, ia kembali membuka
surat perpisahan dari Soo Hyun itu.
“ Kenapa waktu itu kamu gak bilang kalau kamu bakal kembali
ke Korea! “, gumam Ifa pelan. Liana yang duduk disebelahnya selalu berusaha
menghibur sahabatnya yang bersedih itu.
“ Udah lah If, dia kan nggak pergi selamanya*alias
meninggal*, kamu masih bisa ketemu dia kok! “, kata Liana menghibur.
“ Tapi harusnya waktu dia bilang kalau itu hari terakhirnya
di Bali, aku bakal setuju nemenin dia jalan-jalan! “, jawab Ifa lirih.
“ Ifa, yang penting sekarang kamu udah tau gimana perasaan
kamu ke dia dan dari kata-kata di surat itu sepertinya dia memiliki perasaan
yang sama. Nah, kalau kalian BERJODOH kalian pasti ketemu lagi! “, kini Liana
menyampaikan kata-kata bijaknya dan membuat Ifa sedikit tersenyum.
“ Kamu ini ada-ada aja Li! “, kata Ifa sambil tertawa, dia
mulai terhibur dengan kata-kata Liana. Liana memang anak yang cerewet, apalagi
saat ada temannya yang bersedih, dia akan mati-matian menghibur dengan
kecerewetannya sampai orang itu terhibur, dan sepertinya itu berfungsi
sekarang.
***
Pesawat mendaratdengan selamat di bandara Soekarno Hatta.
Diluar sudah banyak S.Y *sebutan untuk fans S.Y.P* yang menunggu kedatangan
mereka.
“ HAAA…. Sakura…. “. “ Andrea… I love you.. “, “ SYP we Love
You!!! “. Terdengar suara teriakan dari para fans S.Y.P.
“ Bang Andrea kan lagi cari pacar, tuh ada yang bilang I
love you tadi, jadiin pacar aja bang! “, celetuk Reyhan membuat anggota lain
tertawa.
“ Ada-ada aja kamu Rey. Lagipula sekarang abang kan udah
punya pacar! “, jawab Andrea.
“ Beneran bang? Kalau gitu selamat ya, oh ya jangan lupa
traktirannya PJ! “, Liana angkat bicara.
“ Emangnya siapa ceweknya bang Andrea? “, tanya Caresse pada
Liana.
“ Itu tu, kakak yang selalu dijemput antar sama bang Andrea!
“, jawab Liana.
“ Ooo, kalau gak salah namanya….. Chelli kan? Mahasiswa
kedokteran itu! “, kata Ovie.
“ Udah, jangan bahas itu lagi. If, kamu kenapa, dari tadi
kok diam aja? “, tanya bang Andrea pada Ifa.
“ aku gak apa-apa kok! “, jawab Ifa tak bersemangat. Yang
lain heran dengan sikap Ifa, tidak biasanya dia diam dan melamun seperti itu.
Dari bandara mereka langsung naik mobil menuju Dorm mereka.
Diluar, sudah ada mobil yang menjemput mereka.
Sampai di dorm mereka melepas lelah, ada yang duduk-duduk,
tidur-tiduran bahkan tidur beneran. Ifa yang biasanya langsung main game kali
ini langsung pergi ke kamarnya dan tidak keluar-keluar .
“ Ifa kenapa, Li? “, tanya Caresse pada Liana.
“ Iya, biasanya dia langsung main PS, tapi sekarang malah
masuk kamar dan gak keluar-keluar! “, Ovie yang sedang membereskan
barang-barangnya ikut berbicara.
“ Mungkin dia main PSP di kamar ! “, jawab Liana enteng.
“ Tapi PSPnya dipinjam Reyhan tadi di perjalanan dari
bandara ke sini.”, kata kak Dinda.
“ Udah dibalikin Reyhan mungkin. Aku ke kamar dulu mau tidur, jangan ada yang
ganggu! “, kata Liana sambil berjalan menuju kamarnya secepat mungkin untuk
menutupi kebohongannya, karena Liana paling tidak bisa berbohong *bagus, anak
yang jujur, kayak author, hehehe*
Sejak sampai di dorm sampai jam makan malam, Ifa tidak
keluar dari kamarnya. Saat makan malam siap, semua sudah ada di ruang makan,
kecuali Ifa.
“ Ifa kemana? “,
tanya Vachel penasaran.
“ Dia masih di
kamarnya dari tadi! “, jawab Caresse
“ Mungkin masih tidur! “, tambah Dinda.
“ Biar aku bangunin dia dulu. “, kata Liana.
Liana berjalan menuju kamar Ifa, mengetok pintunya.
“ If, makan malam dulu yuk! “, ajak Liana, tapi tak
terdengar jawaban dari dalam.
“ If, makan dulu, nanti kamu sakit! “, kata Liana lagi.
Tiba tiba pintu kamar dibuka, Ifa keluar dengan matanya yang
sembab dan wajah lesu tak bergairah.
“ If, kamu baik-baik aja kan? “, tanya bang Andrea khawatir.
“ Aku baik-baik aja kok! “, jawab Ifa kemudian duduk di
kursi disebelah Liana.
Setelah selesai makan malam Ifa langsung masuk ke kamarnya.
Semua yang ada disana heran melihat sikap Ifa yang aneh seperti itu.
***
Keesokan paginya, semuanya melaksanakan aktifitas
masing-masing. Liana, Ifa, Reyhan dan Naufal bersiap-siap pergi sekolah. Hari
ini mereka masuk sekolah karena ada beberapa hal yang harus diurus.
“ Kak, kami pergi dulu! “, selesai sarapan Liana dan Ifa
pamit pada kakak-kakaknya.
Kesekolah mereka diantar oleh supir mereka. Sampai disekolah
Ifa masih tampak murung, saat pulang sekolahpun masih murung, Naufal yang heran
akan hal itu bertanya pada Liana apa yang sebenarnya terjadi.
Didalam mobil…
Dalam perjalan pulang tiba-tiba Naufal ingin ke toko buku,
dan menyuruh pak Joko supir mereka mengantarkan mereka ke toko buku. Saat
sampai di toko buku….
“ Li, temenin aku ya! “, bujuk naufal.
“ Iya, If ikut yuk! “, ajak Liana pada Ifa.
“ Nggak ah, kalian
aja yang pergi! “, jawab Ifa. Tidak biasanya juga dia seperti ini, kalau diajak
ke Toko buku Ifa pasti ingin ikut.
“ Kamu yakin If? “, tanya Naufal.
“ Hmm.. “ Ifa mengangguk.
Liana dan Naufal turun dari mobil, saat berjalan masuk toko
Naufal bertanya pada Liana.
“ Sebenarnya Ifa kenapa sih, kok keliatannya dia murung
banget? “, Naufal membuka pembicaraan.
“ Ng… gak ada apa apa kok! “, jawab Liana gugup. Naufal
melihat kebohongan pada Liana, ia yakin Liana pasti bohong.
“ Jawab yang jujur Li! “, kata Naufal tegas.
Awalnya Liana tetap tidak mau menjawab dengan jujur, tapi
Naufal tidak berhenti membujuk Liana dan akhirnya Liana luluh.
“ Ok, Ifa itu lagi patah hati. Gara-gara ditinggalkan
seseorang. “, jawab Liana singkat.
“ Ditinggalin siapa? “, tanya Naufal penasaran.
“ Kamu taukan , anak Boyband korea yang juga nginap di
hotelnya bang Andrea, dia suka sama salah seorang dari mereka, dia sekarang
lagi galau karena ditinggal dia dan hanya ditinggalkan sepucuk surat darinya!
“, jelan liana lagi.
“ Ooo gitu… “, jawab Naufal penuh pemahaman.
“ Tapi, janji ya, jangan bilang siapa-siapa! soalnya aku juga
janji sama Ifa gak bilang siapa-siapa soal ini. OK! “, perkataan Liana dijawab
oleh anggukan dari Naufal.
“ Siiip.. “
Mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka mencari buku dan
berencana membelikan Ifa sebuah novel untuk menghiburnya.
@ dorm D2_A
Ifa POV
Saat sampai di dorm, dorm sangat sepi, tak ada tanda-tanda
kehidupan. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar. Usai ganti baju, aku memilih
untuk duduk didepan televisi dan tidak main game. Saat berjalan ke dapur untuk
minum, aku melihat sebuah note yang ditempel di kulkas.
To my sisters:
Kakak dan kak
Caresse pergi ke kampus, kak Ovie ke rumah temennya. Nanti jangan lupa buat
makan malam dan beresin dorm soalnya kakak bakal pulang malam. Awas kalau
sampai lupa beresin Dorm! Kakak bantai kalian berdua ‘hehehe’
From your
lovely Sister
Dinda
Aku tersenyum sendiri melihat surat itu, nanti aja deh sama Liana beresin dormnya,
batinku.
Beberapa jam kemudian…
“ Assalamualaikum… “
Aku yang tengah duduk di ruang santai mendengar suara Liana
yang membahana di seluruh bagian dorm.
“ Waalaikumsalam “, jawabku.
“ Tumben dorm sepi, pada kemana semua orang ? “, tanya
Liana.
“ Pada sibuk sama aktifitas masing-masing. “, jawabku sambil
memindahkan chanel tv.
“ If ini ada sesuatu buat kamu. “ Liana memberikanku sebuah
bungkusan.
“ Ini “, aku merasa senang saat membuka bungkusnya, aku
melihat sebuah novel yang sangat kuinginkan
“ Itu novel terbarunya penulis favorit kamu! “, kata Liana
padaku.
“ Aku tau sebenarnya bukan ini yang kamu inginkan, tapi
cobalah If untuk bangkit, jangan kayak gini lagi. Cukup kamu mikirin dia terus,
ingat masih banyak kesempatan untuk bertemu dia, kita bisa jalan-jalan ke Korea
kalau kamu mau! “, katanya lagi. Liana benar, seharusnya aku gak bersedih lagi,
mungkin dilain kesempatan aku bisa ketemu dia lagi.
“ Ok Li, aku bakal berusaha “, Aku tersenyum pada Liana,
bisa kulihat dia tampak sangat senang.
***
Satu minggu kemudian
@ meeting room
Author POV
“ Album kedua kita hampir siap, dan kalian juga sudah
menyelesaikan rekaman, sekarang tinggal syuting video clip! “, manager SYP membuka
pembicaraan.
“ Kalian sudah tau
kan kalau kalian akan dikontrak untuk main Film. Untuk syuting film itu, kalian
akan ada syuting ke Thailand, jadi kalian akan sibuk beberapa bulan ini. “,
lanjutnya lagi.
“ Lalu bagaimana dengan Video Clip kita? “, tanya Andrea
pada manager.
“ Aku sudah susun jadwal kalian, syuting Video Clip akan
dilaksanakan disela-sela kesibukan kalian. Apa ada lagi yang ingin kalian
tanyakan? “, tanya pak Manager.
“ Gak ada pak! “, jawab mereka.
“ Kalau begitu, sekarang kalian boleh bubar! “, pak manager
mangakhiri pertemuan.
@ Dorm RN_A
Semua member berkumpul di dorm RN_A kecuali Andrea karena
dia masih ada urusan dengan manager. Sampai di dorm, mereka masih membahas
tentang apa yang dibicarakan Manager mereka tadi.
“ Jadwal kita bakal full lagi neh, tugas kuliah pada numpuk
lagi! “, rutuk Caresse dan diiringi juga oleh Dinda.
“ Selain itu, kakak juga ada ujian sebulan lagi. Harus
belajar dengan giat nih! “, kata Dinda.
“ Untung aja kita udah lulus ya, kalau nggak pasti kita
bakalan kesulitan buat belajar disela-sela syuting film! “, kata Reyhan yang
sedang nonton TV.
“ Iya, betul tu! “, ujar Naufal.
Tiba tiba pintu dorm terbuka, Andrea masuk membawa sesuatu.
“ Ini! “, Andrea memberikan setumpuk kertas yang ada di
tangannya.
“ Apaan ni bang? “, tanya Ifa ingin tau. Sejak Liana menasehatinya
seminggu yang lalu, Ifa mulai berubah, ia mulai kembali seperti semula.
“ Itu naskah film, dan peran kalian masing-masing! “, jelas
Andrea.
Mereka membaca dengan seksama,
mereka semua tampak puas dengan pembagian peran masing-masing. Ifa, Liana,
Reyhan, dan Vachel mendapat peran menjadi seorang agen. Mereka bertiga senang
banget. Sedangkan Dinda menjadi anak dari salah satu mafia pengedar ekstasi
terbesar di Indonesai, Caresse dan Ovie sebagai sahabat dekatnya Dinda, Carel
menjadi sahabat sekaligus kekasih Ifa dalam Film dan Andrea menjadi anggota
salah satu kelompok mafia, sedangkan Naufal berperan sebagai koneksi dan
pengarah untuk Ifa, Liana, Vachel dan Reyhan dalam menjalankan tugasnya.
Mereka menjalani hari-hari yang
berat selama proses syuting. Maklum, film yang mereka mainkan sekarang adalah
film action dan menguras banyak tenaga. Bahkan mereka harus rela tidur di
lokasi syuting dan harus belajar di lokasi syuting karena padatnya jadwal
mereka. Tapi mereka menjalaninya dengan senang hati untuk menyenangkan fans
mereka.
Untuk film ini, merekanjuga akan
syuting di Thailand. Dan mereka semua sangat senang, karena bisa sekalian
berlibur.
***
Hari ini adalah hari keberangkatan
mereka ke Thailand. Sampai di Thailand mereka disuruh untuk istirahat karena
akan menjalani syuting yang berat esok harinya. Di Thailand mereka bekerja
lebih keras dibandingkan di Indonesia. Mereka hanya tidur kurang lebih 5 jam.
Selebihnya mereka sibuk dengan syuting. Selama di Thailand makan mereka tidak
teratur. Tapi, mereka juga mendapat waktu luang untuk jalan-jalan di Thailand.
Di Thailand mereka juga mencoba
makan makanan khas Thailand disebuah restoran terkenal bersama para kru dan
pemain yang lainnya. Seperti biasa, Ifa memilih duduk didekat jendela, karena
bisa melihat pemandangan diluar. Ketika menoleh keluar jendela dia melihat
seorang pria berjalan ditrotoar disebrang jalan bersama 2 temanya. Jantungnya
mulai berdetak dengan kencang melihat cowok itu. Han Soo Hyun! batin Ifa. Tidak
salah lagi! Itu Han Soo Hyun yang berjalan dengan 2 temannya yang juga anggota
DIAMOND! Batin Aurel, ketika melihat wajah cowok itu dengan jelas.
Ifa segera sadar, dia langsung
menoleh kearah teman-temannya yang sedang asyik memilih makanan. Bearti mereka tidak memperhatikanku dari
tadi, baguslah kalau begitu! Batinnya yang melihat teman-temannya. Ifa
bertekad menutup rapat-rapat pikirannya mengenai Han Soo Hyun dan sekarang ikut
membuat kehebohan memilih makanan.
***
Seminggu sudah mereka di Thailand, sekarang mereka harus
kembali ke Indonesia. Mereka semua sangat senang, pertama karena syuting film
sudah selesai dan tinggal tunggu tanggal penayangan film mereka, kedua karena
album kedua mereka akan dirilis hari ini di hari kepulangan mereka ke
Indonesia.
Setelah album kedua mereka dirilis, ternyata album ini
meledak di pasaran dan terjual puluhan ribu copy. Di album ini penampilan
mereka memang berbeda dan lebih keren, gerakan dancenya pun lebih power full.
Album ini disambut antusias oleh fans mereka baik dalam maupun luar negri.
Semenjak album kedua mereka keluar banyak tawaran ngamen. Eh
salah, maksudnya manggung di kota-kota besar dan juga luar negri. Jadi,
walaupun mereka sudah selesai syuting film,mereka tetap sibuk dengan tawaran
manggung.
***
Hari-hari yang menyita banyak
waktu, telah berakhir. Kini anak-anak S.P.Y. berencana untuk pergi liburan
selama beberapa hari di Puncak. Menurut mereka udara sejuk dan pemandangan yang
indah dipuncak bisa membuat hati dan pikiran kembali tenang. Ya walau mereka
disana hanya untuk 2 hari dan setelah itu jadwal mereka kembali padat sepeti
biasanya.
Dipuncak anak-anak S.P.Y. bertemu Jasmine dan Ulfa yang juga
sedang berlibur kesana. Jarak villa Ifa
ke villa tempat mereka menginap tidak terlalu jauh, jadi mereka bisa
mengundang Jasmine dan Ulfa untuk datang ke pesta kecil-kecilan mereka. Pesta
itu dilaksanakan di villa milik Ifa, karena Villa Ifa memiliki halaman yang
luas dan cocok buat pesta dan juga didekat sana ada jalan pintas menuju sungai.
Karena mereka diundang, Jasmine dan Ulfa berdandan secantik
mungkin. Jamine mencoba untuk berdandan sederhana, dengan bedak dan lipglos dia
sudah terlihat cantik, makin cantik dengan gaun berwarna baby pink dan cardigan,
dia sudah tidak sabar bertemu dengan seseorang yang selama ini sangat
dikaguminya dan juga disukainya. Sedangkan Ulfa juga berdandan dengan sederhana,
hanya bedak dan lipglos dia juga terlihat cantik, karena sekarang dia adalah
pacarnya Reyhan.
Sampai di villa Ifa, Ulfa disambut oleh Reyhan dan sudah
asyik ngobrol berdua meninggalkan Jasmine. Karena ditinggal Ulfa, Jasmine
memilih untuk membantu Ifa san Liana masak sate.
“ Boleh aku bantu nggak? “, tanya Jasmine pada Liana dan Ifa
yang sedang membakar sate.
“ Boleh kok, kami emang lagi butuh bantuan! “, Liana
memberikan beberapa tusukan sate kepada Jasmine.
Jasmine mulai mengerjakan tugasnya sambil memperhatikan
seorang cowok yang disukainya. Saat ditegur Ifa, dia jadi salting,
sampai-sampai tusukan sate ditangannya jatuh. Namun, dia tetap tidak berhenti
memperhatikan cowok itu.
Cowok yang sedang bercanda dengan yang lainnya menyadari
kalau dari tadi dia diperhatikan seseorang. Dia mulai menjalankan rencananya,
dia mengeluarkan Handphone nya dan menelepon seseorang.
“ Halo! “,
terdengar suara seorang cewek dari seberang.
“ Jasmine, bisa ikut aku sebentar! “, kata Cowok itu, pada
cewek yang ternyata adalah Jasmine,
cewek yang disukainya.
“ Ok! “, jawabnya.
Naufal berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan. Saat menoleh
kebelakang, dilihatnya Jasmine juga berjalan mengikutinya.
Sampai disuatu tempat, Suasana
yang begitu hening dan dingin menyelimuti tubuh Jasmine yang hanya memakai
kardigan tipis. Dia menahan rasa dingin yang menyelimuti dengan seulas senyum
dibibirnya ynag sekarang berubah pucat. Dia hanya bisa berharap kalau cowok itu
tidak berbicara panjang lebar.
“Ada apa? kenapa kamu mengajakku
kesini?” Tanya jasmine yang hanya berdiri dibelakang cowok itu dan hanya
menatap punggung cowok itu
“Aku hanya ingin menanyakan
sesuatu pada mu”, jawab cowok itu. saat itu juga jantung Jasmine bedetak dengan
sangat cepat. “Aku Cuma mau nanya dari tadi kamu memperhatikanku, sepertinya
kamu ingin menemuiku, ada apa?” cowok itu bertanya pada Jasmine
“Aku, ng… nggak tuh, kamu gr
banget sih”, Jawab jasmine yang mencoba menyembunyikan muka merahnya.
“Oh, kamu tau, dari tadi aku
memperhatikan seseorang. Hhhh, gadis itu telah mencuri hatiku”, kata itu sambil
Naufal tersenyum pada Jasmine.
Jasmine menatapnya dengan perasaan kecewa dia
tak mau bertanya lagi tapi pertanyaan itu akhirnya terlontar juga dari mulutnya
dengan rasa ragu-ragu “siapa gadis itu? apakah Ifa ?”
“Tidak, Dia hanya sahabatku dan
dia juga menganggapku sebagai sahabat terbaiknya. Aku tau Ifa itu tidak mudah
untuk mencintai seseorang”. Jawab Naufal dengan ragu, melihat ekspresi Jasmine
yang sepertinya begitu kecewa dengan jawabannya
“Benarkah? Tapi, aku melihat
kalain sangat akrab sekali, lalu siapa cewek yang kau sukai?”. Jasmine bigung
kenapa kalimat itu bisa terlontar dari mulutnya, padahal dia tak ingin
menanyakan hal itu.
“Hah”, Naufal menghela nafas lalu
berbalik menghadap kearah Jasmine. Sekarang dia bisa melihat wajah Jasmine yang
begitu manis diterangi sinar rembulan malam itu* lebay *. Akihirnya dia bisa
mengatakannya, setelah lama latihan bersama Aurel akhirnya kata-kata yang
tersimpan dalam hatinya itu keluar juga
“DO YOU WANT TO BE MY GIRL
FRIEND, JASMINE?”
Seketika itu janting Jasmine
berdetak sangat cepat dan dia berudaha untuk tidak pingsan sebelum menjawab
pertanyaan itu. selama 5 detik berlalu mereka masih tetap diam terpaku.
Sekarang giliran Jasmine yang menghelakan nafas dan dia berkata, “YES, I WANNA
BE YOUR GIRL FRIEND, NAUFAL”, jawabnya dengan hati-hati.
Sekarang jantung Naufal yang
berdetak begitu kencang mendengar jawaban dari Jasmine. Hilanglah rasa dingin
yang menyelimuti tubuhnya. Seluruh badannya menjadi panas saat mendengar
jawaban yang sangat diharapkannya itu.
Setelah lama berdiri didekat
sungai mereka berdua kembali ke Vila Ifa, takut kalau ada yang curiga atau
cemas karena mereka berdua hilang begitu saja. Mereka berdua berjalan menyusuri
jalan yang sepi itu sambil berpegangan tangan dan sesekali saling bertatapan
dengan senyum mengembang diwajah mereka.
Ketika mereka tiba, mereka
menghembuskan nafas lega, karena teman-teman mereka tidak menunjukkan rasa curiga
atau pun cemas. Semua orang disana malah asyik dengan makanan yang tersedia dan
mengobrol dengan puas sambil tertawa lepas. Mereka berdua berjalan kearah
teman-temannya yang sedang makan itu, kemudian juga ikut menikmati makanan
bersama yang lainnya. Nufal tampak tersenyum puas karena rencananya berhasil.
***
Ifa merasa ada yang aneh pada
Jasmine, dari tadi dia terus memperhatikan seseorang, siapa lagi kalau bukan
Naufal. Ifa berniat memberitahukan hal itu pada naufal sesuai rencana mereka.
Ifa mengambil ponselnya yang
berada didalam tas dan menuliskan pesan singkat pada Naufal. Setelah mengirim
pesan pada Naufal, dia kembali ke tempat Liana dan Jasmine.
Naufal yang berdiri tak jauh dari mereka,
merasakan Hpnya bergetar, dia melihat Hpnya. Ada apa lagi nie cewek sms segala, padahal jaraknya dekat. Buang-buang
pulsa aja! Batin Naufal melihat nama Ifa tertera dilayar ponselnya.
To : Naufal
From : Ifa
heh, Tau gak kalau jasmine itu dari
tadi perhatiin kamu terus, sampai-sampai ya, tusukan sate yang bakal dipakai
buat bakar sate itu jatuh, tau gak sih itu tusukan sate itu belinya pakek duit.
Sebaiknya kamu jalanin aja rencananya sekarang. Biar aku dukung dengan do’a!
Setelah membaca sms dari Ifa,
Naufal langsung menoleh kearah Jasmine, benar ternyata Jasmine
memperhatikannya. Dia mulai membalas SMS dari Ifa.
To : Ifa
From : Naufal
Cuman tusukan sate aja diperhitungkan.
Emang dasar ya, cewek yang satu ni evil banget. Oke deh, sebentar lagi, aku lakukan.
Liat aja, aku pasti berhasil! Thank’s ya, princess evil udah bantuin aku
latihan!
Melihat balasan dari Naufal dia
sangat geram karena dibilang princess evil. Padahalkan, niatnya baik untuk
menanyatukan orang yang saling mencintai*cieee*. Sedangkan dirinya saja tidak
bersatu dengan orang yang dicintainya*kasian*. Ya, harus diakui kalau orang itu
sekarang lagi di Korea.
To : Naufal
From : Ifa
WHAT DO YOU SAY? AWAS KAMU YA !!!! KU
CINCANG KAMU JADI KORNET MANUSIA!!!!
Setelah membaca sms dari Ifa,
Naufal hanya bisa tersenyum karena telah berhasil membuat sahbatnya itu kesal.
Karena jarang orang yang bisa bikin dia kesal keculi Naufal, Liana,dan Andrea.
Itu pun kadang yang jadi kesal adalah orang bertiga itu karena tidak sangup
melawan ocehan Aurel yang panjang dan senyum evilnya.
Setelah lama berfikir, akhirnya Naufal
mengambil ponselnya. Dia mencari nomor Jasmine dan menelfon gadis itu. dia
meminta Jasmine untuk mengikutinya ketempat yang sudah direncanakan, karena ada
yang mau dia katakan pada Jasmine. Dia pun berjalan dan diikuti Jasmine
dibelakangnya.
Melihat Jasmine dan Naufal
berjalan kearah sungai, Ifa memanggil Liana. Mereka berdua mengikuti Naufal dan
Jasmine. Awalnya hanya mereka berdua tapi, yang lainnya malah ikut-ikutan
pengen lihat Naufal nembak cewek. Apalagi ditempat yang dingin seperti ini.
Semua yang ada disana menahan
tawa mereka melihat teman mereka yang mengutarakan cinta pada gadis yang dia
sayangi.
Karena hari mulai dingin dan awan
semakin gelap, anak-anak S.Y.P. segera meninggalkan Naufal dan Jasmine berdua
yang sedang asyik duduk-duduk ditepi sungai. Disepanjang berjalanan menuju
villa Ifa mereka masih membahas tentang Naufal dan Jasmine sambil tertawa
bahagia yang membuat suasana menjadi lebih hangat. Sampai di villa, mereka
bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
Pesta kecil-kecilan di Puncak ini
menjadi kenangan tersendiri bagi Naufal dan Jasmine.
***
Hari ini, Liana dan Ifa bangun dengan semangat, karena hari
ini akan diumumkan siswa-siswa yang diterima di perguaruan tinggi di dalam
maupun luar negri. Mereka berangkat sekolah dengan perasaan deg-degan.
Pak Galih memasuki ruangan dengan berwibawa dan senyum
bahagianya, sepertinya banyak siswa yang diterima di Perguruan tinggi ternama
di Indonesia maupun di Luar negri. Pak Galih mulai membacakan Satu per satu
nama siswa yang diterima di perguruan tinggi dalam negri. Selesai membacakan
nama siswa-siswa yang diterima di perguruan tinggi dalam negri, tibalah saat
yang ditunggu-tunggu oleh para member S.Y.P, karena mereka semua mengambil
perguruan tinggi luar negri.
“ Untuk perguruan tinggi luar negri, pertama siswa undangan
yang diterima di Universitas di Jepang, Jasmine Shellirania, Reyhan Fernandes,
dan Naufal Bryan Stewart, selamat untuk kalian bertiga! “, ucap Pak Galih.
“ Selamat ya, ternyata kalian berdua satu Universitas! “,
kata Ifa pada Naufal dan Jasmine.
“ Iya, bisa sama-sama terus deh! “, Liana ikut memberikan
ucapan selamat.
“ Hey! Bukan mereka berdua aja yang ke Jepang, aku juga tau!
“, kata Reyhan kesal.
“ Eh iya, selamat ya, impianmu tercapai Han! “, Liana
berjalan kearah reyhan kemudian memeluknya.
“ jangan lupa belajar
yang rajin ya! “, kata Ifa dengan senyum evilnya.
“ Semuanya harap
tenang dulu. Kedua, untuk Universitas di London hanya dua orang, yaitu Ulfa dan
Marcell. “, kata Pak Galih lagi.
Mendengar kata pak Galih raut wajah Reyhan berubah seketika.
“ kamu gak apa-apa kan Rey? Sabar ya! “, kata Liana.
“ Gak apa-apa kok! “, jawab Reyhan berusaha untuk tegar.
Reyhan sedih karena harus berpisah dengan Ulfa.
Setelah itu Pak Galih menebutkan siswa-siswa yang diterima
diberbagi perguruan tinggi di luar negri, sampai ada yang diterima di Paris,
Jerman, bahkan Itali. Namun dari tadi nama Ifa dan Liana tidak disebutkan,
mereka mulai cemas, apalagi saat Pak Galih menyampaikan Negara terakhir, yaitu
Kore Selatan.
“ Dan yang terakhir yaitu, Kyung Hee Universiti di Korea
Selatan, hanya ada 2 siswa, selamat kepada Latifa Adam Stewart dan Liana Simon
Richard, kalian diterima sebagai siswa undangan disana! “, kata-kata pak Galih
membuat Ifa dan Liana terkejut, mereka tak menyangka akan besekolah disana.
“ Wah, selamat ya! “, kata Jasmine dan Ulfa pada Ifa dan
Liana.
“ Iya! “, jawab mereka.
“ Aduh, duo best friend satu universitas nih! Di Korea lagi!
“, kata reyhan pada Liana dan Ifa.
“ Kalau gitu selamat ya! “, sambung Naufal.
Mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa karena mereka
berdua masih terkejut, terutama Ifa. Diluar ruangan, para siswa saling
memberikan ucapan selamat.
Setelah semua urusan selesai, mulai dari tanda tangan sana
sini, isi ini itu dan menyelesaikan banyak berkas keberangkatan, mereka pulang
ke dorm untuk merayakan kabar bahagia ini.
@ Dorm
“ Selamat untuk adik-adik ku yang bakalan sekolah ke luar
negri! “, uacap Andrea sembari memeluk adiknya satu per satu.
“ Iya, makasih abang ku tercinta! “, jawab Ifa. Namun
keceriaan mereka berubah menjadi suasana yang sedih, ketika mengingat para fans
mereka.
“ Terus S.Y.P gimana? Ada empat anggota yang akan sekolah
keluar negri, berarti kita harus vakum dulu! “, Kata Liana dengan nada sedih.
“ Iya, pasti fans kita bakalan kecewa! “, kata Ifa.
“ udah, kalian gak usah sedih. Mereka pasti bakalan seneng
juga, idolanya sekolah ke Luar negri, yang penting kita harus menekankan kalau
kita tetap bersama. Untuk itu, kita akan adain Perskon! “, Andrea mencoba
menghibur adik-adiknya.
Malam itu juga mereka mulai merencanakan person yang akan
diadakan secepatnya, sebelum mereka berangkat.
***
Malam ini Konfernsi pers diadakan di depan banyak wartawan
dan juga tentu saja para S.Y. konferensi pers dibuka oleh manager mereka,
kemudian dilanjutkan oleh Andrea sebagai leader RN-A dan Ifa sebagai leader
D2-A.
“ Kepada semua S.Y,saya rasa, saya tidak perlu bicara
panjang lebar disini. Karena pasti kalian semua sudah tau tentang gossip yang
beredar tentang kelanjutan pendidikan para member S.Y.P, disini saya hanya akan
menegaskan, berhubung empat dari member akan sekolah keluar negri, maka kami semua
sepakat akan vakum untuk sementara waktu. “,kata Andrea.
“ Sampai kapan kira-kira kalian akan vakum? Dan bagaimana
tentang gossip bubarnya kalian? “, tanya seorang wartawan.
“berapa lamanya kami belum tau, tapi saya tegaskan bahwa Dan
saya tekankan bahwa S.Y.P tidak bubar! “, andrea mempertegas nada bicaranya. “
Sebenarnya hal ini terjadi bukan hanya karena ada yang akan sekolah di luar
negri. Tetapi beberapa member lain juga memilki kepentingan lain, saya sendiri
dengan Vachel dan Carel akan pergi ke USA untuk sementara waktu, karena kami
ada pekerjaan disana! Sekian dari saya.“, Andrea selesai berbicara.
Sekarang giliran Ifa yang berbicara.
“ Untuk semua S.Y dimanapun kalian berada, saya mewakili
Liana, Reyhan dan Naufal ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, kami tau
kalian kecewa dengan Vakumnya S.Y.P. Tapi, kami melakukan ini agar membuat
kalian bangga karena idola kalian dapat bersekolah keluar negri, untuk itu
tolong lepas kepergian kami nanti dengan senyum bukan dengan tangisan! “, Ifa
mengakhiri perkataannya karena air matanya sudah tak tertahankan lagi.
Konferensi pers berakhir dengan damai, tampaknya para S.Y
dapat menerima hal ini.
***
@ dorm
“ Udah If, gak usah nangis lagi! “, Liana mencoba menenangkan
Ifa di dalam kamar ifa.
“ Sebenarnya aku gak tega ninggalin mereka, dan aku juga gak
ingin pisah sama yang lainnya! “, kata ifa lirih.
“ Ifa, aku juga tau gimana perasaan kamu, tapi pikirin dulu
sisi positifnya, jangan yang dipikirin sisi negative nya! “, kata Liana sambil
menepuk pelan pundak Ifa untuk menenangkannya.
“ Si…Sisi positifnya? “, tanya Ifa terisak.
“ Iya, pertama dengan berangkatnya kita ke luar negri, bang
Andrea, bang Vachel dan bang Carel punya kesempatan untuk berbisnis di Amerika,
yang kedua kita bisa cari pengalaman baru dengan belajar disana dan yang
terakhir…. “, Liana menggantung perkataannya.
“ Yang terakhir…. “, tanya Ifa.
“ Duh, kok gak tau sih, yang ketiga kesempatan kamu ketemu
Han Soo Hyun semakin besar dengan kita sekolah disana. Dan dari artikel yang
pernah kubaca, beberapa anggota Diamond itu sekolahnya juga di Kyung Hee
termasuk Soo Hyun! “, Liana selesai member penjelasan.
“ Beneran Li? Kamu gak bohong kan, hanya untuk menyuruhku
berhenti menangis? “, Tanya Ifa antusias.
“ Untuk apa aku bohong sama sahabatku sendiri If! “, Liana
menatap Ifa dan terlihat jelas kalau Liana tidak bohong.
“ Liana…. “, Ifa
langsung memeluk Liana, melepaskan semua rasa kebahagiaan yang ada dihatinya.
Memikirkan akan satu Negara dengannya saja sudah membuatnya senang, apalagi sekarang
setelah mendengar dia juga bersekolah di Universitas yang sama dengan Soo Hyun
membuatnya makin senang. Ifa melepaskan pelukannya dan meloncat-loncat diatas
kasur. Sejak kepergian Soo Hyun, baru kali ini Ifa tampak sangat senang.
***
Hari ini dorm mereka terasa sepi, dua hari yang lalu Andrea,
Vachel, dan Carel sudah berangkat ke Amerika, dan dihari yang sama Dinda juga
berangkat ke London untuk melanjutkan kuliahnya. Kemarin, Reyhan dan Naufal
juga sudah berangkat ke Jepang. Dan hari ini, giliran Ifa dan Liana yang akan
berangkat ke Korea.
Hanya Ovie, Carisse dan beberapa anggota keluarga mereka yang
mengantarkan mereka berdua. Mereka berangkat dengan pesawat jam 04.00 pagi,
walaupun begitu Bandara dipenuhi oleh para S.Y yang juga ikut mengantarkan Ifa
dan Liana. Sebelum berangkat, mereka berpesan pada para S.Y agar tetap menunggu
mereka semua sampai kembali.
Pesawat lepas landas dari bandara
Soekarnohatta jam 4 pagi menuju Korea Selatan. Membawa dua orang yang begitu
memiliki sejuta impian dalam dirinya. Membawa dua orang yang memiliki bakat dan
berjiwa seni. Mereka berdua adalah Ifa dan Liana yang memiliki kemampuan dan
bakat dalam bidang seni.
Di Pesawat Ifa dan Liana hanya
bercerita-cerita mengenai apa yang akan mereka lakukan pertama kali jika sampai
di Korea. Liana bilang kalau hal yang pertama kali dilakukannya adalah bertemu
dengan artis-artis korea. Mendengar kata artis korea mengingatkan Ifa tentang
kejadian di Bali.
Perjalanan dari Indonesia ke
Korea membutuhkan waktu 7 jam. Itu membuat Ifa dan Liana menjadi bosan. Ifa
ingat kalau dia membawa satu buah novel yang belum dia baca, novel itu adalah
novel hadiah dari Liana beberapa waktu yang lalu.
Diana mulai bosan hanya membolak-balik
majalah. Liana memutuskan untuk tidur saja dan mengembalikan majalah yang
dipinjamnya. Melihat Liana tertidur dengan pulas Ifa juga ikut-ikut tertidur.
Mereka berdua tidur dengan pulas. Mereka tertidur selama beberapa jam.
Pramugari yang melihat mereka yang tertidur begitu pulas dan menyelimuti
mereka.
Ifa bangun lebih dulu dari pada
Liana. Ketika bangun Ifa pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Sekembalinya dari kamar mandi Ifa melihat Liana yang baru bangun tidur. Ifa
menyuruh Liana untuk mencuci mukanya. Liana pergi ke kamar mandi dan mencuci
mukanya sedangkan Aurel melanjutkan membaca nofelnya.
“ Kamu kenapa? keluar dari kamar
mandi, kok cemberut?”, tanya Ifa pada Liana yang terlihat cemberut.
“Aku tu bosan tau, gak ada
kerjaan “, jawab Diana
“Ya, baca majalah aja lagi! “,
kata Ifa.
“kamu sih enak baca novel aku
baca majalah. Bosan tau!!!”, kata Liana kesal. Namun Ifa malah terlihat asyik
baca novel dan tidak mempedulikannya, padahal kalau sedang bosan seperti ini
Liana butuh teman untuk ngobrol. Tiba-tiba Liana mengambil novel yang sedang
dibaca Ifa dan menyembunyikannya dibalik tubuhnya.
“ Balikin novelku Li! “, perintah
Ifa.
“ GAK MAU!! Kalau kamu mau
novelmu kembali, temenin aku ngobrol! “, kata Liana.
“ Li, aku belum selesai baca! Cepet
balikin! “, perintah Ifa lagi.
“ Baca novelnya kan bisa dilanjutin
nanti waktu udah sampai. Sekarang temenin aku ngobrol dulu, kamu mau taukan
tentang Soo Hyun itu? “, kata Liana lagi. Liana tau kalau sudah menyangkut Soo
Hyun, Ifa pasti ingin tau dan ingin mendengarkan.
“ Ok! Tapi balikin dulu, baru aku
mau! “, Ifa setuju menemani Liana ngobrol.
“ Gitu dong! Ni, novelnya! “,
Liana memberikan novel itu pada Ifa.
“ Thank’s Li! “, jawab Ifa.
Mereka berdua mulai asyik
berbincang-bincang mengenai semua hal tentang Korea, terutama tentang Diamond
dan Soo Hyun.
Saat asyik mengobrol Ifa melihat
jam tangannya. Di jam tangannya menunjukkan jam 10.30 waktu Indonesia. Ifa
belum menganti dengan waktu Korea.
“ Jam berapa? “, tanya Liana.
“ Jam 10.30, setegah jam lagi
kita mendarat”, jawab Ifa.
“ Hah iya, mudah-mudahan aja kita
bisa mendarat dengan selamat ya”, kata Liana.
“ Permisi dek ini snacknya”, kata
pramugari sambil memberikan snack pada mereka.
“ oh iya makasih, kok baru
diantar sih mbak”, tanya Liana penasaran.
“ iya tadi kalian berdua tidur
jadi, snacknya baru saya antar”, jawab Pramugari itu.
“ oh, makasih”, kata Liana dan
Pramugari itu pergi meninggalkan mereka.
Jam 13.00 waktu korea, Ifa dan
Liana sampai di Korea dengan selamat. Ifa dan Liana tak sabar lagi untuk
berkeliling kota Seoul. Mereka mempercepat jalan mereka untuk mendaftarkan
paspor mereka. Sambil menunggu jemputan, Ifa dan Liana duduk di lobby dan
menelpon Orang Tua masing-masing.
Saat asyik bercengkrama dengan
Ibunya lewat telpon, Ifa melihat seorang laki-laki menabrak seorang perempuan.
Perempuan itu terjatuh dengan barang bawaannya, laki-laki itu langsung pergi
begitu saja meninggalkan perempuan yang ditabraknya. Melihat hal itu, Ifa dan
Liana langsung berlari menuju perempuan itu untuk membantunya.Mereka menolong
perempuan itu berdiri dan membawakan barang bawaannya menuju tempat duduk.
“ Kakak tidak apa-apa? “, tanya
Ifa pada perempuan itu dengan Bahasa Korea.
“ Ya, saya tidak apa-apa. Terima
kasih! “, jawab perempuan itu.
“ Ya, sama-sama! “, kata Ifa.
“ Kalian dari mana, sepertinya
kalian bukan orang Korea? “, tanya perempuan itu sambil memijat kakinya yang
sakit karena terjatuh tadi.
“ Kami dari Indonesia, kakak
sendiri dari mana? “, tanya Ifa.
“ Kakak baru kembali dari
Amerika, kakak sekolah disana. Ngomong-ngomong, nama kalian siapa? tidak enak
rasanya ngobrol tanpa tau nama kalian. “, kata perempuan itu.
“ Saya Ifa dan ini teman saya
Liana. Nama kakak siapa? “, Ifa memperkenalkan diri pada perempuan itu.
“ Saya Han Soo Yeon, panggil saja
Kak Soo Yeon! “, jawab Soo Yeon.
“ Iya Kak! “, kata Ifa dan Liana
berbarengan.
“ Kakak pergi dulu ya! Kakak sudah
dijemput. “, Soo Yeon melambaikan tangannya pada Ifa dan Liana.
“ Iya, hati-hati ya kak! “, Ifa
dan Liana membalas lambaian tangan Soo Yeon.
Beberapa saat setelah Soo Yeon
pergi, ada orang yang menghampiri mereka. Ternyata orang itu adalah Pak Tedi,
orang yang selama ini mengurus Boutique Ifa di Korea, dia datang untuk
menjemput Ifa dan Liana. Sebelum mengantar mereka ke Apartemen, Pak Tedi
mengajak mereka untuk makan siang disebuah restoran terdekat.
Mereka sampai di Restoran dan
mencari tempat untuk makan. Saat dimeja makan, tiba-tiba pak Tedi pergi
meninggalkan mereka menuju sebuah meja, ia terlihat becengkrama dengan seorang
wanita.
“ Ifa, Liana, kita makannya
disini saja! “, pak Tedi memanggil mereka berdua. Mereka langsung berjalan
menuju meja tersebut.
Saat sampai dimeja itu, Ifa dan
Liana kaget melihat wanita yang sedang berbicara dengan pak Tedi, wanita itu
ternyata adalah Soo Yeon, wanita yang ditolong mereka dibandara tadi.
“ Kak, Soo Yeon? “, kata ifa
dengan nada kaget.
“ Ifa, Liana, kita ketemu lagi. Ayo
duduk, kita makan bersama saja. “ kata Soo Yeon.
Mereka duduk di kursi yang
kosong. Ternyata Soo Yeon bersama dengan seorang Pria.
“ Ifa, Liana, kenalkan ini adik
kakak “.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar